
EPS 153 ENSIKLOPEDIA 2
KEKUATAN DAN BENDA MUSTIKA
Gajah Godham.
Gajah Godham merupakan kekuatan pukulan yang bertumpu pada kekuatan fisik dan ilmu tenaga dalam. Semakin terlatih fisik seseorang, semakin kuat mental dan kepercayaan dirinya maka akan semakin dahsyatlah kekuatan pukulan ini. Sebenarnya Pukulan Gajah Ghodam merupakan modifikasi dari pukulan Lebur Saketi yang diciptakan oleh Begawan Wanayasa.
Panembahan Somawangi pernah menggunakan kekuatan inti pukulan ini untuk menghancurkan sebuah batu hitam sebesar gajah yang menghalangi aliran air sungai Tambra ke sawah-sawah. Batu sebesar gajah itu hancur terbelah-belah menjadi serpihan dan debu yang tak berarti. Sejak saat itu orang-orang menamakan pukulan Somawangi sebagai kekuatan Gajah Godham.
Dinding Bayangan.
Ilmu warisan Roro Lawe sebagai orang yang menguasai kekuatan elemen angin. Pukulan Dinding Bayangan seperti hempasan dinding angin setebal tiga kaki atau kurang lebih satu meter, yang bisa di arahkan ke segala arah, bergerak cepat menghempas dan menghimpit musuhnya hingga terpental atau terhimpit dengan tubuh remuk. Kekuatan Dinding Bayangan juga merupakan kekuatan yang wajib dikuasai oleh seluruh Trah Somawangi.
Kekuatan pukulan Dinding Bayangan ini bisa dilakukan bersusulan, dengan melakukan pukulan tiada henti. Gelombang dinding angin setebal sekitar satu meter akan terus menghempas sampai benda yang diserang akan hancur berantakan. Bila kekuatan Dinding bayangan dilakukan dengan tangan berputar, maka selubung dinding angin akan menyerang ke segala arah menghajar musuh yang mengepungnya.
Lebur Saketi
__ADS_1
Pukulan jarak jauh yang banyak di minati para pendekar jaman dahulu.Keistimewaan dari ilmu ini antara lain yaitu memiliki pukulan yang mematikan, tanpa diketahui. Serangan pukulan ini bias dilakukan pada jarak tertentu. Orang biasa yang tidak punya kekuatan apapun akan langsung hancur organ tubuh bagian dalamnya seperti jantung, hati dan paru-paru. Dengan ilmu ini tingkat kepekaan seseorang semakin kuat, indera ke enamnya semakin tajam.
Disamping itu, Lebur Saketi dapat digunakan untuk pertarungan gaib, melawan makhluk-makhluk yang kasat mata, seperti siluman, jin dan setan. Pranaja jarang sekali mengunakan kekuatan Lebur Saketi karena dia memang jarang berurusan dengan makhluk astral. Hanya sekali dua kali dia menggunakannya dalam keadaan terpaksa.
Lembu Sekilan
Ilmu racikan Sultan Hadiwijaya atau Jaka Tingkir membuat seseorang memiliki tameng kebal saat bertarung dengan musuh. Tubuh pendekar Lembu Sekilan tak akan tersentuh lawan, bahkan saking kuatnya perisai ghaib ini pukulan atau senjata lawan akan melenceng sekitar satu hasta dan hanya mengenai ruang kosong saja.
Pranaja mendapatkan ilmu Lembu Sekilan dan Lebur Saketi dari ayahnya sendiri. Untuk mendalami ilmu Lembu Sekilan seseorang harus menjalani puasa Ngidang selama 40 hari. Puasa Ngidang yakni puasa yang dimulai pada Kamis Wage dan dilakukan seperti puasa pada umumnya. Di tambah dengan beberapa ritual lain yang membutuhkan kekuatan fisik dan mental yang tinggi.
Tirtanala
Ada dua jenis kekuatan yang dimiliki Tirtanala. Pertama, kekuatan inti air yang menyejukkan sekaligus menyembuhkan. Kekuatan ini bisa digunakan untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak serta mengembalikan fungsi-fungsi organ yang hancur sehingga normal kembali. Yang kedua, kekuatan inti air yang membekukan sekaligus menghancurkan. Orang yang terkena serangan ini, tubuhnya akan membeku kemudian hancur seperti serpihan-serpihan kaca.
Geni Sawiji.
Adalah kekuatan inti api yang diciptakan oleh Begawan Wanayasa, lalu di wariskan kepada putera bungsunya, Sampurna atau Eyang Karangkobar. Di dunia persilatan lebih dikenal sebagai Dewa Kemarahan. Kekuatan inti api itu begitu merasuk ke dalam tubuhnya sehingga seluruh tubuhnya bisa terbakar dari sumsum tulang sampai bulu rambutnya, tanpa dia merasa kepanasan, ataupun terbakar.
Mantera Geni Sawiji,
__ADS_1
“Aku kang lungguh ono ing satengahing jagad. Wuluku geni, kulitku geni, getihku geni, balungku geni, sum-sumku geni. Tak sabetaken gunung gugur, tak sabetaken bumi mbledhag. Ajur ora koneng kang lali marang dumadi.”(Kitab Irodarsulasikin, hal. 365 Bab 22)
Seketika seluruh tubuh Eyang Karangkobar dari ujung rambut sampai ujung kaki akan diselubungi api. Bahkan Iblis yang terbuat dari api pun takut melihatnya.
Anugerah Mata Dewa.
Anugerah Mata Dewa adalah kekuatan paling tinggi milik Begawan Wanayasa. Tidak ada kekuatan manusia yang mampu menandinginya. Anugerah Mata Dewa pertama diberikan kepada Miryam, karena dia adalah manusia pertama yang dilihat oleh Eyang Karang Kobar setelah bertahun-tahun melakukan tapa Netra. Yaitu bertapa dengan cara membutakan diri, menutup matanya dengan selembar kain merah agar tak tergoda oleh dunia.
Berikutnya kekuatan Anugerah Mata Dewa akan diwariskan kepada siapapun keturunan Trah Somawangi Yang Terpilih yang jatuh pada tahun-tahun kembar. Dan tahun 2020 keturunan Yang Terpilih adalah Rich Pranaja. Bukan hanya untuk pertarungan antar manusia, Anugerah Mata Dewa juga dapat memusnahkan kekuatan hitam yang berasal dari Iblis, Jin, Setan dan Siluman.
Badai Kosmik
Pukulan Badai Kosmik di perolehnya secara tak sengaja saat dia masuk portal lorong waktu dan kembali ke zaman es. Setelah berhasil menghancurkan lapisan es yang menyelubungi bola matahari, tubuhnya mencoba menyerap energi panas matahari dengan kekuatan Geni Sawiji.
Dan berhasil. Ternyata kekuatan panas matahari jauh lebih dahsyat daripada panasnya api. Bahkan ledakannya bisa mengakibatkan radiasi sianr ultra violet yang merusak serta gelombang elektromagnetik yang menggulung menghancurkan benda-benda langit dalam radius satu kilometer persegi.
Selain kekuatan-kekuatan di atas Pranaja juga memiliki benda mustika. Yang pertama adalah keeping Mustika Langit yang telah merasuk ke dalam tubuhnya. Keping Mustika Lanagit ini membuat tubuhnya anti racun dan dapat hidup di alam yang paling keras sekalipun. Seperti di dalam air ataupun di ruang angkasa yang hampa udara. Hal itu di karenakan komposisi oksigen di dalam tubuhnya tidak pernah berubah sehingga dia bisa tetap hidup walaupun tanpa bernafas sekalipun.
Benda Mustika yag kedua adalah Permata Biru sang Naga, yang diperolehnya dari seekor Naga sahabatnya. Dengan Permata Biru ini dia dapat menghidupkan kematian, termasuk kematiannya sendiri. Dan kekuatan permata biru itu hanya berlaku satu kali, dan alkhamdulillah dia belum pernah menggunakannya.
__ADS_1
Demikian para sahabat readersm author yang telah setia mengikuti petualangan Rich Pranaja. Terimakasih atas dukungannya, like, komen, vote, share, jempol dan bintang serta emotikan cintanya. Mulai besok Panaja akan mengikuti petualangan baru bersama sahabat-sahabat sekaligus musuh-musuh barunya dalam sekuel ketiga : DIBALIK EMOTIKON CINTA 2020. 🙏💪❤️👍