RICH PRANAJA PEWARIS TIRTANALA

RICH PRANAJA PEWARIS TIRTANALA
EPS 109 SELENA GOMEZ?


__ADS_3

EPS 109 SELENA GOMEZ?


Bongkahan-bongkahan es itu langsung luruh ke bawah begitu Pranaja menancapkan pedang Naganya. Bahkan efek panasnya membuat es itu mencair sekejap, tapi lalu membeku kembali. Walaupun membuat pakaian mereka basah kuyup, paling tidak kaki mereka bisa berdiri tegak di atas tanah.



“Hm, rasanya kita harus membuat sepatu khusus agar bisa berdiri diatas lapisan es,” kata Wyona.


“Ya, Wyona aku akan memikirkannya. Karena aku tidak menemukan apapun di sini kecuali es dan es,” sahut Pranaja.



Suasana begitu gelap tanpa cahaya matahari. Hanya karena kekuatan Anugerah Mata Dewalah yang membuat pandangan Pranaja tetap terang. Pemuda itu dapat melihat segala sesuatunya walaupun berada di kegelapan atau di dalam lapisan es. Sedangkan Wyona adalah seorang peri, tubuhnya selalu memancarkan cahaya, sehingga dia tidak pernah bermasalah dengan kegelapan.



Sejauh mata memandang memang hanya ada lapisan es yang menghampar sampai batas horizon atau kaki langit.



Heyaa!



Pranaja menancapkan pedang naganya di tanah. Perlahan tanah basah di sekitar mereka menjadi kering. Air dan bongkahan es yang mengelilingi mereka seperti tersingkir menjauhi mereka. Pranaja, Wyona dan Spot akhirnya bisa duduk tenang di atas lingkaran tanah kering itu.



“Masih berapa lama purnama akan mencapai puncaknya Wyona?” tanya Pranaja.



Walaupun bulan tidak bersinar, namun bola bulat yang menggantung tenang di langit hitam itu tetap terlihat oleh mereka. Cahaya Pedang Naga bagaikan lampu neon yang semakin lama semakin terang.



“Beberapa saat lagi Pranaja. Sampai pedangmu mengeluarkan cahaya biru, itu pertanda bulan purnama mencapai puncaknya," ujar Wyona sambil menatap cakrawala.



Suasana menjadi hening dan sepi. Suasana bumi pada jaman es betul-betul mengerikan. Hanya ada kegelapan sepanjang waktu. Tidak ada desir angin yang berhembus menyentuh dedaunan, tidak ada suara burung gagak yang berkoar di dahan mati, tidak ada desah nafas yang mengalun kecuali nafas mereka sendiri.



Tanpa sadar Wyona merapatkan duduknya ke tubuh Pranaja. Hm, rasanya damai sekali berada di samping pemuda itu. Tidak ada rasa takut atau khawatir walau kegelapan mengepung mereka. Dipegangnya tangan pemuda itu erat-erat. Menyatukan getaran-getaran cinta antara sang penjaga dan penunggang Naga. Pranaja hanya melirik sekilas, kemudian mengalihkan pandangannya ke arah bulan hitam yang bergerak tanpa awan.



“Wyona,” ucap Pranaja lirih, memecah kebekuan.


Wyona menatap wajah pemuda itu dari samping, mengamati ujung hidungnya yang tidak terlalu mancung tapi juga tidak flat.


“Ya?”


“Boleh aku menanyakan sesuatu?”


Wyona menganggukkan kepalanya.


“Tapi, kau jangan marah ya?”


Wyona menganggukkan kepalanya kembali.



“Emm...Wajahmu mengingatkan aku pada seseorang.”


Wyona malah tersenyum. Pranaja jadi salah tingkah sendiri.

__ADS_1


“Jangan salah sangka. Emm.. maksudku wajahmu mirip sekali dengan temanku.”


“Teman apa teman?” goda Wyona sambil mencolek pinggang Pranaja.


“Eh! Oh!” Pranaja menjadi geli. “I..iya teman.”


“Teman tapi mesra? Iya kan?”


Kali ini Wyona mencubit gemas pipi Pranaja.



“Adduh! Kau marah Wyona?”


Wyona menggelengkan kepalanya.


“Tidak. Kenapa aku harus marah? Tidak ada gadis lain disini. Hanya ada aku dan kamu. Lebih baik menikmati wajahmu daripada mengumbar rasa cemburu yang tidak jelas.”



Pranaja terdiam mendengar kata-kata Wyona.


“Maafkan aku Wyona. Apa kau sudah menganggap aku sebagai kekasihmu?”



Wyona menggeser duduknya di depan Pranaja. Dipegangnya kepala pemuda itu dengan kedua tangannya. Didalam kegelapan, sinar putih di sekujur tubuh Wyona terlihat semakin terang. Dan Pranaja semakin terpesona denga kecantikannya. Mungkin inilah wujud bidadari seperti yang pernah dia baca dalam novel-novel halu para author di Noveltoon.



“Dalam kisah dunia Naga, penjaga naga dan penunggangnya selalu menjadi sepasang kekasih. Semakin kuat cinta yang terjalin diantara mereka, semakin kuat juga Naga yang mereka jaga.”



Kepala Wyona bergerak perlahan mendekati wajah Pranaja. Bibirnya yang ranum membuka, menebarkan aroma harum bunga nirwana. Dan hasrat Pranaja tersedot di dalamnya. Semakin dekat dia menatap wajah Wyona, semakin dia mengenali wajah itu. Dan Pranaja terkesiap kaget.




Wyona menghentikan gerakannya pada jarak satu senti dari wajah pemuda imut itu. Pranaja menggeleng-gelengkan kepalanya.



‘Ah, tidak! Aku tidak boleh mengkhianati cinta Ren. Dia sedang menungguku dalam kegelisahan. Mengapa aku masih memikirkan kesenangan?’ batin Pranaja.



Wyona tersenyum lembut. Diciumnya ujung kepala Pranaja dengan penuh cinta.


“Kau benar-benar tidak mau mengkhianatinya kan?”


Pranaja menganggukkan kepalanya.



“Heh…”


Wyona mendesah lirih. Lalu memperbaiki duduknya, tapi dia masih menatap pemuda yang ditakdirkan menjadi kekasihnya itu. Perlahan ada titik air kedua sudut matanya. Pranaja jadi tidak enak hati.


“Kau jangan menangis Wyona. Aku tidak bermaksud membuatmu sedih.”


Wyona menggelengkan kepalanya.


“Aku sedang berbahagia Pranaja. Cintamu benar-benar tulus. Aku kagum padamu.”


Pranaja hanya terdiam. Ditatapnya wajah mirip Ren itu.

__ADS_1


“Kau masih penasaran, kenapa wajahku mirip kekasihmu?” tanya Wyona.


Pranaja menggelengkan kepalanya.


“Bukannya penasaran Wyona, kau kan bukan manusia. Tidak mungkin kan kau saudaraan sama Ren?”


“Jadi kekasihmu namanya Ren?”


Pranaja menganggukkan kepalanya. Wyona menggeser duduknya kembali di samping tubuh Pranaja. Lalu menyandarkan kepalanya di bahu sang penunggang Naga.


“Kau benar Pranaja. Aku bukan manusia, aku hanyalah peri. Makanya aku bisa membaca hatimu. Dan aku berusaha membuat hatimu bahagia,” ujar Wyona.


“Apa maksudmu?”


“Aku adalah peri penjaga Naga. Dan kau ditakdirkan menjadi kekasihku, makanya aku berusaha menjadi seseorang yang sedang bersemayam di dalam hatimu.”


Pranaja terhenyak. Belum memahami kata-kata Wyona.


“Sebagai kekasihmu, aku akan menjadi siapapun gadis yang kau suka saat ini.”



“Siapapun?”


Wyona menganggukkan kepalanya.


“Misalkan aku sedang merindukan seseorang selain Ren di dalam hatiku, kau juga akan menampakkan diri seperti dia?”


Wyona menganggukkan kepalanya kembali.


Pranaja mengangkat kedua alisnya.


“Apa itu artinya aku bisa berkencan dengan setiap gadis yang aku inginkan di dalam hatiku?”


Lagi-lagi Wyona menganggukkan kepalanya.


Pranaja menggaruk-garuk kepalanya. Jadi penasaran nih. Dia mengingat-ingat gadis-gadis cantik yang pernah masuk ke dalam dunia fantasinya. Pranaja mengangguk-anggukkan kepalanya. Dia ingat, waktu SMP dulu sangat menyukai Selena Gomes, itu lho penyanyi latin belia yang sangat seksi.


Pranaja memejamkan matanya sambil mengingat-ingat lagu hit pertama Selena, lalu bibirnya bergerak-gerak menyanyikan sedikit lagu ‘Who Says’.



Who says, who says you’re not perfect?


Who says you’re not worth it?


Who says you’re the only one that hurtin’



“Kau tahu lagu itu Wyo…” ujar Pranaja sambil membuka matanya.


“Jabang Bayi! Astaganaga!”



Teriak pemuda itu. Seperti mendengar petir di siang bolong, tubuhnya langsung meloncat ke belakang. Matanya nampak melotot melihat sosok gadis di depannya dengan pandangan tak percaya.



“Kenapa Pranaja? Kau seperti melihat hantu?”


Tangan kanan Pranaja menunjuk Wyona dengan gemetar.


“K..Kau Selena Gomez?” ucapnya.


Selena Gomez eh, ...Wyona tertawa.

__ADS_1


Huft! Betul-betul dunia halu!


__ADS_2