
EPS 55 AMUKAN GAJAH KETATON
Cermin adalah alat untuk kita melangkah lebih baik karena ada dua fungsi yang kita dapatkan dari bercermin: mengevaluasi kekurangan kita dan mengapresiasi kelebihan orang lain. Kesombongan hanyalah langkah bodoh karena kita akan kehilangan rasa hormat kepada orang lain dan mengecilkan diri kita sendiri.
Batalyon Pasukan Mawar Hitam berusaha keras mencari jalan keluar dari perut pegunungan Sayan, Rusia. Jet-jet tempur milik militer pemerintah Mongolia telah memborbardir gerbang masuk dan keluar markas Tentara Pembebasan Mongolia hingga runtuh dan tertutup. Ratusan manusia raksasa dengan kekuatan gajah, menubruk dan menggali dinding pegunungan. Benturan itu menyebabkan bumi sabana bergetar hebat. Tiap kali tumbukan itu terjadi, bukit berguguran. Bagaikan gajah ketaton atau gajah terluka mereka terus mengamuk tanpa kenal lelah.
Tidak butuh waktu lama akhirnya kaki bukit sebelah timur tampak menganga. Sebuah lubang besar terbentuk akibat benturan itu. Kekuatan yang luar biasa. Moncong-moncong senjata pasukan pemerintah langsung mengarah ke lubang itu. Roket, meriam, pelontar granat, para sniper. Dengan sikap siaga mereka siap menyambut kehadiran Pasukan Tempur Mawar Hitam.
Slap! Slap! Slap! Slap! Slap! Slap!
Tubuh-tubuh raksasa itu beterbangan dari dalam lubang perut perbukitan. Dengan kecepatan bak rajawali mereka melompat lompat menerjang dan melayang menuju sasaran. Kecepatan tinggi dan jumlah mereka yang banyak membuat pasukan pemerintah kesulitan mengunci sasarannya. Akhirnya mereka menembak sekenanya.
Suasana menjadi kacau. Ketika puluhan pasukan raksasa itu tiba-tiba mengepung sebuah panser dan membalikkannya. Tentara pemerintah yang ada di dalamnya ikut di habisi.
“Harrgghhh!”
Auman kemenangan terdengar menggetarkan hati musuh-musuhnya. Mereka juga melengkapi diri dengan persenjataan panah yang diujungnya di pasang bom- bom pintar dengan daya ledak yang tinggi. Bom-bom pintar ini memiliki kamera kecil yang akan memandu bom pintar ini mencari sasarannya. Akurasinya 99 persen.
Anak-anak panah itu mulai bersliweran di udara mencari sasarannya masing-masing. Bagaikan anjing pelacak, mereka hanya akan meledak manakala telah mengenai sasaran-sasaran musuhnya. Panser, Tank, peluncur roket, mobil-mobil militer ataupun gudang-gudang senjata.
Blar! Blar! Blar! Blar!
__ADS_1
Kendaraan-kendaraan dan pasukan kavaleri pemerintah hancur dan musnah saat bom pintar itu mengenai sasarannya. Beberapa orang anggota Pasukan Mawar Merah dilontarkan keudara oleh teman-temannya. Tubuh mereka seperti terbang tinggi menembus awan menghadang kedatangan jet-jet tempur pemerintah dan melepaskan anak panahnya. Para pilot pesawat tempur yang terkejut dengan kedatangan mereka, tak sempat menghindar.
Blar! Blar! Blar! Blar!
Hancur tak berwujud lagi bersama awak pesawat di dalamnya.
“Harrgghhh!”
Auman kemenangan terdengar dimana-mana. Pasukan pemberontak terus merangsek maju. Menjelang siang Tentara Pembebasan Mongolia telah berhasil merebut satu kota penting di dekat perbatasan Rusia. Mereka bertindak begitu ganas dan kejam. Siapapun yang bertemu mereka, tentara pemerintah ataupun rakyat sipil, semua dibantai dengan kejam.
Ribuan nyawa tak berdosa melayang sia-sia. Pasukan yang tidak mengenal belas kasihan itu tidak dapat di hentikan. Tubuh mereka dapat melesat dengan cepat kesana kemari, sehingga sangat sulit di tembak. Kalaupun ada peluru yang menyentuh kulitnya, mereka hanya menyeringai kesakitan tanpa menderita luka sedikitpun alias kebal peluru.
“Harrgghhh!”
Rupanya pengaruh zat Katinon yang telah disuntikkan ke dalam tubuh mereka sudah habis pengaruhnya. Akibatnya tubuh mereka merasakan kelelahan yang luar biasa, rasa lemas dan rasa ngantuk yang tidak dapat di tahan lagi. Mereka butuh suplai zat Katinon baru untuk mengisi ulang batere energi mereka agar bisa memiliki kekuatan mereka kembali.
Hrrrghh..
Terdengar suara dengkuran keras dimana-mana. Kesempatan ini tidak di sia-siakan oleh tentara pemerintah. Kesempatan yang sudah diperhitungkan dengan matang oleh Pranaja dan Miracle sangat menguntungkan mereka. Menggunakan peralatan listrik tegangan tinggi, mereka menyetrum tubuh-tubuh raksasa itu hingga tubuhnya hitam terbakar sengatan listrik.
Beberapa helikopter terbang ke udara, lalu melemparkan jaring-jaring kabel terbuka yang sudah di aliri listrik kepada beberapa kelompok Pasukan Mawar Hitam yang tertidur di tempat yang sama. Akibatnya bisa diduga, nyawa mereka melayang dengan tubuh menghitam karena sengatan listrik bertegangan tinggi.
__ADS_1
***
Jenderal Xialuai Khan terperangah melihat anak buahnya tumbang satu persatu. Dengan mata kepalanya sendiri dia melihat anak buahnya tewas dengan cara mengenaskan. Disetrum sampai gosong oleh tentara pemerintah. Bukan main marahnya hati sang Jenderal melihat anak buahnya diperlakukan dengan cara-cara binatang.
“Biadab! Harrgghhh!”
Teriakannya menguntur menggetarkan seantero langit padang sabana. Dia dan beberapa petinggi militer serta pasukan pengawal pribadinya sama sekali tak terpengaruh oleh zat Katinon. Mereka memiliki peralatan sendiri yang berbeda dengan peralatan yang dipakai prajurit biasa.
Limabelas orang Pasukan Mawar Hitam terbaik berdiri tegak di atas garis pegunungan Sayan. Mereka membawa misi balas dendan atas kematian rekan-rekan mereka.
“Aku tidak tahu caranya. Tapi ada seseorang yang telah meracuni rakyatku, Pasukan Mawar Hitam. Dan aku tidak akan pernah mengampuninya,” ucapnya dengan suara datar. “Pengkhianat itu akan mengalami kematian dengan cara yang tidak pernah dia pikirkan.”
“Harrgghhh! Harrgghhh! Harrgghhh!”
Suara aumannya di balas kembali oleh anak buahnya. Lalu dari atas garis pegunungan itu dia meloncat jauh lalu terjun ke bawah dengan cepat. Menembus dinding angin dan tebalnya awan putih, lima belas Pasukan Mawar Hitam pilihan ini mendarat dengan mulus. Setelah itu mereka berari dengan kecepata super menuju medan perang.
Pasukan pemerintah yang masih bersiaga tiba-tiba melihat debu yang mengepul dari atas bukit dengan kecepatan tinggi. Semakin dekat semakin cepat. Mereka semua kembali bersiaga, mengarahkan moncong senjatanya ke arah kepulan asap itu. Pada jarak limaratus meter, kepulan asap itu buyar. Dari tengah kepulan asap itu melesat belasan sisa Pasukan Mawar Hitam yang jauh lebih kuat.
Mereka langsung mendarat di depan moncong senjata pasukan pemerintah, lalu melemparkan bom plasma.
Blab! Blab! Blab! Blab!
__ADS_1
Setelah itu melompat kembali dengan sangat cepat menuju sasaran lainnya. Ledakan bom Plasma itu menimbulkan sebaran sinar seperti pita berwarna-warni. Merah, kuning, hijau, biru, putih dan hitam. Siapapun yang terkena sebaran sinar itu tubuhnya langsung meledak dan hilang menjadi abu. Mereka bahkan tidak sempat berteriak karena tidak ada rasa sakit yang mematikan.
Sebaran sinar warna-warni yang sangat mematikan itu terus berpendar kemana-mana. Menebarkan potensi ancaman bukan hanya di lokasi perang, tapi juga jauh di tempat lain karena sifat cahaya yang tidak bisa di hentikan.