
TRANSPORTER
Shield menghidupkan layar monitornya. Nampak gambar-gambar suasana satu jam sebelum buku resep itu dicuri. Para penjaga sudah bekerja sesuai prosedur operasi Semua gambar ditayangkan satu persatu.
“Kau lihat Pranaja, gambar-gambar di sore hari tidak menampakkan keberadaan Tong Pi. Berarti dia memang datang saat malam hari,” kata Miracle
“Ini kan kejadian satu jam sebelumnya, mungkin pencurinya belum muncul,” sahut Pranaja. “Shield tayangkan gambar-gambar pada saat kejadian, pukul 07.04 malam!”
Gambar-gambar pada saat kejadian juga ditayangkan satu persatu. Termasuk saat seorang petugas yang sedang berjaga di di depan pintu seperti berbicara dengan seseorang. Anehnya tidak ada satu orangpun yang tertangkap satelit atau kamera yang ada di tempat itu.
“Apa artinya ini M?” tanya Pranaja.
“Artinya temanmu terlindungi oleh sesuatu sehingga tidak bisa ditangkap citra satelit,” sahut M.
“Rupanya mereka telah memperhitungkan segala sesuatunya dengan cermat. Baik, kita tunjukkan siapa yang menjadi cicak dan siapa yang menjadi buayanya,” ujar Pranaja kesal. “Mau main-main denganku.”
Rupanya pemuda itu betul-betul telah terusik emosinya. Miracle malah tertawa melihat wajah Pranaja yang biasanya jahil, sekarang terlihat jengkel. Wajahnya persis sama saat dia kena prank. Marah, kesal tapi tambah ganteng. Hehehe… wajah yang tidak pantas marah. Kalau agen rahasia wajahnya kayak Pranaja semua, mungkin penjahatnya langsung tobat.
“Sabar sayangku. Kalau kau melakukannya dengan emosi, segala sesuatunya akan menjadi tidak terkendali,” ledek Miracle. “Sekarang tenanglah, suruh Shield memindai bendanya dengan sinar infra merah.”
Pranaja memelototi wajah Miracle. Huh, malah bercanda, orang lagi serius juga, batinnya. Tapi idenya bagus juga.
“Shield! Lacak sosok yang berbicara dengan si penjaga dengan mendeteksi efek panas tubuhnya,” kata Pranaja.
Shield menampilkan kembali gambar saat penjaga berbicara dengan seseorang di depan pintu ruang pustaka. Dia pindai sosok misterius itu dengan mendeteksi panas tubuhnya. Perlahan kelihatan sosok tubuh berwarna merah berdiri di depan si penjaga..
“Shield! Sekarang pindai dia. Kau bisa menampilkan sosok wajahnya secara utuh kan?” tanya Pranaja.
Shield mendesis, system di dalam tubuhnya sedang ‘menguliti’ tabir yang menyelubungi sosok misterius itu. Perlahan sosok bewarna merah itu kelihatan wujud aslinya.
“Siapa orang ini M? Kau mengenalnya?” tanya Pranaja terperanjat..
M memindai wajah penjaga asing itu dengan ponsel pintarnya, lalu menayangkan profilnya lewat layar hologram. Kemudian keluarlah suara robot digital bernama Smartext yang membacakan profil penjaga asing itu.
“Inilah penjaga yang bernama Kamir Sun M. Dia mengaku disuruh olehmu untuk mengambil katalog rahasia di dalam ruang pustaka rahasia M,” ujar Smartech.
M diam tak bereaksi. Wajahnya tetap tenang, dingin dan tangguh.
. “Benar kau yang menyuruhnya M” tanya Pranaja
M menggelengkan kepalanya.
“Kalau aku menyuruhnya, dia pasti membawa PIN dariku.”
__ADS_1
Tapi nampaknya penjaga yang pertama memang menolak membuka pintu Pustaka Rahasia Dinas Intelijen Rahasia Inggris. Tapi penjaga yang baru datang menodongkan pistol.
“Buka pintunya! ‘perintahnya.
Penjaga ruang melakukan perlawanan. Pistol yang ada di tangan penyerangnya langsung di tendang. Mendadak ada orang datang memakai penutup wajah dari kain. Dia memukul penjaga pertama dengan satu gerakan, tepat pada rahangnya. Penjaga itu kehilangan keseimbangan dan jatuh terkapar di lantai depan ruang Pustaka.
“Oh My God! Masih muda dan kuat, tapi main keroyokan. Dasar pencuri!” kali ini Miracle yang terbawa emosi.
Pranaja tertawa lebar, tanpa suara.
Tiba-tiba muncul orang kedua di belakangnya. Pranaja dan Miracle jelas mengenalnya. Tubuhnya kurus, kepalanya gundul, wajahnya kekanak-kanakkan
“Tong Pi!” teriak mereka bersama.
Pranaja langsung memperbesar wajah Tong Pi. Terlihat tidak bahagia dan penuh tekanan. Sekilas dia menatap ke arah CCTV sambil mulutnya mengucapkan sesuatu.
“Lihat M, mulut Tong Pi seperti mengucapkan sesuatu!” teriak Pranaja.
“Di zoom terus Ja, sampai jelas dia mengucapkan kata apa?”
Pranaja memberbesar wajah Tong Pi. Dari mulutnya jelas dia mengucapkan kata, “Help! Help! “
“Rupanya dia butuh bantuan M,” seru Mirale seperti histeris.
“Kemana dia perginya?” tanya Pranaja heran.
“Pasti dia telah mengambil buku resepnya, lalu pergi dengan kekuatan teleportasinya.”
Pranaja menggeleng-gelengkan kepalanya. Lalu dia memanggil M.
“Aku minta iin untuk mengejarnya,” tekad Pranaja.
“Aku pikir pencuri kita memiliki kemampuan teleportasi. Dia mampu memindahkan dirinya dari satu tempat ke tempat lainnya dalam waktu yang sangat cepat, melebihi kecepatan waktu,” kata Pranaja.
“Artinya kita tidak mungkin bisa menangkapnya?” tanya Miracle
Pranaja menggeleng.
“Bisa, sangat bisa. Bahkan untuk manusia secepat itupun dia tetap membutuhkan tempat untuk berpijak. Dan setiap jejak punya pola yang bisa kita pelajari.”
Miracle nampak fokus mendengarkan penjelasan Pranaja.
“Sekarang kita lacak dimana dia berada. Shield tunjukkan padaku jalur pelariannya!”
__ADS_1
Shield menampilkan gambar peta bumi. Nampak ada titik yang berkedip-kedip yang berpindah cepat dari satu tempat ke tempat lain. Lalu berhenti di sebuah titik.
Pranaja memperbesar tempat dimana titik tadi terakhir berhenti. Nampaknya tempat itu adalah sebuah situs purbakala yang tidak terurus. Sebuah candi kecil di tengah hutan di sebuah pulau di India.
“Shield! Ayo kita kesana !”
Pranaja melompat ke dalam kokpit. Shield mendengung keras, perlahan tubuhnya berubah menjadi cahaya dan melesat menuju tempat itu.
Dengan kecepatan cahaya, tak sampai lima detik mereka sudah sampai di hutan itu. Pranaja memeriksanya dengan seksama. Ada bekas-bekas pesawat luar angkasa mendarat di tempat ini. Shield terus memindai perpindahan titik itu dari tempat itu ke tempat lainnya.
“Apakah kau menemukan sesuatu?” tanya M dari layar monitor.
“Ya M. Dia memang mendarat disini. Nampaknya dia langsung pulang ke negeri asalnya, Mongolia.” jawab Pranaja.
“Shield sudah memindainya?”
“Ya, tapi sudah terlalu jauh M. Mungkin Tong Pi sudah menyeberang menjauhi India lewat jalur darat.”
“Bagaimana mungkin?”
“Karena di tidak suka daerah berair, tapi dia lari melompat dari Inggris, lalu Belgia, Jerman, Cekoslovakia lewat pedalaman Eropa.
M menganggukkan kepalanya.
“Lalu, apa kau mempunyai rencana lain?”
Pranaja menggelengkan kepalanya.
“Kecuali kita mempunyai sesuatu yang menarik untuk memancingnya datang kesini lagi. Aku pasti bisa menangkapnya karena aku sudah tahu pola perpindahannya.”
“Maksudmu kita akan menjebaknya?” tanya M lagi.
“Benar. Teleportasi adalah kemampuan memindahkan suatu benda dari satu tempat ke tempat lain melebihi kecepatan cahaya. Namun dalam jarak tertentu dia harus muncul di.permukaan tanah. Dan pola yg bisa kita pelajari, batas jarak dan waktu."
Miracle menatap Pranaja penuh rasa kagum.
"Menurut perhitunganku dari Mongolia dia akan kembali ke Eropa untuk melakukan misa liannya. Dan kemungkinan dia akan menampakan dirinya di Ukraina. Salah satu negeri di Eropa Timur. Disitulah kita akan menangkapnya.”
M tersenyum. Betapa anak itu memiliki kemampuan operasi yang baik. Memutuskan sesuatu dengan bahasa yang bisa di mengerti.
“Aki tahu siapa yang akan menarik hati Tong Pi datang kesana,” katanya.
Lalu dia menatap tajam wajah Miracle.
__ADS_1