
PILOT BARU B2
PEGUNUNGAN SAYAN, RUSIA. PUKUL 00:00
Kontras dengan keadaan permukaannya yang gelap dan sunyi, jauh di bawah tanah pegunungan ini ada kesibukan yang luar biasa. Bagaikan pasukan rayap yang terus bergerak sepanjang waktu, ribuan anggota Tentara Pembebasan Mongolia terus mempersiapkan dirinya untuk mendukung gerakan 14 Februari 2020. Mereka bergerak bersama, bahu membahu demi meraih impian yang ditaburkan oleh pemimpin mereka, Xialuai Khan.
Para komandan pasukan infanteri sibuk menyiapkan logistik pasukan, sedangkan pasukan kavaleri ada dua, pasukan berkuda dan pasukan Tank. Di sudut lainnya, satu kompi pasukan dengan bertelanjang dada sibuk berlatih ilmu bela diri, Tangan-tangan mereka yang kuat mampu membelah lima tumpukan batako menjadi dua bagian, sedang tendangan kaki mereka yang kuat mampu menghancurkan tumpukan bata yang disusun seperti limas.
“Heyaa! Prak! Heyaa! Bruk!”
Di ruang lainnya, ruang yang jauh tersembunyi di bawah bangunan, adalah ruangan besar Batalyon Tempur Pasukan Mawar Hitam. Tujuh ratus pasukan bertubuh raksasa duduk berjajar dalam satu ruangan kaca. Di belakang mereka ada tabung kecil berisi ramuan Mawar Hitam berbentuk cairan. Sedikit demi sedikit ramuan itu di suntikkan bersama ke dalam tubuh merea dengan peralatan robotik. Setiap kali alat suntik itu menusuk kulit, mereka akan menggeram bersama sambil memejamkan matanya.
“Hrrgghh!”
Seperti ada hawa sejuk yang mengalir merasuki saluran darah mereka, memuat energy mereka bertambah berlipat-lipat. Tubuh mereka pun akan tumbuh semakin besar. Rata-rata tinggi pasukan ini adalah dua meter, lengan berotot, dada bidang dan gigi taring yang keluar dari bibir mereka. Kuku jari-jari tangan dan kaki juga tumbuh sekuat besi baja. Inilah inti daripada kekutan pasukan Tentara Pembebasan Mongolia pimpinan jenderal Xialuai Khan.
Sementara di hanggar pesawat tempur Kapten Vladimir Kasparov dan Letnan Viktor Rumanov baru saja menyelesaikan brifing kepada para calon pilot pesawat tempur. Sebagian besar pilot masih sangat pemula, mereka hanya biasa menjadi pilot pesawat bermesin tunggal. Menjadi pilot pesawat tempur dibutuhkan ketrampilan tertentu dan kecerdasan di atas rata-rata.
“Ah. Sulit membentuk mereka menjadi pilot tempur. Bahasa Inggris saja banyak yang belepotan,” kata Viktor sambil ketawa ngakak.
“Iya Kapt, banyak yang belum mengenal perangkat yang ada di dalam tekhnologi pesawat super canggih ini,” kata Viktor sambil memandang pesawat pembom siluman B2.
Tiba-tiba sebuah mobil masuk hangar dengan kecepatan tinggi. Lalu mengerem mendadak hingga mengeluarkan suara berdecit, sebelum bermanuver membentuk lingkaran dan berhenti tepat di depan Kapten Vladimir Gasparov dan Letnan Viktor Rumanov.
“Ciciieet..!! …Ciieet…!!”
Asap dan debu mengepul menyelubungi mobil sport mewah itu. Setelah asapnya mereda barulah kelihatan wujudnya. Ferrari F430 merah menyala, sungguh elegan. Vladimir dan Viktor saling berpandangan, penasaran siapa yang ada di balik kemudi mobil itu. Pintu terbuka. Kolonel Jzadi Kurk, Komandan Angkatan Udara Tentara Pemberontak Mongolia.
“Selamat malam Kolonel,” sapa kedua pilot dari Rusia itu.
__ADS_1
“Selamat malam Vladimir, Viktor,” sahut Kolonnel Jzadi.
Pintu mobil Ferrari itu terbuka kembali. Seorang pemuda, tinggi ramping, bertampang imut, memakai kaos lengan panjang berwarna hitam, kacamata hitam, dan memakai masker hitam menutupi mulut dan wajahnya yang imut.
“Perkenalkan pilot baru dari Indonesia, Kapten Rich Pranaja.,” ucap sang Kolonel.
Pranaja melakukan salam komando dengan kedua pilot Rusia itu.
“Hebat banget mobilmu brow. Tentara Indonesia bias beli Ferari?”
Vladimir dan Viktor melihat-lihat bodi mobil sambil berdecak kagum.
“Kebetulan lagi kepengin bawa Ferari, biasanya sih suka bawa Aston Martin, atau Mercedes AMG GT 63 S seri terbaru,” Pranaja menjadi songong.
Dalam hatinya dia tertawa. Padahal Ferari itu adalah jelmaan Shield, yang bisa meniru mobil apa saja di dunia.
“Kamu tentara apa bisnisman?” tanya Viktor.
Pranaja tersenyum. Lalu menoleh pada sanag Kolonel.
“Boleh aku melihat pesawatku, Mister Kurk?”
“Of course! Ayo ikut!” kata Kolonel Jzadi Kurk.
Mereka pergi meninggalkan Vladimir dan Viktor yang masih penasaran dengan kedatangan Pranaja. What a rich soldier he is!
***
Pranaja masuk ke ruang cockpit pesawat pembom siluman B2. Pesawat tempur produk Northrop Grumman B-2 Spirit ini adalah pesawat tempur bertekhnologi siluman yang digunakan untuk pengeboman. Pesawat yang dibuat dari bahan termoplastik ini digunakan secara resmi oleh Angkatan Perang Udara Amerika Serikat. Dengan bahan non logam, membuat badan pesawat ini tidak bisa di deteksi oleh radar musuh.
__ADS_1
Pranaja menekan tombol on. Terdengar suara mendengung, kemudian pesawat itu mulai melayang ringan di udara. Tiba-tiba pesawat itu menyala, terdengar suara gemuruh yang memekakkan telinga. Sesaat kemudian, pesawat itu melesat meninggalkan hangar, menuju ruang terbuka di luar permukaan tanah. Walaupun tidak secepat pesawat tempur pada umumnya, tapi kelebihan B2 adalah mampu menembus perisai pertahanan udara atau radar yang canggih. Lalu dengan presisi yang tinggi menjatuhkan bom pada obyek-obyek vital milik musuh.
B2 itu bermanuver di udara, mengaktifkan system anti radar, lalu menyusup masuk kembali ke hangar pesawat tadi. Beberapa penjaga yang ada di tempat itu terkejut dengan kemunculan pesawat siluman itu di depan mata mereka. Kecuali Kolonel Jzadi yang terlihat tersenyum senang melihat maneuver Pranaja.
“Bagus Kolonel, sistem anti radarnya masih berfungsi baik,” kata Pranaja sambil mengacungkan ibu jarinya dari balik kokpit pesawat.
“Itu juga membuktikan bahwa kau memang pilot professional Kapten, tidak salah kami merekrutmu menjadi bagian angkatan udara Tentara Pembebasan Mongolia,” sahut sang Kolonel sambil tersenyum puas.
Pranaja turun dari kokpit. Lalu berjalan menuju café yang ada di sudut hanggar. Nampak ada perempuan berambut pirang sedang duduk sendirian menunggu minuman datang. Vladimir dan Viktor menghampiri gadis itu, dan mengajaknya berkenalan.
“Hi, Girl, what’s your name?”
“I am Miracle.”
“Ya. Wajahmu memang betul-betul ajaib. Aku saja langsung jatuh cinta begitu melihatmu,” goda Vladimir.
“Hehehe…kau benar kapten. Miracle benar-benar cantik. Mungkin kita bisa jalan bersama nanti malam?”
Miracle tersenyum. Lalu dia menatap wajah kedua pilot Rusia itu. Entah kenapa Vladimir tiba-tiba marah kepada Viktor.
“Bersikap sopan lah Viktor. Dia adalah gadis terhormat, bukan gadis murahan seperti yang biasa kau temui di jalanan!” bentak Vladimir.
Viktor terkesiap kaget, lalu membalas tatapan Vladimir.
“Hai, cool brother. What happened with you. Gadis ini bukan milikmu kan? Kita menemukannya berdua,” sahut Viktor.
Lalu situasai menjadi memanas. Miracle segera berjalan meninggalkan kedua pilot Rusia itu yang masih meributkan dirinya. Bahkan mereka sempat baku hantam sebelum beberapa pengunjung café yang sebagian besar ekspatriat dan tentara bayaran asing memisahkan mereka.
Di sudut ruangan, Pranaja tersenyum sendiri. Dia tahu, Miracle telah mengendalikan pikiran Vladimir sehingga menganggap Viktor sebagai saingannya dalam merebut gadis yang baru di temuinya. Hehehe…Miracle... jempol!
__ADS_1