RICH PRANAJA PEWARIS TIRTANALA

RICH PRANAJA PEWARIS TIRTANALA
EPS 63 MAKHLUK DARI DALAM KABUT


__ADS_3

EPS 63 MAKHLUK DARI DALAM KABUT


Okunumenda adalah sebuah desa kecil di daerah pegunungan Allbush. Karena miskin dan tanahnya tandus wilayah ini tidak diakui kerajaan manapun. Apalagi di sekelilingnya ada pegunungan dan bukit-bukit kecil dengan bebatuan yang keras dan licin sehingga sulit dilalui. Hanya ada pohon perdu dan semak-semak disini. Penduduk jadi banyak yang meninggalkan desa itu. Mereka memilih hidup dan bekerja di negeri yang makmur dan melimpah makanannya.


Penduduk yang tersisa memilih beternak. Itu karena rumput lebih mudah didapat daripada tumbuhan lainnya. Sapi dan kambing hidup dengan bebas disini. Hewan-hewan itu akan diambil susu dan dagingnya untuk diolah menjadi makanan. Dagingnya akan diasapkan hingga kering, kemudian disimpan. Karena suhu yang dingin, daging tidak cepat busuk.


Sementara susunya akan diolah menjadi mentega untuk menggoreng daging. Sisanya di buat keju. Itulah makanan pokok mereka.


Sehari-hari mereka hanya makan daging asap yang di goreng dan keju mozzarella. Tidak ada sayur dan buah. Karena itulah mereka terkejuat saat melihat Pranaja memasak makanan dari bahan yang selama ini dianggap sebagai tanaman semak yang tidak bisa dimakan.


“Hah? Ini semua bisa dimakan?” tanya mereka.


Pranaja tersenyum lalu dia mulai beraksi. Dia memotong daging sapi dalam irisan tebal dan memanjang. Kemudian dipanggang pada kedua sisinya, biar matang merata. Lalu kedua sisinya itu digosok dengan potongan bawang putih. Tomat dia masukkan ke dalam air mendidih sebentar, lalu diangkat dan kulitnya diiris dadu. Setelah itu ditaburkan diatas daging panggang bersama dengan garam, mentega dan daun kemangi. Barulah kemudian potongan keju mozzarella di taruh diatasnya lalu dipanggang kembali sampai meleleh. Terakhir taburi kembali dengan mentega, daun kemangi segar dan lada hitam bubuk. Selesai sudah hidangan utamanya.


“Ini hidangan utamanya. Coba kalian cium,” katanya.


“Tidak perlu dicium, dari sini saja sudah tercium kelezatannya,” ujar Kepala Desa yang baru datang menjenguk dapur. “Kau hebat sekali Chef Rich.”


Pranaja tertawa senang. Tidak percuma dia dulu belajar memasak dari ibu.


“Oke. Sekarang hidangan kedua,” katanya sambil mengambil beberapa buah talas yang sudah dikupas dan dipotong-potong oleh Ox.


Pemuda itu merendam potongan talas sekitar satu jam. Kemudian talas dicuci lagi sampai bersih, lalu dikukus. Setelah empuk, barulah diangkat dan ditaruh diatas piring. Pranaja kemudian menaruhnya di atas meja panjang beserta hidangan utama tadi.


Selain itu dia menyajikan minumannya dari buah-buahan yang dia dapatkan dari pegunungan Allbush. Raspberry dan Blueberry dipotong dua, kemudian dimasukkan ke dalam wadah. Ditambah yogurt, madu dan gula. Setelah itu dipanggang sampai gulanya meleleh dan bergelembung. Kemudian baru disajikan dengan hidangan lainnya. Vitamin di dalam buah Berry tidak akan rusak walaupun dipanaskan atau dipanggang dengan suhu yang panas.

__ADS_1


“Ini nama masakannya Talas Kukus dan Beef Tomat Mozarella Daun Kemangi. Dan minumannya Mix Raspberry Blueberry Extravaganza. Silahkan dicicipi,” kata Pranaja.


Kepala desa maju pertama kali. Diambilnya sepotong talas, potongan daging sapi tadi ke atas piring. Kemudian dimakannya bersama. Matanya langsung mengerjap-ngerjap.


“Chef Rich, Ini adalah masakan paling lezat yang pernah kumakan seumur hidupku,”katanya.


Pranaja tersenyum. Kemudian dia mempersilahkan penduduk lainnya untuk mencicipinya. Satu persatu mereka mencicipi hasil masakan Chef Rich. Dan mereka semua memuji kelezatannya.


Selama beberapa hari Chef Rich tinggal di desa itu. Setiap hari dia berburu bahan makanan di sekitar desa Okunumenda dan pegunungan Allbush. Lalu dia memasaknya dengan berbagai menu baru yang semuanya lezat. Para penduduk merasa bahagia. Sekarang mereka bisa menikmati makanan yang lezat dan sehat olahan Chef Rich Pranaja.


Tanpa mereka sadari, Pranaja sedang mempelajari kondisi geografis wilayah pegunungan Allbush. Dalam pikirannya yang cerdas, sudah tergambar strategi pertahanan melawan makhluk-makhluk yang datang dari dalam kabut.


***


Seorang penjaga yang berada di bukit paling tinggi yang pertama melihatnya. Kemudian dia turun memacu kudanya dengan kecepatan tinggi. Sepanjang perjalanan dia terus berteriak dengan keras.


“Mereka sudah datang! Makhluk-makhluk dari dalam kabut itu telah datang!”


Penjaga yang lain segera membuka pintu gerbang desa. Namun sebuah anak panah melayang cepat dari dalam kabut, dan tepat mengenai ulu hatinya sebelum dia sempat memasuki pintu gerbang. Penjaga itu jatuh tersungkur dengan suara berdebum.


“Aah!”


Bum!


Kepala Desa segera berteriak agar pintu gerbang di tutup kembali. Penjaga-penjaga lainnya segera menutup pintu gerbang secepatnya. Namun mendadak ribuan anak panah berapi keluar dari dalam kabut dan menghujani desa Okunumenda. Orang-orang segera berlarian mencari perlindungan. Seaat lagi ribuan anak panah berapi itu akan membakar habis desa Okunumenda. Mendadak ada sosok bayangan yang melompat ke udara seperti menyambut kedatangan anak-anak panah itu.

__ADS_1


“Gelombang Dinding Bayangan!


Dinding angin setebal satu meter bergerak cepat melabrak kedatangan anak-anak panah itu. Seketika ana-anak panah berapi itu mental diudara dan apinya padam.Di susul gelombang dinding angin berikutnya. Juga menyebabkan serangan anak-anak panah itu buyar ditengah jalan.


Sosok tinggi kurus itu berdiri tegak diatas menara pengintai. Dan orang-orang langsung mengenalinya.


“Chef Rich Pranaja?” ucap Kepala Desa tak percaya.


Hampir semua orang tak percaya dengan apa yang baru saja mereka lihat. Ternyata orang yang telah mereka pandang sebelah mata itu memiliki kemampuan yang luar biasa.


Disisi lain, kegagalan serangan pertama membuat makhluk-makhluk dari dalam kabut itu menjadi sangat marah. Baru kali ini mereka mengalami serangan panah mereka dapat digagalkan dengan mudah. Dengan mengacungkan sejatanya ke udara, mereka segera memacu kudanya dengan cepat menerjang desa Okunumenda. Namun tiba-tiba barisan kuda paling depan terperosok lubang jebakan yang ditutupi dedaunan perdu. Mereka jatuh ke dalam lubang yang penuh tombak.


“Arrggh!” teriak mereka saat jatuh dan meregang nyawa bersama kuda-kuda mereka.


Tapi hal itu tidak menyurutkan semangat mereka. Jumlah mereka yang banyak memicu keberanian mereka untuk terus menyerang ke dalam desa.


“Kekuatan Gajah Godam!”


Pukulan tangan Pranaja yang sudah diisi tenaga dalam itu menghancurkan menara kayu setinggi sepuluh meter dimana tadi dia berdiri. Menara kayu itu langsung roboh ke tengah jalan. Kayu-kayu besar yang tiba-tiba jatuh berdebum keras itu membuat kuda-kuda musuh yang sedang melaju kencang terpaksa menghentikan larinya. Akibatnya mereka jatuh bergulingan bersama penumpangnya di tengah jalan.


Melihat kesempatan itu, Kepala Desa langsung memerintahkan warganya untuk menyerang. Puluhan warga desa dengan senjata seadanya segera menyerang makhluk-makhluk dari dalam kabut yang sudah tidak berdaya itu sambil berteriak keras.


“Heyaaa!”


Suara teriakan itu begitu mengguntur, membuat makhluk-makhluk misterius yang tersisa langsung kehilangan nyalinya. Lalu membalikkan badannya dan melarikan diri bersama kuda-kuda mereka.

__ADS_1


__ADS_2