RICH PRANAJA PEWARIS TIRTANALA

RICH PRANAJA PEWARIS TIRTANALA
EPS 117 PERTEMPURAN DIMULAI


__ADS_3

EPS 117 PERTEMPURAN DIMULAI


Brak! Panglima Abroha melampiaskan emosinya, begitu tahu pasukan khusus yang dikirim untuk mengawal puterinya di habisi di atas atmosfer planet Bumi. Bahkan puteri kesayangannya itu tidak kembali ke Merkurius. Amita tidak diketahui dimana, seolah raib dan menghilang begitu saja. Padahal anak buahnya telah mati-matian mencoba mendeteksi keberadaan lewat piranti pelacak mereka yang super canggih.


“Posisi terakhir puteri Amita berada di kerajaan bumi Baginda. Tapi kemudian menghilang entah kemana.”


“Kerajaan Bumi? Hm..mereka betul-betul menginginkan perang,” kata Abroha geram.


Wajahnya memerah, matanya menatap lurus ke depan dan tangannya mengepal kencang. Darahnya naik ke ubun-ubun, pertanda dia sedang ada di puncak kemarahannya. Bayang-bayang Shamtek Yang Agung sebagai pelindung kerajaan Bumi langsung melintas di benaknya.


Setelah kematian sepasang naga pelindung Bumi, Drag dan Gon, dilanjutkan dengan kematian raja Zhra, kini tinggal Shamtek yang masih menjadi penghalang baginya untuk menguasai Planet paling indah dan paling subur di lingkup tata surya itu. Abroha dan pasukannya diciptakan oleh raja Merkurius untuk merebut kerajaan Bumi. Artinya dia harus memikirkan cara untuk menyingkirkan Penyihir tangguh itu.


Lalu dia memanggil Alahab.


“Alahab! Kerahkan semua kekuatan kita. Hancurkan planet Bumi itu menjadi abu!”


“Baik panglima! Tapi kita belum mengetahui kekuatan manusia baru itu, yang mampu menyerap energi matahari menjadi sinar ultra violet yang dahsyat.”


Abroha menggeleng cepat.


“Tidak perlu. Aku sendiri yang akan menghancurkan Shamtek dan manusia asing dengan kekuatanku. Mereka harus menanggung akibat karena telah membuatku murka!”


Alahab menganggukkan kepala dan tidak berkata-kata lagi. Dia tahu saat ini tidak mungkin membantah perintah tuannya, saat hatinya sedang gelisah karena kehilangan Amita.


“Baik baginda. Saat ini juga seluruh pasukan akan aku kumpulkan di langit Merkurius.”


Alahab memberi tanda kepada anak buahnya. Dia memberikan kode serangan.


“Bersiap melakukan eksekusi! Kita akan menghukum kerajaan Bumi dan menghancurkan kesombngan mereka menjadi butiran debu!”

__ADS_1


“Siap!” sahut anak buahnya.


Mereka kemudian menekan tombol-tombol pembuka ruangan. Pintu-pintu terbuka, prajurit-prajurit pengikut Abroha keluar berujud ratusan ribu pasukan android dan robot-robot penghancur. Limapuluh skuadron pesawat tempur tanpa awak dilengkapi peluru kendali berhulu ledak nuklir. sepuluh batalyon tempur kavaleri juga keluar dari tempat persembunyiannya.


Dipimpin langsung oleh Raja Abroha, mereka mempersenjatai dirinya dengan senjata paling canggih, bom plasma yang bisa menghancurkan obyek apapun yang terkena lalu hilang tak berbekas. Pasukan itu menaiki sebuah tank tempur berbentuk gajah bersayap. Tank tempur yang sangat canggih karena dipersiapkan untuk pertempuran di darat, laut, udara dan angkasa luar.


Tank tempur berbentuk gajah bersayap ini bisa terbang, berlari di darat dengan kecepatan suara dan menyelam dalam air hingga kedalaman dua kilometer dibawah permukaan air. Dilengkapi meriam kaliber 19 pada kedua gadingnya dan Canon Bom yang terpasang pada belalainya. Inilah sebenarnya pasukan utama panglima Abroha, Batalyon tempur pasukan Gajah!


Breg! Breg! Breg!


Langkah kaki tank Gajah ini mengetarkan tanah Merkurius.


Slaf Boninga Lavivo Merkurius!


Maju dan Jayalah Merkurius!


Lalu mereka semua menyatu dan menempatkan diri diatas kapal induk super raksasa yang siap membawa seluruh pasukan kerajaan. Mereka akan menempuh perjalanan dari planet Merkurius ke Bumi lebih dari sembilan puluh juta kilometer jaraknya. Membutuhkan waktu hampir lima hari mencapai Bumi dengan kapal induknya yang super besar.


Lalu pusat putaran itu perlahan terbuka, membentuk sebuah pintu portal yang terhubung dengan lorong yang amat panjang. Inilah lorong waktu yang akan menjadi jalan pintas dari Merkurius menuju Bumi’ Nampak diujung lorong lainnya adalah planet Bumi. Melalui lorong ini, kapal induk Abroha dapat mencapai Bumi hanya dalam waktu empat puluh lima menit.


Satu kompi pasukan khusus Abroha mendahului masuk ke lorong waktu. Mereka akan memastikan keamanan sebelum kapal induk itu tiba di Kerajaan Bumi. Bagaikan jutaan tawon yang mendengung memekakkan telinga, mereka berteriak siap berperang!


Oaeo!…oaeeeoooo!


***


Pranaja yang juga baru saja melewati lorong waktu, langsung memperhatikan pergerakan di angkasa. Nampak pintu portal yang terhubung dengan lorong waktu telah terbuka. Itu pertanda jalan pintas dari Bumi menuju Merkurius telah terhubung. Artinya tidak lama lagi pasukan raja Abroha akan tiba alias sedang dalam perjalanan. Suasana menjadi tegang. Dia meminta Spot dan Wyona untuk terbang menyelidikinya.


“Satu kompi pasukan khusus Abroha yang baru telah datang Pranaja,” lapor Wyona.

__ADS_1


“Amati terus gerak-gerik mereka Wyona. Aku yakin mereka tidak sendirian,” jawab Pranaja. Pandangannya tidak lepas dari pintu portal.


“Ayo kita sambut mereka.”


“Baik sayangku,” balas Wyona.


“Spot! Hancurkan pasukan khusus Abroha. Bakar pintu portal itu,” kata Pranaja.


Spot segera melaksanakan perintah Pranaja. Tubuhnya meluncur sangat cepat menuju pintu portal. Satu kompi pasukan khusus Merkurius yang bertugas menjaga pintu portal langsung menyambutnya. Mereka menembaki Spot dengan bom-bom plasma yang saat meledak mengeluarkan sebaran cahaya warna-warni yang menghancurkan setiap benda yang tersentuh oleh mereka.


“Tembak,” sahut komandan mereka.


Suiit…! Suiit…! Suiiit..!


Bum! Bum! Bum!


Begitu bom-bom itu meledak, sebaran cahaya bergaris-garis langsung menyerang tubuh Spot. Naga tubuhnya semakin hari kian perkasa itu terbang meliuk-liuk mengindari sinar-sinar laser itu. Tubuhnya terus mendekati pintu portal untuk menghancurkan pasukan musuh. Begitu sampai di depan pintu portal, Spot langsung menyemburkan apinya.


Wuss! Wuss! Wuss!


Spot bertempur dengan gagah berani melawan makhluk-makhluk android Abroha. Di sisi lain, Pranaja menembakkan bola-bola api biru ke dalam lorong waktu untuk menghambat kedatangan pasukan musuh. Bola-bola api itu terus masuk ke dalam lorong waktu dan terbang untuk menyambut kedatangan musuh yang lebih besar. Tak lama kemudian terdengar ledakan-ledakan dan teriakan kesakitan dari dalam lorong itu.


Bum! Bum! Bum!


Aaargh!


Kapal induk raksasa milik pasukan Merkurius yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi di dalam lorong waktu tiba-tiba dikejutkan dengan datangnya bola-bola api biru yang langsung meledak begitu menyentuh kendaraan militer mereka. Pasukan infanteri yang lagi makan di barisan paling depan tak mampu menghindar.


Beberapa anggota pasukan Android itu langsung hancur dan terbelah, Tubuhnya langsung terbakar habis dan meledak hancur menjadi debu. Hal yang membuat kemarahan raja Abroha semakin membuncah.

__ADS_1


“Terbangkan pasukan udara, untuk melindungi kapal induk kita dari serangan musuh,” perintah Abroha.


Pertempuran baru saja di mulai. Pranaja segera mempersiapkan diri. Diaktifkannya baju pelindung T-Shield 313216 nya. Terasa ada getaran elektromagnetik yang meresap halus dari serat-serat baju itu ke pembuluh-pembuluh kapilernya. Terasa hangat, lembut dan menambah kekuatannya berlipat-lipat. Lalu dia berdiri tegak dan gagah.


__ADS_2