RICH PRANAJA PEWARIS TIRTANALA

RICH PRANAJA PEWARIS TIRTANALA
EPS 111 ROBOT ANDROID


__ADS_3

EPS 111 ROBOT ANDROID


Malam semakin jauh merambat, mengantar bulan berada di puncaknya. Satu dua titik embun sudah mulai menetes. Membuat suasana malam semakin dingin dan membeku. Namun diangkasa raya, sinar putih yang keluar dari pedang Naga milik Pranaja terus terpancar begitu deras.


Perpaduan kekuatan api yang keluar dari mulut Spot, bertemu dengan kekuatan Geni Sawiji dan kekuatan sakral dari pedang Naga menusuk tajam ke jantung sang raja surya. Menimbulkan efek beranting yang maha dahsyat. Setelah melumerkan cairan es yang menutupi permukaannya. Energy panas itu terus merasuk membakar tanah matahari.


Blar! Blar! Blar!


Dentuman-dentuman itu terus terjadi. Terjadi proses pembakaran dari dalam tubuh matahari itu sendiri. Memancing energi sang raja surya untuk menampakkan kekuatannya kembali. Perlahan tapi pasti, terlidah lidah api yang mulai keluar dan menyebar membakar tubuhnya. Efek panasnya adalah energi yang memberikan kehidupan setiap planet dalam tata surya.


Ya, matahari adalah bintang terbesar dalam tata surya. Kekuatan gravitasiya telah menarik planet-planet, bulan dan benda-benda angkasa lainnya untuk mengitarinya atau yang disebut sebagai revolusi. Sebagai bintang terbesar, matahari adalah sumber enegi bagi kehidupan di dalam tata surya. Kekuatannya telah membuat tanaman-tanaman tetap tumbuh, makhluk hidup bisa terus meksanakan aktivitasnya. Karena sesungguhnya matahari adalah sumber kehidupan, sekaligus memiliki kekuatan untuk menghancurkan.


Heyaa!


Pranaja berteriak. Kekuatan terakhir pedang Naga telah dilepaskan. Segumpal sinar putih menyilaukan kembali merasuk ke dalam tubuh matahari. Seperti terpanggang, bagian tanah matahari yang terkena hantaman sinar itu berubah menjadi merah membara.


“Hati-hati Pranaja. Cahaya matahari mengandung sinar ultra violet yang dapat menyebabkan radiasi dalam tubuhmu,” bisik Wyona melalui suara batinnya.


Pranaja menganggukkan kepalanya. Perlahan tubuhnya melaju mendekati matahari. Pada jarak seratus juta kilometer, Pranaja bisa melihat langsung badai matahari mulai muncul di depan matanya. Merasakan panasnya, merasakan kekuatannya. Jilatan-jilatan api raksasa yang menebar kesana kemari bagaikan tertiup badai yang sangat kuat.


“Hm, itulah yang namanya badai Kosmik. Beruntung sekali aku bisa menyaksikannya secara langsung,” batinnya.


Badai kosmik adalah situasi peningkatan medan elektromagnetik pada ruang hampa udara, akibat pertikel semburan dari api matahari atau solar flame. Disebut badai kosmik karena situasi permukaan matahari yang bergejolak dan hampir menyerupai badai. Proses terbesar dari badai kosmik adalah partikel lepas dari semburan lidah api matahari. Terjadi dalam frekwensi cukup sering kearah bumi dan seluruh penjuru alam. Efeknya sangat berbahaya.


“Aku akan mencoba menyerap energi panasnya Wyona,” sahut Pranaja dalam hatinya.


Lalu matanya terpejam, elemen panas di dalam tubuhnya mulai bekerja menyerap energi matahari, membuat pori-porinya terbuka. Biasanya dia hanya menyerap energi api dari alam. Hari ini tubuhnya menyerap kekuatan cahaya matahari. Lalu kekuatan itu mengalir disetiap pembuluh kapiler dan urat-urat serabutnya.


Seluruh tubuhnya nampak bersinar putih, lalu sinar itu perlahan merambat ke ujung lengan kanannya. Membuatnya menjadi bersinar dari ujung telapak tangan sampai ke siku, begitu menyilaukan. Tangan Pranaja dari ujung telapak tangan sampai lengannya bercahaya putih keperakan. Semakin lama sinarnya semakin terang, menerangi sebagian batu-batu dan debu angkasa disekitarnya. Lalu dengan satu kali hentakan, Pranaja berteriak.


“Pukulan Badai Kosmik!”



Tangan kanan Pranaja meninju ke depan dengan kekuatan penuh. Segumpal cahaya ultra violet berbentuk bola raksasa melesat cepat menuju sebuah asteroid seluas lapangan sepakbola. Suaranya bergemuruh laksana badai raksasa yang sedang mengamuk, menggetarkan alam sekitarnya. Dan…

__ADS_1



BUMM!



Terdengar ledakan yang sangat keras disertai bias cahaya menerangi semesta. Dususul oleh gelombang besar elektromagnetik menggulung dan menghancurkan batu-batu meteor dalam radius satu kilometer persegi. Beberapa saat kemudian, asteroid raksasa itu berubah menjadi serpihan-sepihan meteorid yang melayang-layang di angkasa.



Pranaja menggeleng-gelengkan kepalanya. Betapa pukulan badai kosmiknya bisa menimbulkan kerusakan yang begitu dahsyat.



“Kau hanya boleh menggunakan pukulan itu pada saat-saat genting saja Pranaja,” pesan Wyona dengan bahasa batinnya.



Pranaja tercenung. Melihat betapa dahsyatnya daya kerusakan yang ditimbulkan akibat pukulan badai kosmik yang baru saja dimilikinya. Lalu dia menggeleng-gelengkan kepalanya.




Dia tidak tahu, guncangan akibat pukulannya bahkan terasa sampai ke planet-planet dalam tata surya, yang dia anggap sudah musnah kehidupannya.


***


Sang Raja Surya kembali menampakkan sinarnya. Menerangi setiap planet dalam tata surya. Ada delapan planet lama dan tiga planet baru yang berada dalam garis kekuasaannya. Planet-planet itu adalah, Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Ceres, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Make-make dan Eris. Sementara Pluto, dihilangkan dari daftar planet tata surya karena sifatya yang tidak memenuhi kriteria sebagai sebuah planet.


Energi panas matahari dan pukulan badai kosmik yang baru saja di lepaskan Pranaja, telah membangunkan para penghuni planet Merkurius. Makhluk-makhluk itu bukanlah makhluk hidup biasa. Melainkan robot-robot android yang diciptakan berkat peradaban canggih manusia Merkurius sebelum mereka musnah tersedot pusaran lubang hitam.


Makhluk-makhluk Android adalah robot berwujud manusia dan binatang. Tubuh mereka terbungkus kulit sintetis yang mirip kulit manusia, tapi jaringan tubuh mereka semua terbuat dari logam titanium yang sangat keras dan liat. Dan nyawa mereka adalah batere yang menyerap energy panas cahaya matahari. Begitu matahari bersinar, mereka secara otomatis hidup kembali. Dan pemimpin pasukan manusia android ini adalah Panglima Abroha.


Perlahan mereka bangkit dari tidur panjangnya, setelah matahari juga tertidur dalam balutan lapisan es yang membekukan. Kini lapisan es itu telah menghilang, dan energi matahari telah menghidupkan mereka kembali. Mereka mulai menggeliat dan saling memandang ke arah teman-temannya. Perlahan mereka mulai menyadari, peradaban yang menciptakan mereka telah musnah, pergi entah kemana.

__ADS_1


Panglima Abroha bangkit dari tidurnya. Lalu berjalan menghampiri anak buahnya. Langkahnya begitu tegap dan gagah menunjukkan dia adalah seorang pemimpin yang kuat. Kini dia tahu, junjungannya , raja Merkurius dan rakyatnya telah menghilang. Tinggal reruntuhan istananya yang masih tersisa.


“Tenanglah kalian semua. Kini akulah yang menjadi raja di Merkurius!” ucapnya lantang.


Anak buahnya segera merapatkan barisan.


“Hidup Raja Abroha! Slaf Boniga Lavivo Merkurius! Hidup dan Jayalah Merkurius!” teriak mereka.


Tiba-tiba terdengar dentuman dahsyat yang terasa begitu dekat dengan mereka. Tanah Merkurius bergetar hebat. Abroha bergegas menghampiri panglima barunya, Alahab.


“Apa itu Jenderal?” tanya Abroha pada orang kepercayaannya.


“Aku belum tahu pasti tuanku. Tapi jelas guncangan tadi bukan karena fenomena alam. Juga bukan karena tumbukan benda-benda angkasa”



Abroha mengernyitkan dahinya.


“Lalu apa?” Abroha langsung tertarik, “Darimana arahnya?”


Alahab melacaknya, dan dia agak terkejut.


“Dari matahari. Seseorang menyerap panas matahari dan merubahnya menjadi kekuatan sinar ultra violet dan elektromagnetik yang kekuatannya luar biasa dahsyatnya.”



“Coba kau hubungi satelit dan robot mata-mata kita,” perintah Abroha.


“Maaf Tuan. Satelit-satelit dan robot-robot mata-mata yang kita tempatkan di sekitar Merkurius dan Venus mengalami kerusakan karena gelombang elektromagnetik. Bahkan ada yang hancur menjadi bubuk.”



“Hah?”


Abroha menjadi takjub. Siapa manusia yang mampu menggetarkan jagad raya dengan kekuatannya?

__ADS_1


__ADS_2