
EPS 80 NEGERI PARA BIDADARI
“What!”
Pranaja terkesiap kaget dan tak habis pikir. Ada kereta api supercepat di bawah padang pasir Gurun Gobi? Untu apa? Terus siapa penumpangnya? Beribu pertanyaan terus memburu jalan pikirannya.
Apa maksudnya?
Pranaja menggeleng-gelengkan kepalanya.
‘Tidak mungkin! It’s impossible! No way!’ batinnya.
Ini pasti lebih dari sekedar Cacing Maut Gurun Gobi. Bagaimana mungkin seseorang berani menginvestasikan uang ratusan juta dolar untuk membuat jalur kereta api di bawah Gurun Gobi yang luasnya hampir sama dengan bumi Nusantara. Keuntungan apa yang dia dapatkan? Pranaja mulai menghitung untung ruginya. Barang paling menguntungkan untuk diperjual belikan minimal barang tambang, batu bara, emas, berlian dan barang tambang lainnya.
“Hm, aku harus mengikuti kereta itu,” batinnya.
Tiba-tiba kereta itu mundur masuk ke dalam lorong yang tertutup dan gelap. Ujung lorong yang tadinya terbuka, mendadak tertutup rapat. Pranaja perlahan mendekati lorong itu. Mendekati pintu gerbangnya yang terbuat dari besi yang cukup tebal.
Apa yang sedang dilakukan kereta itu di dalam lorong tertutup ini? Batinnya.
Terpaksa dia menunggu beberapa saat. Sambil menunggu dia mengirimkan foto-foto dan video tentang tempat ini kepada sekretaris kementerian pertahanan Indonesia. Bagaimanapun dunia harus tahu keberadaan aktivitas illegal ini. Jangan sampai tindakan mereka memakan korban manusia yang lebih besar lagi.
Drrtt…Drrtt..Drrrtt..
Ponselnya berbunyi. Sekretaris Kementerian Pertahanan? Pranaja mengangkatnya.
“Halo pak? Assalamu’alaikum!” katanya.
“Waalaikum salam! Pranaja? Kau masih disitu?”
“Masih pak!”
“Oke, coba kau masuk ke dalam kereta dan ikuti kemanapun mereka pergi.”
“Rencanaku juga begitu pak.”
Greet!
__ADS_1
Mendadak pintu lorong terbuka lagi. Perlahan kereta super cepat itu mulai keluar dari persembunyiannya. Jalannya agak tersendat, sepertinya baru mengisi muatan yang sangat berat. Tubuh Pranaja melayang ringan lalu menempel di atap kereta. Dia memasang beberapa alat GPS atau Global Positioning System. Ini merupakan sistem teknologi yang dirancang untuk mendeteksi keberadaan seseorang atau sesuatu benda bergerak kapanpun dan di mana pun.
Begitu keluar dari dalam lorong, Kereta super cepat itu mulai menunjukkan kekuatan aslinya. Pergerakannya mulai berubah menjadi cepat. Bahkan beberapa detik kemudian, diawali suara dentuman yang keras, kereta itu langsung melesat cepat. Mirip mesin pesawat tempur yang terbang melebihi kecepatan suara.
Dum! Wush!
Sanghai Maglev adalah kereta api tercepat 2020 yang mampu melesat hingga 450 kilometer per jam. Artinya dalam satu detik saja dia sudah menempuk jarak 125 m. Artinya lagi jarak Jakarta-Surabaya hanya butuh waktu tempuh kurang dari dua jam!
Wow! Cepat sekali! Batinnya.
Pranaja menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kecanggihan tekhnologi kereta itu. Lalu tubuhnya mulai diselubungi cahaya api biru. Kekuatan Geni Sawiji telah menyatu dalam jiwanya. Lalu gumpalan api itu melesat tak kalah cepat membuntuti Sanghai Maglev.
Wush!
***
Setelah kepergian Pranaja, mendadak perusahaan Biokimia illegal itu diserbu oleh pasukan tidak dikenal. Rupanya Alisher dan para pengawalnya dengan jumlah yang sangat besar. Mereka membawa persenjataan lengkap, seperti senapan serbu AK 47 buatan Rusia dan senjata pelontar granat dari Amerika Serikat.
Setelah mengantarkan kakeknya ke kota terdekat. Dia segera memerintahkan kepala pengawal untuk menyiapkan anak buahnya. Dibawah komando Alisher langsung, mereka bergerak bersama menyerbu lokasi pabrik Biokimia itu.. Kedatangan mereka pun disambut oleh pasukan keamanan perusahaan yang bersenjata sangat canggih. Terjadilah pertempuran yang cukup seru diantara kedua pasukan.
Tatatatatata!
Bum! Bum! Bum!
Tatatatata!
Adduh!
Bum! Bum! Bum!
Aargh! Awh!Adduh!
“Tolong! Kakiku hancur!”
Semakin lama pertempuran mulai terlihat berat sebelah. Pasukan Alisher yang gagah berani melakukan serbuan, kini berubah, mereka lah yang harus susah payah bertahan.
‘Ampuni aku kakek! Mungkin inilah akhir pertempuranku. Tapi aku tidak akan menyerah,” batin Alisher.
__ADS_1
Srek! Srek! Kedua pedangnya sudah dicabut dari sarungnya. Dia tidak mau memakai senjata serbu buatan pabrikan lagi.
“Lebih baik mati berkalang tanah, daripada hidup menanggung malu!” serunya.
Seruannya disambut terikan gegap gempita anak buahnya. Semua telah mencabut pedangnya, bersiap bertarung satu melawan satu dengan musuhnya.
“Heya! Heya! Heya!”
Namun tiba-tiba dari arah belakang pasukan penjaga pabrik Biokimia datang pasukan lain yang lebih besar. Pasukan itu dipimpin langsung oleh Jenderal Xa Ning, komandan pasukan elit anti terror Republik Rakyat China, Snow Leopard Commando. Kakek Zyed Utsmanov juga berdiri disampingnya. Rupanya mereka bersahabat. Mereka langsung menembaki pasukan penjaga pabrik illegal itu dan meminta mereka untuk menyerahkan diri. Akhirnya pasukan bayaran itu dapat dilumpuhkan dengan cepat.
Berdasarkan informasi yang dikirimkan Pranaja kepadanya, Sekretaris Kementerian Pertahanan RI akhirnya menindak lanjutinya. Dia langsung menghubungi otoritas China tentang keberadaan aktivitas illegal yang berada di wilayah hukumnya. Karena Gurun Gobi saat ini berada dalam kekuasaan negeri tirai bambu itu. Kemudian pemerintah memberikan perintah kepada pasukan khusus anti teror untuk memburu keberadaan pabrik Biokimia itu.
Snow Leopard Commando adalah pasukan anti teror milik pemerintah China yang sangat disegani. Anggota-anggotanya dipilih dari prajurit yang terbaik masing-masing angkatan. Porsi latihannya adalah latihan bertahan di medan dan cuaca ekstrem. Mereka memiliki tugas mulia,yaitu menyelamatkan nyawa orang-orang yang tak terluka karena tindakan terorisme. Mereka juga merupakan prajurit yang ahli dalam segala jenis latihan militer dan persenjataan.
Alisher senang sekali. Akhirnya semua kejahatan terungkap. Dia juga menyerahkan barang-barang bukti kepada sang jenderal. Namun, mereka berdua malah memuji keberanian dan kecerdikan Pranaja, yang sekarang entah sedang berada dimana? Tidak ada yang tahu.
“Kau tahu Alkea, pemuda ini juga bisa merubah daun akasia menjadi makanan yang lezat,” kata kakek Zyed Ustmanov memuji Pranaja.
Alkea adalah nama panggilan jenderal Xa ning. Jenderal yang sangat berpengaruh di tubuh angkatan darat China.
"Bukan hanya itu kakek, Pranaja juga memasak daun bidara yang lezat untukku,” sahut Alisher. “Makanya, aku bertambah gemuk”
“Hahaha…” semua orang tertawa gembira.
Hanya jenderal Xang Ni yang tersenyum tipis.
“Siapa dia? Nampaknya pemuda ini sangat potensial. Aku harus menyelidikinya,” batin Jenderal Xa Ning.
Lalu dia memutar ponselnya. Menyelidik siapa itu Pranaja sebenarnya.
“Owh! Agen Rahasia Inggris? Pantes,” ujarnya sambil tersenyum.
***
Kereta api supercepat yang dibuntuti Pranaja, akhirnya berhenti di suatu tempat. Beberapa porter langsung mengangkat barang-barang dari dalam kereta. Mereka sama sekali tak menyurigai kalau kegiatan mereka diawasi seseorang, Pranaja.
Pranaja memperhatikan dari jauh. Tempat dimana dia berdiri sangat gelap sehingga tidak mungkin orang dari jarak seratus meter dapat melihatnya. Namun, dengan kekuatan inderanya yang dibantu baju pelindung T-Shield 313216 nya dia dapat melihat dengan jelas dimana kereta itu berhenti. Dan mulut Pranaja tersenyum melihat tulisan di dinding tempat itu: Kazakhstan.
__ADS_1
Hm, Kazahstan adalah negeri yang sangat tepat untuk memanjakan mata, karena kemolekan gadis-gadis mudanya yang sangat mempesona. Bahkan majalah Playboy menyebutnya sebagai Negeri Para Bidadari.