
GERAKAN 14 FEBRUARI
Angin tidak berhembus untuk menggoyangkan pepohonan, melainkan menguji kekuatan akarnya. Dan hanya pohon yang berbuah manis yang selalu dilempari batu, sandal atau sepatu. Pemimpin yang kuat adalah dia yang mampu bertahan dalam badai ujian dan mengambil langkah yang tepat untuk menyelamatkan masa depan.
Wajah M tampak tenang memimpin upacara pemakaman anak buahnya. Berdiri di atas podium dia memberi pesan kepada yang hadir bahwa pengorbanan Dodge dan teman-temannya bukanlah hal yang sia-sia.
“Pencapaian yang besar biasanya dilahirkan dari pengorbanan yang besar, dan tidak pernah berasal dari hasil egoisme. Dan hari ini mereka mendapatkan semuanya, penghargaan, nilai-nilai dan rasa hormat sebagai pahlawan.”
Pranaja dan Miracle menghadiri upacara pemakaman itu dari puncak sebuah bukit. Dari tempat itu mereka dapat mengawasi orang-orag yang datang ketempat itu. Dia berkoordiasi dengan Seaman, kepala pengawal yang baru. Anak buahnya menyebar di setiap sudut area pemakaman.
Pranaja mengaktifkan baju pelindung T-Shield 313216 nya untuk meningkatkan kekuatan inderanya. Walaupun jaraknya cukup jauh dari area pemakaman, tapi dia dapat melihat dengan jelas wajah-wajah yang hadir dan apa saja yang menjadi pembicaraan mereka.
Namun sampai acara selesai, tidak ada hal mecurigakan yang terjadi. Semuanya berlangsung lancar dan khidmad. Di bawah pengawalan yang ketat, M segera masuk kembali ke dalam Limousine hitam. Di belakangnya lima mobil pengawal mengkutinya dengan ketat. Mereka langsung kembali ke markas M16.
“Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Kita kembali Miracle,” kata Pranaja.
Miracle malah tersenyum-senyum sambil menatap Pranaja.
“Eh, ngapain kamu cengengesan begitu. Mau nge-prank aku ya?”
“Cinta, apa kamu nggak lihat pemandangan di atas bukit ini indah sekali. Aku masih ingin menikmatinya.”
Pranaja mengedarkan pandangannya ke arah kaki bukit.
__ADS_1
“Wow..ajib. Benar Miracle, pemandangannya bagus banget. Enak nih buat hang out.”
Angin sore berhembus semilir begitu menyejukkan. Suasana dibukit Greenhill disamping taman pemakaman, begitu tenang. Bukit kecil yang dipenuhi bunga-bunga tulip itu menawarkan sisi romantisme senja. Menikmati pemandangan matahari terbenam di puncak bukit yang menghadap ke arah jembatan sungai Thames. Pranaja menikmati lukisan kota tua yang penuh dengan romantika dibelakang gedung-gedung bersejarah yang menggambarkan kegemilangan Inggris pada abad pertengahan.
“Uh, pemandangannya cantik banget ya Mir,” ujarnya.
Tak henti-hentinya mulutnya berdecak kagum.
“Ini adalah pemandangan matahari terbenam terbaik dan paling unik di London,” sahut Miracle.“Kita harus sering-sering datang kesini ya?”
Suara Miracle seperti merajuk. Pranaja memandang wajah Miracle dengan tatapan aneh. Mata gadis berambut pirang itu terpejam dan bibirnya di manyunkan menghadap ke wajah Pranaja. Kemudian kakinya dijinjitkan agar tinggi tubuhnya sama dengan tinggi tubuhnya. Tangannya juga memeluk erat tubuh pemuda imut itu.
Wajah mereka semakan dekat, dan bibir mereka hampir bersentuhan. Miracle diam menuggu. Bibirnya terasa bergetar lembut menunggu sentuhan pemuda itu. Tapi Pranaja malah menyentuh keningnya dengan tangan kanannya.
“Kamu kenapa Miracle? Sakit?” katanya. “Kok bibirmu manyun begitu?”
Miracle membuka matanya. Memandang wajah imut yang hanya berjarak satu sentimeter dari wajahnya. Tapi wajah itu tak mengekspresikan apapun. Perlahan wajahnya yang putih dirambati warna merah jambu. Dia jadi malu.
Miracle langsung melepaskan pelukannya. Uh, Pranajaaa…batinnya gemes, kayak gitu saja gak tanggap sih? Cupu banget sih kamu jadi cowok. Kalau mau cupu jangan dibikin ganteng dong?
“Sudah, ayo kita pulang,” ajak Pranaja.
Di genggamnya tangan Miracle erat-erat. Lalu diajaknya gadis itu berjalan menuruni bukit menuju ke tempat parkir dimana Shield menunggu dalam bentuk mobil sport mewah.
Beberapa menit setelah mereka pergi, mendadak langit diatas bukit Greenhill menjadi gelap. Lalu muncul hembusan uap air es berwarna putih tipis sekali. Gumpalan uap es seperti kapas putih itu berkumpul dan mulai berputar, semakin lama semakin cepat. Angin bertiup diikuti suara bergemuruh yang amat dahsyat. Lalu pusat putaran itu perlahan terbuka, membentuk sebuah lorong yang amat panjang. Seperti pintu portal menuju dimensi lain.
__ADS_1
Terihat jauh diujung lorong lainnya adalah bentang alam planet asing. Inilah yang namanya lorong waktu. Melalui lorong ini, penghuni planet lain yang jaraknya milyaran tahun cahaya, akan mampu sampai ke bumi hanya dalam hitungan jam saja.
Jleg! Jleg! Jleg!
Tiga sosok makhluk asing turun dari pintu portal ke atas bukit itu. Sosok makhluk tinggi besar, diatas rata-rata tinggi manusia, berkulit keras tapi keriput dan memakai helm dikepalanya. Mereka menatap sekitar pucak bukit yang sudah sepi di senja hari. Perlahan tubuh mereka bermutasi menjadi tubuh manusia biasa. Lalu pintu portal lorong waktu itu menutup kembali.
***
Sekretaris kementrian pertahanan Inggris berkunjung mendadak ke markas M16. Dia membawa informasi dari pemerintah Mongolia, bahwa pemberontak Tentara Pembebasan Mongolia akan mengadakan serangan secara serentak untuk merebut Ulan Bator, ibukota Mongolia pada tanggal 14 Februari 2020. Untuk itu mereka meminta bantuan pemerintah Inggris menghadapi ulah pemberontak yang diam-diam di dukung China dan Rusia itu.
“Mereka akan memanfaatkan moment Valentine Day sebagai hari pembebasan rakyat Mongolia dari cengkeraman kolonialis dan imperialism Barat,” katanya.
“Detailnya?” sahut M pendek.
“Menteri Pertahanan memutuskan untuk mengirim intelijen-intelijen terbaik untuk memutus rantai pertahanan mereka. Sebelum dukungan dari Militer Mongolia datang,” kata Sekeretaris Menhankam Inggris itu. “Dan itu adalah tugas M16 untuk melakukannya.”
“Apakah kalian sudah membaca laporan tentang kekuatan Batalyon Tempur Mawar Hitam yang dipimpin langsung Jenderal Xialuai Khan?” tanya M.
“Semua sedang kita analisis M. Yang jelas kekuatan militer mereka tidak main-main. Mereka memilki semua type pesawat tempur dari berbagai negara. Ada F15 milik Angkatan Udara Amerika, Mig 35 Rusia, Eurofighter Typhoon milik Inggris, Dassault Rafalle Perancis dan pesawat pembom siluman B2.”
“Darimana mereka mendapatkan itu semua? Mencuri?” tanya M.
Sekretaris Menteri Pertahanan menganggukkan kepalanya.
“Kekuatan darat mereka diperkuat dengan Tank M1Abrams produk Amerika Serikat dan T-14 Armata, tank tercanggih buatan Rusia.”
“Rupanya mereka benar-benar memanfaatkan kemampuan Tong Pi untuk melakukan pencurian-pencurian itu,” kata M.
Setelah Sekretaris Kementerian Pertahanan kembali, M memanggil Pranaja dan Miracle ke ruangannya. Dia menceriterakan semua informasi yang baru saja didapatnya.
“Aku minta kalian untuk menyusup ke pegunungan Sayan. Tugas kalian melumpuhkan kekuatan Pasukan Mawar Hitam, membawa Tong Pi, dan memotong Gerakan 14 Februari,” katanya.
Pranaja dan Miracle berpandangan sebentar.
“Kapan kita berangkat M?” tanya Miracle.
“Malam ini juga. Seretaris Menteri Pertahanan Mongolia akan mempersiapkan pasukan khusus untuk mendukung operasi kalian.”
Pranaja menganggukkan kepalanya. Lalu mereka menberi salam hormat kepada M.
__ADS_1
“Siap!”
Dunia intelijen tak mengenal waktu untuk berkompromi, bergerak bagaikan bayang-bayang, lalu mematuk bagaikan ular, dengan bisa yang melumpuhkan sekaligus mematikan.