RICH PRANAJA PEWARIS TIRTANALA

RICH PRANAJA PEWARIS TIRTANALA
EPS 54 BENZOYLETANAMINA


__ADS_3

BENZOYLETANAMINA


Langit di atas pegunungan Sayan begitu pekat dan sepi. Tidak ada yang bisa dilihat kecuali taburan bintang-bintang layaknya butiran ribuan permata yang digelar diatas karpet hitam. Di beberapa titik nampak juga awan antar bintang atau nebula yang menampilkan cahaya yang membias berwarna-warni. Indah sekali. Sungguh sebuah Mahakarya yang tidak ada duanya.



Miracle muncul dari kegelapan menghadang laju perjalanan kereta bawah tanah yang membawa beberapa petugas medis yang akan memberikan serum Mawar Hitam. Mereka akan memberikan serum ekstra super untuk menambah stamina maksimal. Pasukan Mawae Hitam menjadi tulang punggung yang akan diterjunkan dalam serangan Hari Kasih Sayang.



Tubuhnya melayang ringan hinggap di atap kereta. Dengan pakaian serba hitam menutupi seluruh tubuhnya, sehingga tidak dapat terlihat oleh siapapun. Termasuk kereta pengawal di belakangnya. Melalui jendela belakang yang sedikit terbuka dia menyumpit salah satu petugas medis dengan jarum kecil yang sudah diolesi obat bius. Jarum kecil itu menancap tepat di urat nadi arteri karotis interna yang terletak di sisi samping leher.



Jlep! Petugas medis itu langsung tertunduk pingsan. Miracle membuka kaca jendela lebar-lebar. Tubuhnya yang ramping dengan kecepatan tinggi masuk ke dalam kereta. Lalu dia menyentuh kekima orang petugas medis yang duduk di depannya. Perlahan dia mulai mengendalikan alam bawah sadar mereka. Supaya menuruti semua kata-katanya.



“Dimana kalian meyimpan serum Mawar Hitamnya?” tanya Miracle.



Salah satu dari mereka meunjukkan kotak besar dari baja yang tertutup rapat.



“Buka kotak itu,” bisiknya.

__ADS_1



Salah satu yang membawa kunci segera membukanya. Kotak itu berisi tabung-tabung berisi serum penambah energy dari Ramuan Mawar Hitam yang legendaris itu. Miracle mengambil tas yang menempel di punggungnya. Lalu mengeluarkan beberapa alat suntik berisi zat Katinon yang sudah diekstrak dalam bentuk cairan. Dia menyutikkan zat Psikotropika dosis sangat tinggi ini ke dalam tabung-tabung tadi.


Katinon atau benzoyletanamina sering juga disebut Neropedron adalah zat monoamina alkaloid, yang struktur kimia dan efeknya mirip amfetamin. Ditemukan dalam tumbuhan Khat atau Sirih Arab yang biasa tumbuh di Afrika Timur dan sebagian jazirah Arab. Setelah diekstrak menjadi Katinon Sintetis kekuatannya bertambah menjadi berlipat-lipat.


Membuat orang yang mengonsumsinya menjadi semangat, tidak mengantuk, euforia, dan sexual drive nya meningkat. Tapi tidak lama, efek ini hanya akan berlangsung selama empat sampai enam jam. Setelah efek zat Katinon ini hilang, si pengguna akan mengalami depresi, tubuh sangat lemas, dan ngantuk berat. Biasanya dia akan tidur seharian.


“Oke! Tutup kembali kotak itu!” perintah Miracle.


Setelah itu tubuhnya keluar dari kereta itu dan menghilang sebelum sampai di pos penjagaan.


***


Matahari baru saja sampai ke ufuknya di sebelah timur, saat pasukan Tentara Pembebasan Mongolia mulai menggeliat, saat terdengar suara ledakan di sana-sini. Rupanya pegunungan Sayan sudah dikepung pasukan militer pemerintah Mongolia. Mereka menembakkan senjata-senjata berat ke arah sisi luar pegunungan.




Para Komandan Pasukan memerintahkan anak buahnya tetap di dalam perut gunung untuk bertahan sementara, sebelum membalas serangan.



“Tetap bertahan di dalam, sambil menunggu instruksi Panglima Tertinggi!”


Kolonel Kurk memerintahkan jet-jet tempur mereka yang canggih untuk membalas serangan pasukan pemerintah. Pranaja membawa Sukhoi 35 sedangkan Miracle membawa Pembom B2. Mereka berdua melesat mendahului yang lainnya keluar dari perut gunung. Baru saja mereka keluar dari pintu gerbang, pasukan pemerintah langsung menghujani pintu masuk hangar pesawat tempur dengan bom-bom plasma berdaya ledak tinggi.

__ADS_1


Bum! Bum!


Pintu masuk dan keluar hangar itu langsung runtuh dan tertutup. Pesawat-pesawat lainnya tidak bisa keluar dari perut gunung. Terjebak di dalamnya. Lagi pula Pranaja sudah mengunci sistem setiap pesawat sehingga tidak bisa dihidupkan.


Melihat pasukan udara sudah dilumpuhkan, Xialuai Khan memerintahkan pasukan kavaleri yang dilengkapi dengan Tank M1Abrams dan T14 Armata, tank-tank tercanggih buatan Amerika Serikat dan Rusia. Bahkan T14 Armata belum dirilis secara resmi oleh Angkatan Darat Rusia, tapi mereka berhasil mencurinya. Puluhan kedaraan lapis baja itu bergerak cepat dan melakukan serangan-serangan balasan terhadap posisi pasukan pemerintah.


Tank-tank itu dilegkapi fitur-fitur yang bisa mengakses gambar langsung dari satelit. Mereka dapat mengetahui posisi-posisi pasukan pemerintah, lalu meluncurkan bom pintar ke arah mereka. Bom pintar ini berisi kamera untuk mencari lokasi sasaran lawan yang dipandu lewat jaringan satelit, Sehungga tingkat akurasinya mencapai 99 persen.


“Bum! Bum!


Senjata berat, tank-tank pasukan pemerintah harus menerima akibatnya. Kendaraan lapis baja mereka hancur lebur tanpa ampun. Terjadilah pertempuran darat yang tidak seimbang. Di belakang ratusan kendaraan lapis baja, gelombang pasukan kavaleri kedua mulai bergerak. Pasukan berkuda khas tentara Mongol, mulai bergerak. Dipersenjatai dengan senapan serbu otomatis AK 47 dan M 6 mereka merangsek keluar dari dalam perut pegunungan Sayan. Mereka bergerak sangat cepat, kuat dan terlatih.


Perlahan, pasukan pemerintah mulai di tarik mundur. Diganti dengan pasukan udara. Jet-jet tempur Mongolia melesat menghujani obyek-obyek vital milik pasukan pemberontak. Ratusan jet-jet tempur bantuan Inggris dan Amerika Serikat dengan pilot yang memilki pengalaman tempur itu mulai melumpuhkan kekuatan darat pasukan pemberontak.


Terjadi pertempuran yang seru. Banyak pesawat tempur yang meledak di udara, tapi lebih banyak lagi kendaraan lapis baja yang hancur menjadi berkeping-keping. Pasukan berkuda milik pemberontak pun mulai kocar-kacir. Akhirnya pasukan kavaleri baik tank dan pasukan berkuda ditarik secara bertahap masuk kembali ke perut gunung. Mereka akan menyusun perlawanan dari dalam.


Jet-jet tempur pasukan pemeritah terus mebjatuhkan bom-bom untuk meruntuhkan perbukitan yang mebjadi sarang pemberontak. Tapi bukit-bukit sangat kokoh. Bom-bom itu tidak mampu meruntuhkan markas TPM. Mereka hanya berhasil meruntuhkan bukit-bukit kecil untuk menutup jalan masuk dan keluar pasukan pemberontak.


Menjelang siang hari, pertempuran berhenti. Jet-jet tempur pemerintah sebagian sudah ditarik lagi ke hanggar. Pasukan kavaleri dan infanteri militer pemerintah mulai mengisi kembali posisi yang ditinggalkan tadi.


Sesaat suasana menjadi hening. Asap tebal masih membumbung tinggi ke angkasa. Bangkai kendaraan lapis baja bergeletakan dimana-mana, mengeluarkan api dan asap yang membara. Tubuh-tubuh manusia dan bangkai-bangkai kuda juga bertebaran dengan wujud sudah tak berbentuk lagi, Bau anyir darah dan dagung gosong begitu menyengat. Mengetarkan bulu kuduk dan menyadarkan betapa mahaknya harga yang harus di bayar akibat peperangan.


Brug! Brug! Brug!


Mendadak bumi terasa bergetar. Dinding pegunungan Sayan mulai runtuh. Terdengar seperti ratusan gajah sedang menabrakkan dirinya untuk membuka jalan keluar. Dengan auman kemarahan Singa dan kecepatan burung Rajawali mereka hendak membuka paksa dinding pegunungan untuk membuat jalan keluar.


“Heaaargghhh!” teriakan Jenderal Xialuai di sambut teriakan anak buahnya menggema di langit sabana, “Hrrrgh!"

__ADS_1


Pasukan Mawar Hitam mulai unjuk kekuatan untuk membuka jalan keluar, karena akses masuk sudah di tutup rapat akibat serangan pasukan pemerintah.


__ADS_2