
EPS 79 PERUSAHAAN BIOKIMIA ILEGAL
Akhirnya Pranaja menemukan ruang laboratorium utama di dalam tempat yang sangat tersembunyi. Dan jalan menuju ruangan itu tertutup oleh pintu besi tebal yang terkunci rapat. Pemuda itu berusaha mencari celah agar bisa membuka pintu itu, tapi tak menemukannya.
‘Masya Alloh bagaimana ini?” batinnya.
Hampir saja dia menggunakan kekuatan dalam tubuhnya, saat mendengar pintu itu dibuka.
‘Ceklek! Sreeeg!’
Terdengar bunyi kunci pintu dibuka dan di dorong. Seperti bayangan, tubuh Pranaja langsung menyelinap ke samping tembok dengan cepat. Seorang gadis berpakaian putih-putih keluar dari dalam ruangan. Wajahnya sangat cantik, megingatkannya pada wajah gadis yang sedang viral di media sosial.
“Dayana?” ucapnya setengah sadar.
Rupanya bisikannya terdengar oleh gadis itu. Dia segera berbalik menatap ke belakang sambil tersenyum manis. Dari persembunyiannya pemuda itu merasa gadis itu sedang menatap wajahnya. Melepas anak panah dewa amor yang langsung menembus ulu hatinya.
Prul!
Jantung Pranaja kali ini benar-benar rontok.
“Heh?”
Wajah cantik itu terlihat kebingungan.
“Oki! Oki Naki! Apa kau memanggilku!” suaranya dikeraskan.
Ceklek! Sreeg!
Seorang pemuda keluar dari ruangan. Badannya tinggi cungkring mirip Pranaja.
__ADS_1
“Ada apa Rayana?”
Pranaja mengernyitkan dahinya.
‘Apa!? Rayana?’ batinnya. ‘Jadi dia bukan Dayana? Kok mirip banget?’
“Apa kau memanggilku?”
Oki Naki menggelengkan kepalanya.
“Tidak! Kenapa sayang?”
Eh, stop! stop! Kok panggil sayang? Memang mereka kakak beradik? batin Pranaja.
“Aku seperti mendengar ada suara memanggilku,” sahut Rayana.
Oka Naki melihat-lihat sekeliling tempat itu, tapi tidak melihat siapa-siapa.
“Ah, mungkin hanya perasaanmu saja.”
Prul!
Bunga-bunga yang baru saja mekar di hati Pranaja langsung layu dan jatuh ke bumi.Waduh, nasib nasib, batin pemuda berwajah imut itu sambil menepuk jidatnya. Sambil memeluk tubuh kekasihnya dengan lembut, Oki Naki mengajak Rayana berjalan meninggalkan tempat itu.
‘Huh! Dasar anak muda! Bermesraan di depan umum,’ batin Pranaja kesal.
Saking asyiknya bermesraan mereka sampai lupa menutup kembali pintu yang terkunci otomatis dari dalam. Seperti angin, tubuh pemuda cungkring tapi mempesona itu menyelinap masuk ke dalam laboratorium utama.
“Terimakasih Rayana, kau telah membukakan pintu untukku,” batin Pranaja. “Walaupun kau baru saja mentup pintu hatimu. But it’s no problem. Aku sudah move on.”
Dengan hati-hati dia terus berjalan menelusuri lorong yang cukup panjang. Semakin mendekati ujung lorong, terdengar keriuhan suara binatang seperti cacing maut gurun Gobi.
Kiyeeek! Kiyeeek! Kiyeek!
__ADS_1
Suaranya mulai menyakitkan telinga. Pranaja langsung menutup indera pendengarannya dengan sapu tangannya. Sampai diujung lorong, dia menyingkap tirai yang menjadi batas terakhir lorong itu. Di atas tirai ada tulisan cukup besar: “STEROID THERAPHY ROOM”
“Rupanya di ruang inilah kadal-kadal gurun itu membesarkan otot-ototnya,” batinnya.
Dengan penuh kehati-hatian dia melangkah masuk. Ternyata ruang terapi steroid itu sangat luas. Tingginya mencapai empat puluh meter. Ada tiga ruangan yang dibatasi kaca seperti akuarium raksasa. Akuarium pertama bertuliskan “ANABOLIC LIQUID.” Ada ribuan berudu kadal gurun yang telah mengalami mutasi gen di rendam dalam cairan Anabolic. Mungkin untuk memberikan asupan gizi pertama dan meningkatkan nafsu makan binatang-binatang kecil itu itu.
“Wuih! Ada bangkai binatang unta dewasa di alamnya,” batinnya.
Di dalam cairan ada bangkai binatang unta yang sedang ‘dihabisi’ oleh ribuan berudu itu. Dalam waktu singkat meeka telah berhasil memakan separuhnya. Pranaja sampai menggeleng-gelengkan kepalanya. Betapa ganasnya binatang-binatang itu. Pantas pertumbuhannya juga cepat sekali. Kecepatan makannya seperti ratusan ekor ikan piranha memakan bangkai kuda nil habis dalam beberapa menit saja.
Akuarium raksasa kedua adalah ‘ANABOLIC POWDER’. Di ruang ini ribuan kadal gurun tak berkaki itu mendapat asupan berupa bubuk yang disebarkan terus menerus dari atas. Mulut-mulut mereka yang luasnya sama dengan lingkar tubuhnya itu selalu terbuka. Menangkap butiran-butiran halus dari udara, sehingga habis sebelum menyentuh tanah. Aquarium kedua ini diberi lapisan pasir pada lantai dasarnya.
“Gerakan mereka cepat sekali. Tubuh mereka juga mulai memproduksi listrik dari mulutnya,” batinnya saat melihat percikan-percikan cahaya keluar dari mulut bayi kadal gurun tersebut.
Binatang hasil mutasi gen itu mulai melatih tubuhnya untuk beradaptasi melakukan kecepatan gerak, kemampuan memburu mangsa dan kemampuan mereka menyembunyikan diri di dalam pasir. Secara konstan mereka terus melakukan gerakan itu sepanjang waktu. Masuk ke dalam pasir, kemudian muncul dan melompat untuk menangkap makanan di udara, lalu jatuh kembali dan menelusup masuk ke dalam pasir lagi.
Akuarium ketiga bertuliskan ‘ANABOLIC SERUM’. Tubuh kadal gurun yang telah bermutasi menjadi binatang raksasa inilah yang disebut Cacing Maut Gurun Gobi. Tubuh mereka besar dan panjang seperti ular Anaconda. Dari mulutnya keluar kilatan-kilatan cahaya listrik seperti petir yang digunakan untuk melumpuhkan mangsanya. Setelah mangsanya jatuh terkulai, barulah dia melahapnya dalam satu sergapan.
“Sengatan listrik itu sangat berbahaya. Kalau yang terkena anak-anak, kemungkinan besar mereka langsung lumpuh dan tewas saat itu juga,” batinnya lagi.
Empat jam sekali tubuh mereka di suntik dengan serum anabolic sebagai stimulant atau perangsang pertumbuhan serta daya serap tubuh akan makanan. Dilapisi lapisan-lapisan pasir sangat tebal, tubuh mereka keluar di dalam pasir, kemudian melompat ke atas, menangkap mangsanya, lalu jatuh tenggelam kembali ke dalam pasir.
Sementara diatas pasir digantugkan beberapa ekor biri-biri yang telah disembelih. Bila masih ada biri-biri yang bergerak, mereka langsung menembaknya dengan sengatan listrik sehingga mangsanya langsung gosong dan mati. Lalu mereka keluar dari dalam pasir, melompat dan melahap daging yang tergantung di udara itu, sebelum masuk kembali ke dalam pasir.
Wow! Luar biasa! Batinnya.
Pranaja mengabadikan semuanya dengan kamera ponselnya. Dia sudah memiliki bukti yang cukup aktivitas illegal di perusahaan Biokimia ini. Tinggal dia menyerahkannya kepada aparat penegak hukum.
Beberapa saat dia memperhatikan laboratorium rahasia itu dengan seksama. Setelah itu dia keluar dari ruangan itu melalui pintu besi itu.
Mendadak terdengar suara bergemuruh yang sangat keras. Seperti sebuah mesin kendaraan besar yang baru dihidupkan.
“Suara apa itu? Mirip mesin pesawat udara?” batinnya. “Aku harus menyelidikinya.”
__ADS_1
Dengan sigap, tubuh Pranaja menyelinap diantara kegelapan. Dia berjalan menuju sumber suara. Semakin dekat suaranya semakin memekakan telinga. Seperti suara mesin turbo jet dengan kekuatan yang sangat besar. Akhirnya dia menemukannya. Sebuah kereta api bawah tanah yang sangat cantik. Pranaja mengenalinya sebagai kereta api tercepat di dunia karena kecepatannya melebihi kecepatan suara. Dan kereta api ini adalah produk salah satu perusahaan transportasi publik yang berasal dari Tiongkok..