RICH PRANAJA PEWARIS TIRTANALA

RICH PRANAJA PEWARIS TIRTANALA
EPS 47 JENDERAL XIALUAI KHAN


__ADS_3

JENDERAL XIALUAI KHAN


Pengkhianatan adalah hati yang terluka lalu memiliki kesempatan untuk membalaskan dendam tanpa terlihat keburukannya. Hati yang berkhianat adalah hati yang tega melukai hati orang lain yang menyayangi atau menganggap hati si pengkhianat sebagai nurani tanpa iri dan dengki.



Beberapa orang pengawal rahasia M16 yang bertugas di Kiev sudah sampai di lokasi depan Katedral Saint Sophia, Kiev, Ukraina. Dengan gerak cepat mereka membersihkan sisa-sisa perkelahian Pranaja dengan kelima pendekar ninja itu.Tubuh lima orang berpakaian ninja yang terbujur kaku itu langsung diamankan ke dalam mobil. Senjata pedang laser atau benda lainnya yang mencurigakan segera dibersihkan juga. Lokasi itu kembali sepi, seperti tidak terjadi apa-apa.



Hanya ada sepasang sejoli yang asyik memadu kasih. Mereka tertawa cekikikan tidak peduli orang-orang yang lewat. Memang cinta bisa membuat orang lupa segalanya. Dunia hanya milik mereka berdua. Yang lain hanya indekos saja.



‘Tutututututut….’



Terdengar bunyi alarm. Pranaja melihat layar arlojinya. Rupanya M mengirimkan kode rahasia, memberitahukan keadaan darurat di rumah Miracle, tempat M16 bermarkas di Bratislava, Slovakia.



“Rumahmu kedatangan pasukan tak dikenal Miracle. Kita harus kembali sebelum terlambat. Nyawa Tong Pi dan M adalah target utama mereka,” ujar Pranaja.



“Untung Shield juga masih disana. Pasti dia dapat mengatasinya,” sahut Miracle.


Pranaja menggelengkan kepalanya.


“Tidak. Shield hanya bergerak berdasarkan perintahku. Tanpa ada komando dariku, dia tidak akan bereaksi apapun yang terjadi disekitarnya.”



“Kalau begitu perintahkan dia melindungi M dan Tong Pi!” teriak Miracle histeris.



Dia tidak mau M dan Tong Pi terluka.



“Tenang Miracle! M dan Tong Pi membutuhkan kehadiran kita. Lebih baik aku panggil Shield untuk menjemput kita.”



Miracle terdiam, mulai menenangkan hatinya.


“Shield kembali kesini” kata Pranaja,


Lima detik kemudian,


‘Jleg!’



Shield sudah ada di depan mereka masih dalam bentuk mobil truk . Pranaja menggandeng tangan Miracle dan membantunya naik ke dalam mobil truk itu. Pranaja berlari ke samping, lalu masuk lewat pintu yang satunya.



“Bawa kami ke rumah Miracle, Shield!”

__ADS_1



Srr..tubuh Shield bergetar lembut, setelah itu berubah menjadi cahaya. Lalu hilang dari pandangan, kembali ke rumah Miracle. Tidak sampai lima detik, dengan kecepatan cahaya. Miracle masih memejamkan matanya, dan menundukkan kepalanya di atas bahu Pranaja.



“Bangun Miracle, kita sudah sampai di rumahmu,’ ujar Pranaja.



Miracle membuka matanya. Lalu kedua tangannya reflek menutupi mulutnya yang terbuka. Dia hanya bisa menjerit dalam hati melihat pemandangan yang terpampang di depannya. Asap masih mengepul, debu dan asap dimana-mana, bau anyir darah manusia begitu menyengat indera penciumannya.



Pranaja segera membuka pintu dan meloncat keluar. Tanpa piker panjang, dia berlari masuk ke dalam rumah. Pikirannya hanya satu, menyelamatkan M dan sahabatnya Tong Pi.



“Lindungi Miracle Shield!” teriaknya sambil berlari.


Shield hanya mendesis, seolah mengatakan siap menjaga Miracle.



.Brak!



Pranaja menerjang pintu yang sudah hancur separuh itu. Lalu jatuh bergulingan di lantai. Setelah bangkit dalam posisi setengah jongkok, kaki kanan di depan, dan kaki kiri di belakang. Pistolnya terkokang siap memuntahkan pelurunya.




“Dimana M dan Tong Pi?” pikirnya.



Pandangannya berputar, menyusuri setiap sudut ruangan, namun kedua orang yang dicarinya itu sama sekali tidak kelihatan batang hidungnya. Di sibaknya satu persatu mayat anak buah M itu, hati Pranaja sampai tak tega melihatnya.



“Kejam sekali pasuka tak dikenal yang membunuh pengawal M,” batinnya.



Dia tak busa membayangkan kekuatan pasukan tak dikenal itu. Hanya pasukan yang sangat, sangat terlatih mampu mengahabisi anak buah M dalam waktu singkat.



“Atau jangan-jangan mereka bukan manusia biasa?” batinnya lagi.



Pranaja mengambil ponselnya, menghubungi markas M6 pusat di London. Tak lama keudian wajah seseorang yang sangat dikenalnya muncul di layar ponselnya.



“M? Kau selamat?”


__ADS_1


Wajahnya nampak kosong. Tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya, karena segala sesuatunya terlihat tak masuk akal.


***


MARKAS SECRET INTELLIGENT SERVICE (SIS/M16), LONDON.



Ruang besar berpendingin udara itu nampak membeku. Rupanya M masih berduka dengan tewasnya Dodge dan beberapa anak buahnya. Wajahnya masih menyiratkan sisa-sisa kesedihan akibat kejadian pembantaian kemarin. Baru pertama kali dalam sejarah kepemimpinannya, pasukan rahasia M16 dilumpuhkan dengan mudah bukan oleh pasukan khusus dari militer Negara besar, tapi oleh pasukan liar yang tak dikenal. Pasukan Barbar.



Pranaja dan Miracle duduk tertunduk di depannya. Dari cerita M, mereka tahu kalau Tong Pi yang mereka selamatkan ternyata bukan Tong Pi yang sesungguhnya, tapi jelmaan dari Xialuai Khan, mantan perwira tinggi militer Mongolia yang menjadi pemimpin pemberontak Tentara Pembebasan Mongolia (TPM).



Pranaja sedikit merasa bersalah, karena telah menyuruh Shield membawa tubuh Tong Pi jadi-jadian itu ke hadapan M. Padahal dia hanya menjalankan instruksi sebelumnya agar segera membawa tubuh Tong Pi dengan selamat ke hadapan M.



“Jangan terlalu menyalahkan dirimu Pranaja, kau sudah melaksankan segala sesuatunya sesuai arahanku,” kata M. “Kematian Dodge dan anak buahnya karena kekuatan musuh yang berada di luar prediksi kita.”



“Sekuat apa mereka M?”


Pranaja jadi penasaran. Pasukan pengawal M, adalah salah satu pasukan terbaik di dunia. Mereka diseleksi dari orang-orang terbaik dari trimatra, Matara Darat, Laut dan Udara. Mereka semua dibekali kemampuan beladiri di atas kemampuan rata-rata manusia biasa. Mereka juga harus memiliki otak yang cerdas dan pengalaman tempur yang cukup dari medan-medan tempur di berbagai negara yang dilanda konflik.



“Sekuat Gajah, secepat Rajawali dan sebuas Singa. Bahkan kulit mereka anti peluru,” kata M.


“Whoaa…” mulut Pranaja langsung melongo.


Matanya melirik Miracle yang juga tengah meliriknya.


“Pantes mereka dapat mengalahkan Dodge dan teman-temannya dengan mudah.”


“Apa kau punya foto-foto atau rekaman CCTV M?” Tanya Miracle yang sedari tadi diam mendengarkan saja.


M membuka layar monitor raksasanya di dalam ruangan. Dia menampilkan beberapa slide gambar saat pasukan barbar itu melakukan penyerangan ke rumah Miracle. Lalu dia memperlihatkan profil Jenderal Xialuai Khan pimpinan mereka.



“Rupanya jenderal Khan ini juga memiliki kemampuan untuk teleportasi walaupun tak sekuat Tong Pi. Dia juga memiliki kemampuan untuk menduplikasi wujud dirinya menjadi wujud oang lain dengan hanya menyentuhnya.”



Pranaja menggelng-gelengkan kepalanya.



“Darimana dia mendapatkan ilmu seaneh itu ya?” gumam Pranaja.



“Dulu dia pernah berguru pada sorang biksu di Tibet, tapi belum selesai, dia diusir dari sana karena melakukan pelanggaran berat. Pencurian Tongkat Sakti milik Dalai Lama tetapi berhasil digagalkan. Akhirnya di diusir dari Tibet, dan melalang buana sampai kembali ke negerinya. Dia mendaftar menjadi perwira Militer hingga menjadi Jenderal dan keluar.”



Bnnyak orang yang ingin berkuasa hanya dengan melihat sedikit kelebihannya dan mengabaikan banyak kekurangannya. Padahal pemimpin yang lahir dari serangkaian hasil pengkhianatan tidak akan pernah mendapatkan cinta dari rakyatnya.

__ADS_1


__ADS_2