
BUMIKU SAYANG
Dan suatu tanda bagi mereka, adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan kami keluarkan darinya biji-bijian, maka darinya mereka makan.
Hampir dua jam Pranaja menikmati perjalanan pertamanya di permukaan bulan. lalu dia kembali ke tempat Shield berada. Setelah mengabadikan gambarnya dari berbagai sudut, dia menghubungi Q. Rasanya masih tak percaya dia berhasil menginjakkan kakinya di permukaan bulan. Jangan-jangan dia adalah manusia kedua yang menginjakkan kakinya di bulan setelah Neil Armstrong? batinnya. Pranaja, kau memang hebat! Hehehe…eh, jadi muji diri sendiri.
“Hallo!” sapa Q. “Ngapain kamu senyum-senyum sendiri? Pranaja”
“Oh! Eh! Anu!” Pranaja salah tingkah. “Lucu aja Q. Ternyata wajah bulan gelap dan samar. Tak seterang yang kita lihat selama ini.”
“Memang. Wajah bulan bersinar terang karena memantulkan cahaya matahari, karena bulan tidak mengeluarkan sinar sendiri,” sahut Q. “Eh, kenapa kau tak coba membuka helm di kepalamu?”
Pranaja membuka helm pelindungnya. Tiupan angin yang begitu kencang langsung menampar wajahnya. Suara bergemuruh bagaikan badai terdengar dari kejauhan.
“Bertahanlah Pranaja, Aktifkan baju pelindungmu,” ujar Q.
Pranaja mengaktifkan T-Shield 313216 nya. Terasa ada hawa sejuk yang mengalir ke dalam pori-porinya. Menyatu dengan butiran darahnya, membuat tenaganya bertambah berlipat-lipat. Setelah itu, segalanya terasa menjadi mudah. Dan analisis Q, dia memang dapat bernapas di luar angkasa tanpa tanpa alat bantu apapun.
“Wuh!”
Pranaja menggelengkan kepalanya, lalu melompat setinggi-tingginya, bersalto beberapa kali di udara, kemudian turun dengan cepat dan menginjakkan kakinya dengan tepat di permukaan bulan. Hatinya menjadi lega. Rupanya dia belajar dengan cepat bagaimana menjaga keseimbangan di tempat yang gravitasinya lebih rendah daripada bumi.
Tubuhnya mulai berkelebat kesana kemari dalam gerakan yang nyaris tak terlihat mata telanjang. Memukul, menangkis, menebas, menghantam, menyikut, menendang, menyapu dan gerakan-gerakan dasar bela diri lainnya. Kemudian tubuhnya melompat tinggi, kedua tangannya disatukan lalu diangkat di atas kepalanya. Begitu turun ke tanah, kedua tanganya diayunkan ke bawah dengan penuh kekuatan.
“Pukulan Gajah Godam! Heyaaa!!!”
Begitu tangannya menyentuh permukaan tanah, terjadilah ledakan hebat.
“Blar!”
__ADS_1
Sejenak tanah di permukaan bulan bergetar, asap dan debu membubung tinggi. Pranaja diam mennggu. Begitu debu dan asap itu turun ke pernukaan tanah kembali, dia melihat lubang besar di depannya, sepertu tempurung raksasa.
Pranaja belum berhenti. Dia masih meneruskan gerakannya. kali ini dia mengeluarkan jurus yang diwarisi dari ayahnya.
“Pukulan Dinding Bayangan!”
Dinding angin setebal satu meter yang kasat mata, mengahantam batu besar di depannya.
“Sreek!!”
Terdengar batu sebesar gajah itu menggeser sampai jauh. Wow, pukulan apa yang kumiliki, mengapa tenagaku menjadi begitu besar.
“Itu karena pengaruh baju pelondung T-Shield 212316. Dia menambahkan energy ke dalam setiap butur darahnu. Itulah mengapa tenagamu menjadi lebih kuat dapada sebelumnya,” ujar Q menjwab keraguan Pranaja.
***
Sambil tiduran di atas batu besar, Pranaja disuguhi pemandangan luar biasa. Langit diatas bulan tidak berawan, hanya hamparan warna hitam yang dihiasi bintang-bintang. Matanya memandang kagum karena keindahan bintang-bintang itu. Sepeti intan permata yang disebarkan diatas selembar kain hitam.
Lalu dia berusaha mencari letak Bumi dari Bulan, tapi tdak ketemu. Dimana Bumi bersembnnyi? batinnya. Harusnya dia dapat menikmati wajah bumi dari bulan sebagaimana dia dapat meikmati cahaya bulan dari bumi.
“Q Kenapa Bumi tidak kelihatan dari permukaan Bulan? Padahal kita bisa melihat Bulan dari permukaan Bumi,” ujarnya.
Q tersenyum.
“Karena kau berpikir Bumi itu terbit seperti Matahari terbit dari arah Timur ke Barat. Bila dilihat dari bumi kemunculan bulan adalah sesuat yang menakjubkan namun bila dilihat dari bulan, kita akan menyaksikan hal berbeda. Bumi tidak pernah terbit. Bumi selalu berada di tempat yang sama diatas cakrawala bulan. Bumi tidak bergerak melintasi langit seperti kita melihat matahari melintasi bumi dari timur ke barat.”
“Kenapa bisa begitu Q?”
“Itu karena perputaran bulan sejajar dengan perputaran bumi. Dan Bulan lah yang berputar mengelilingi Bumi bukan sebaliknya,” kata Q lagi. “Penampakan bumi tidak bisa dilihat secara langsung dari permukaan bulan. Kau hanya bisa melihatnya bila kita berada pada horizon yang pas diatas permukaan Bulan.sehingga menghasilkan posisi yang seakan memperlihatkan terbitnya Bumi.”
__ADS_1
“Maksudnya aku harus terbang dulu sampai diatas permukaan bulan?”
Q menganggukkan kepalanya.
Pranaja berjalan kembali ke pesawatnya.
“Shield! Bawa aku ke langit bulan agar aku bisa melihat Bumi dari sini,” katanya.
***
Seperti ketika kita mencoba menebak arah angin, kita tidak pernah tahu kemana dia akan bertiup. Kecuali kita melihat dedaunan yang merunduk, disitulah kita bisa menebak arahnya.
Shield mengapung di atas permukaan Bulan, pada horizon atau garis batas langit dengan permukaan Bulan. Nampak jauh disana sejajar dengan permukaan Bulan, sebuah benda berbentuk bulat, berwarna biru laut dengan awan putih seperti kabut menyelubungi beberapa bagiannya. Indah sekali. Itulah Bumi kita, tempat manusia hidup dan tinggal.
“Whoooaa..” milut Pranaja langsung melongo.
Nampak bola Bumi itu mengapung tenang di angkasa raya. Begitu damai, begitu indah, tanpa suara, tanpa kata-kata. Tidak ada yang menyangka di atas permukaannya hidup milyaran makhluk bernama manusia yang menghuni dengan segala romantikanya.
“Subhanalloh! Indah sekali Q. Mungkin inilah benda langit terindah yang aku lihat dibandingkan benda-benda lainnya,” seru Pranaja dengan takjub. “Mengapa manusia harus saling membunuh, untuk menguasai satu sama lain kalau mereka hidup di planet yang begitu menajubkan?”
Bumi merupakan planet yang berada pada urutan ketiga dari matahari. Jarak rata-ratanya ke matahari sekitar 150 juta km. Lapisan ozon, setinggi 50 kilometer, berada di lapisan stratosfer dan mesosfer dan melindungi bumi dari sinar ultraungu Q juga melhatnya dari layar monitor di laboratorium senjata milik Dinas Rahasia Inggris M16. Dia sampai tidak bisa berkata-kata karena kagum. Betapa teraturnya alam semesta ini.
Bumi berputar pada porosnya atau berotasi. Bumi juga berputar mengelilingi Matahari yang disebut sebagai gerak revolusi. Bagi Bumi, gerak revolusi memberi waktu satu tahun, sedangkan rotasi memberi waktu malam dan siang duapuluh empat jam. Gerakan Bumi dan planet-planet mengelilingi Matahari terletak pada lintasannya masing-masing yang berada pada satu bidang datar yang disebut bidang ekliptika.
“Pranaja! Segeralah kembali!” kata Q.
“Ada apa Q?”
“Ada faksimil dari Sekretaris Kementrian Pertahanan Indonesia!”
“Ok. Aku segera kembali.”
Pranaja segera masuk ke dalam tubuh Shield.
“Kembali ke rumah Shield!” perintahnya.
__ADS_1
Terdengar suara mendengung. Secara perlahan tubuh Sheld berubah menjadi gumpalan cahaya putih menyilaukan. Lalu melesat kembali ke Bumi dengan kecepatan cahaya. Wusshhh!!!