Tentang Rasa

Tentang Rasa
Pengalaman Pertama


__ADS_3

×TENTANG RASA×


PART 1


"Iya.. Sebentar lagi.. Tunggu aku, setengah jam aku akan sampai disana.. Bye"


Laksh meletakkan kembali ponselnya di nakas, namun matanya masih terpejam dia melanjutkan kembali tidurnya.


TOK.. TOK.. TOK..


"LAKSHHH.. BANGUN LAKSHH.."


"Astaga apa lagi ini" Laksh menutup telinganya dengan bantal.


Namun suara ketukan di pintunya semakin kencang, Laksh langsung membuka matanya dan mendengus kesal. Dia membuka pintu kamarnya.


"Ada apa? Mengapa kau selalu membangunkanku seperti orang tidak waras"


Naina hanya melototi Laksh.


"Cepat kau bangun, temanmu Arjit dia menelponku, dia bilang kau harus segera ke tempatnya, sangat penting katanya"


Laksh hanya mendengus kesal.


"Bilang saja aku tak mau Kak, aku sibuk. Aku juga ingin pergi bekerja"


Laksh berjalan menjauhi Naina dia mengambil handuknya. Namun Naina menghalangi langkahnya.


"Hei apa salahnya kau hubungi dia terus? Kau tau kan jika dia itu sangat cerewet. Sudah aku tak mau tau, aku telah menyampaikan semuanya kepadamu. Jadi terserah dirimu. Bye.." ucap Naina dengan mencubit pipi adiknya itu.


Dia langsung berlari.


"Hei.. Bukankah sudah ku bilang untuk berhenti mencubitku seperti anak kecil.. Menyebalkan" teriak Laksh.


Laksh langsung masuk ke dalam kamar mandi.


***


"Karan, apa kau yakin ini tempatnya?" Ragini melihat sekitarnya, dia menatap heran karena banyak model yg berpose dengan sangat sexy yg terpajang di setiap sudut ruangan..


"Sudah kau masuk saja dulu, nanti kau akan bertemu dengan Miss Anna, dia yg akan memberitahumu mengenai kontrak barumu" ucap Karan, manager Ragini dari sebrang telpon.


"Tapi Karan..."


Ragini mendengus kesal saat Karan mematikan ponselnya.


Ragini mendekat ke tempat Receptionist.


"Permisi, aku Ragini. Aku ingin bertemu dengan Miss Anna"


"Kau tunggu dulu disana nona, saya akan menghubunginya dulu"


Ragini mengangguk. Dia duduk di ruang tunggu. Dia bosan, dia meraih majalah di dekatnya. Matanya membulat saat dia melihat majalah yg ada disana berisikan majalah dewasa semua.


'Astaga! Atau jangan-jangan. Tidak mungkin! Sudah Ragini berhenti memikirkan hal yg tidak-tidak' batin Ragini.


Ragini menaruh kembali majalah itu di raknya.


"Nona Ragini" panggil Receptionist itu.


Ragini menghampirinya.


"Miss Anna menyuruhmu untuk masuk, silakan"


Ragini mengangguk, dia merapihkan kemejanya. Dia menarik nafasnya dalam dan membuangnya perlahan.


TOK.. TOK..


"MASUK" teriaknya.

__ADS_1


Ragini langsung masuk ke ruangan itu.


"Duduk"


Ragini mengangguk dan duduk.


Miss Anna memperhatikan penampilan Ragini dari atas sampai ke bawah.


"Jadi kau yg bernama Ragini?"


Ragini hanya mengangguk.


"Cantik, dan menarik"


Ragini bingung dengan perkataan Miss Anna.


"Selamat bergabung disini, aku harap kau sangat senang menjadi model disini"


"Tentu Miss, saya sangat senang. Karena modelling memang bakat saya" ucap Ragini bangga.


Miss Anna mengembangkan senyumnya.


"Jadi kau sangat berbakat di dunia modelling?"


Ragini hanya mengangguk.


"Bagus kalau seperti itu, jadi nanti kau tidak akan canggung jika harus berfoto dengan pakaian apapun, bukan?"


Ragini menelan ludahnya. Pikirannya bergelut, apa yg di maksud Miss Anna.


"Kontrakmu adalah tiga bulan bekerja denganku, dan kau maupun manager mu telah menandatangi kontraknya bukan?"


Ragini mengangguk.


"Jadi aku harap kau bisa bersikap profesional untuk bekerja disini, lakukan yg terbaik dan ikuti arahan yg diberikan"


Ragini hanya mengangguk.


Ragini hanya menatap bingung.


"Apa maksudmu, Miss?"


Miss Anna mengernyitkan alisnya.


"Kau telah menandatangani kontraknya bukan? Apa kau sudah kehilangan ingatanmu?"


Miss Anna mengambil berkas asli kontrak milik Ragini dan memberikannya kepada Ragini untuk dia baca. Ragini membulatkan matanya.


"APAAAA?" teriaknya.


"Kau telah menandatanganinya kan? Apa itu bukan tanda tanganmu?"


Ragini hanya terdiam.


"Aku memang telah menandatanganinya tapi aku tak membaca berkasnya dengan teliti. Jadi maaf Miss Anna, aku rasa aku mengundurkan diri dari kontrak kerja ini"


Ragini ingin berlalu tapi tangan Miss Anna memegangnya.


"Tak seperti itu caranya Ragini, jika kau ingin mundur dari kontrak kerja ini kau harus membayar ganti rugi seperti perjanjian yg tercantum di kontrak kerja itu"


Ragini membaca dan dia membulatkan matanya.


"Astaga, Karan sialan dia pasti telah menjebakku"


"Menjebak? Aku bahkan telah membayar DP untuk dirimu"


Ragini membulatkan matanya, dia benar-benar tak menyangka jika Karan menipunya seperti ini.


"Ohh jadi Karan tak memberitahukan kepadamu, dasar licik sekali dia. Tapi kau tenang saja, untuk selanjutnya aku akan membayarmu ke rekening milikmu sendiri saja"

__ADS_1


Ragini hanya terdiam, dia tak dapat berbuat apa-apa lagi, uang denda yg harus di bayarnya jika dia membatalkan kontrak ini setara dengan satu harga unit rumah di kawasan elite. Ragini hanya pasrah dan menerimanya.


Miss Anna tersenyum.


"Madhu.. Madhu" teriaknya.


Seorang wanita berpenampilan sexy masuk ke ruangan itu. Dia tersenyum saat matanya dan Ragini bertemu.


"Kau antar Ragini, ini hari pertamanya bekerja. Kau harus mengajari dia cara agar rasa percaya dirinya tumbuh"


"Okey Miss"


Dia langsung menarik tangan Ragini. Dia menuntunnya ke ruang make up.


"Madhu? Perkenalkan namaku, Ragini"


"Iya aku sudah tau"


"Kau senang bekerja disini?"


Madhu mengangguk.


"Sangat, disini aku mendapatkan uang yg lebih banyak. Hanya dengan kau membuka sedikit bagian tubuhmu itu" ucap Madhu dengan santai.


Ragini hanya menelan ludahnya mendengar ucapan Madhu.


"Ricky.. Kau dandani Ragini, berikan dia gaun untuk pemula dan hias wajahnya dengan sangat cantik, oke"


Saat Madhu ingin berlalu pergi tangan Ragini menahannya.


"Hei ada apa?"


"Kau mau kemana? Bukankah kau disuruh untuk menemaniku oleh Miss Anna, mengapa kau meninggalkanku?"


Madhu menepis tangan Ragini dan menghembuskan nafasnya pelan.


"Ragini.. Kau harus mengerti, aku juga ingin pergi bekerja, nanti si Laksh dia pasti akan memarahiku kalau aku datang terlambat. Kau tenang dulu disini, setelah kau sudah siap nanti kau menemuiku di studio foto yah. Bye.."


Madhu melangkahkan kakinya menjauh.


"Sudah cantik, kau tenang saja disini. Aku akan menghiasmu hingga seluruh mata yg manadangmu akan kagum oleh dirimu" ucapnya dengan suara khasnya.


Ragini hanya mengangguk dan terdiam.


***


"Laksh"


"Hmmm"


"Sebentar lagi ada model baru, kau pasti akan menyukainya" goda Madhu.


Laksh hanya terdiam, dia memperhatikan hasil foto Madhu yg baru saja dia potret.


Laksh membulatkan matanya, saat dia melihat Ragini dengan mengenakan gaun ketat berwarna hitam sebatas paha, dan dengan belahan di dadanya yg membuatnya semakin sexy dan menarik.


Laksh menelan ludahnya sendiri, dia sudah sering memotret banyak wanita bahkan tanpa busana sekalipun pernah, tapi saat dia melihat Ragini entah mengapa dia merasakan debaran yg berbeda di jantungnya.


'ASTAGA!'


Ragini menarik gaunnya untuk menutupi pahanya, namun itu malah membuat belahan dadanya semakin terlihat.


Laksh mengatur nafasnya yg perlahan memburu, naluri lelakinya bangkit.


'Astaga, wanita itu. Apa yg dia lakukan? Apa dia sedang menggodaku' batinnya.


Sementara Ragini dia hanya menatap datar Laksh dan menggigit bibir bawahnya.


'Ini akan terasa sangat menyenangkan, mulai besok nampaknya aku akan tepat waktu sampai sini' batin Laksh.

__ADS_1


To be continued.. 😄😄


Hot hot nya belum mulai yak wkwk 🤣🤣🤣


__ADS_2