Tentang Rasa

Tentang Rasa
PARA WANITA MIKE


__ADS_3

Hati Diana mencelos mendengar rengekan Mike. Anak orang begitu kamu sayang, sementara anakmu sendiri ingin kamu hilangkan! Batin Diana kecewa.


" Ckkk! Bukannya kamu ada meeting?" kata Netta.


Mike tidak bisa membantah jika Netta sudah berbicara. Diana sangat cemburu dengan kemampuan Netta menundukkan Mike. Ingin rasanya dia memukul pria itu karena bisa begitu menurut sama Netta tapi tidak padanya. Mungkin sudah nasibnya tidak mendapatkan balasan cinta dari Mike! batin Diana.


" Kita bareng bisa nggak, Di?" tanya Netta.


" Tentu saja!" jawab Diana cepat, dia seneng banget jika harus pergi bersama Baby M, bayi itu begitu menggemaskan dan tampan.


" Aku pergi dulu, kalian hati-hati di jalan!" kata Mike setelah selesai sarapan masih dengan mode cemberut.


Dia mengecup kening Netta dengan lembut dan membuat Diana yang melihat hal itu menjadi sangat kesal sekali. Dasar pria nggak punya perasaan! Kalo di kamar aja maunya deket-deket! Huh! Semoga kamu nggak seperti papamu, ya, nak! batin Diana sambil mengelus perutnya.


" Kamu kemana beberapa hari ini gak kelihatan?" tanya Netta.


" Aku...ada! Lagi lembur terus!" jawab Diana gugup.


" Kenapa harus bohong?" tanya Netta.


" Ha???"


" Bagaimana keadaan kandungan kamu? Sudah berapa bulan?" tanya Netta.


Diana terkejut karena Netta mengetahui kehamilannya.


" Baik! Sehat! Sudah hampir 3 bulan!" jawab Diana.


" Apa kamu sudah mengatakan padanya?" tanya Netta.


Diana menganggukkan kepalanya.


" Apa reaksinya?" tanya Netta.


Diana menggelengkan kepalanya.


" Dia mengingkari!" jawab Diana pelan.


" Dia memang brengsek, sama seperti dia!" ucap Netta tersirat.


Hatinya sangat sakit saat mengingat ayah dari putranya.


" Sudahlah! Aku yang seharusnya minta maaf karena telah membuat Mike menghamiliku!" kata Diana.


" Aku malah senang jika kamu yang hamil dan mungkin bisa membuat dia sadar!" kata Netta.


" Harapan kita saja sepertinya!" jawab Diana sedih.


" Kamu harus yakin jika kamu bisa membuat dia takluk di kakimu!" kata Netta.


" Aku bukan kamu!" sahut Diana pelan yang masih terdengar Netta.


" Hahaha! Mana Dr. Diana yang keras dan tegas? Hanya menghadapi seorang Mike saja sudah keok!" sindir Netta.


" Mudah untukmu bicara!" kata Diana lagi.

__ADS_1


" Kita jangan mau dikalahkan oleh seorang pria, kita memiliki semua yang mereka inginkan. Tinggal bagaimana cara kita menarik ulur mereka agar mencium kaki kita!" tutur Netta dengan tegas.


" Apa kamu sedang curhat?" tanya Diana.


Wajah Netta merona, karena sedikit banyak apa yang dikatakan Diana benar adanya.


" Aku mandikan Baby M dulu, kamu tunggu sebentar!" kata Netta langsung melesat pergi.


" Ckkkk! Dasar tidak bertanggung jawab!" decih Diana menatap mommy mufa itu.


# INTERMEZZO #


Terlihat seorang wanita cantik sedang berdiri di depan dinding kaca sebuah ruangan yang cukup besar. Matanya menatap keluar melihat pemandangan gedung dan jalanan. Denpasar, Bali, dimana wanita itu berada saat ini.


Tok! Tok! Tok!


Suara pintu ruangannya diketuk dari luar, dia berjalan ke meja kerjanya dan duduk di kursinya.


" Masuk" jawab wanita itu.


" Mommy!" sapa seorang anak laki-laki tampan berambut coklat dengan bola mata berwarna hijau.


" Boy?!" sahut wanita itu kaget.


Anak laki-laki itu berlari ke arahnya setelah pintu terbuka dan langsung duduk dipangkuan wanita itu.


" Kenapa dia disini?" tanya wanita itu pada seorang pria yang datang bersama anak laki-laki itu.


" Dia ingin kesini! Dia kangen katanya!" kata pria itu.


" Come on! He won't!" jawab pria itu.


" How can you be so sure?" tanya wanita itu lagi masih dengan wajah marahnya.


" Kamu tenang saja, aku suruh dia pergi ke Singaraja tadi pagi!" kata pria itu. Wanita itu akhirnya bisa bernafas dengan lega.


" Mommy, are you mad?" tanya anak laki-laki itu saat mendengar nada bicara dan wajah marah mommynya.


" No, boy! Mommy just talk with your Daddy!" kata wanita itu.


" I am hungry, mommy!" ucap anak itu.


" Apa kamu tidak mengajaknya makan?" tanya wanita itu.


" Dia tidak mau! Dia maunya makan denganmu!" kata pria itu.


" Why can't we bring Ella here?" tanya anak itu lagi.


" Because she is not well, boy!" jawab wanita itu.


" Apa Mikaela masih flu?" tanya wanita itu.


" Tidak! Tadi sudah agak baikan, mommynya kan dokter! Kita makan sekarang? Aku juga lapar!" kata pria itu.


" Ckkk! Why don't you lunch with your family!" sahut wanita itu.

__ADS_1


" You and him my family too!" sahut pria itu cemberut.


" Don't you ever dare to blame me if your wife tells you to sleep outside!" kata wanita itu.


" Ckkk! Why you always make my mood bad!" protes wanita itu.


" Can we go? I am starving!" kata anak itu.


" Sorry, boy! Let's go!" ajak wanita itu. Mereka keluar dari ruangan dan berjalan menuju lift khusus keluarga. Lift tersebut memang khusus untuk Bos dan keluarganya, karena langsung menuju ke garasi. Mereka bertiga makan di dekat gedung perkantoran, karena wanita itu yang meminta agar tidak terlambat meeting dengan relasinya 30 menit lagi.


" I want cheese pizza, mommy!" teriak anak laki-laki itu saat duduk disebuah resto pizza.


" Indonesian, boy!" kata wanita itu.


" Aku mau keju pizza, mommy!" kata anak laki-laki itu lagi.


Wanita itu tersenyum melihat tingkah putranya.


" Pizza keju, boy! Tumben rame sekali!" kata wanita itu.


" Sepertinya ada yang sedang berulang tahun!" kata pria itu.


Wanita itu melihat ke arah panggung kecil yang ada di sebelah kanannya. Dilihatnya ada tulisan Happy 17th Birthday Amara pada dekorasi di dinding panggung. Seorang gadis berdiri di atas panggung dan tersenyum. Resto pizza itu memamg menyediakan tempat khusus bagi yang mau mengadakan acara apapun.


" Trima kasih atas kedatangan semuanya! Sayang ada yang tidak dapat hadir siang ini, dikarenakan dia sedang ada pekerjaan di luar kota!" kata gadis itu.


" Selamat menikmati dan terima kasih atas kehadiran teman-teman dan keluarga besarku!" kata gadis itu lagi. Lalu gadis itu turun dari panggung digantikan oleh penyanyi yang telah disewa oleh pihak yang memiliki acara.


" Mara!" panggil seorang gadis.


" Komang! Kamu bisa datang! Nyoman juga! Makasih, ya!" kata Amara.


" Iya, sama-sama!" Jawab Komang.


Mereka saling berpelukan dan cipika-cipiki.


" Mana Om gantengmu yang kerja di Maxon Corp?" tanya Komang.


Wanita yang datang bersama anak dan suaminya menajamkan pendengarannya mendengar gadis itu menyebut Maxon Corp.


" Dia lagi luar kota!" kata Amara. Ponsel gadis itu sepertinya berbunyi.


" Dia VC!" kata Amara gembira. Digesernya gambar ikon telpon berwarna hijau diponselnya lalu ditekannya gambar speaker.


" Ommmmm!" panggil Amara sambil melambaikan tangannya ke layar.


" Halo, sayang! Maaf Om nggak bisa datang! Habis mendadak tadi pagi ada tugas ke Singaraja!" kata pria dalam ponsel.


Deg! Wanita yang bersama anak laki-laki itu merasa jantungnya berdetak kencang.


" Om kapan pulang? Tante Erica nanti akan datang juga! Dia sangat kangen sama, Om!" kata Amara.


" Secepatnya akan Om selesaikan! Om ada hadiah buat kamu! Salam sama Tante kamu! Om juga merindukan dia!" jawab pria di dalam ponsel.


Entah kenapa, tiba-tiba wanita yang sedang makan pizza bersama keluarganya tersebut merasa hatinya sangat kesal mendengar perkataan Om dari Amara.

__ADS_1


__ADS_2