Tentang Rasa

Tentang Rasa
Terimakasih


__ADS_3

WARNING!!


PART INI HANYA UNTUK DEWASA!!


UNTUK YG DI BAWAH UMUR JANGAN DI BACA!!


CB INI GENRENYA MEMANG HOT ROMANCE YAH, JADI WAJAR JIKA BANYAK SCENES HOT NYA..


×TENTANG RASA×


PART 4


"Kau kenapa?" tanya Laksh saat melihat kegelisahan di mata Ragini.


Ragini hanya terdiam, tak menjawab Laksh.


Sementara Laksh, seolah tak memperdulikan Ragini, dia tetap fokus menyetir dan memperhatikan jalan. Perlahan Ragini menutup kedua matanya dan tertidur. Mungkin Ragini mengantuk bayangkan saja hampir 10 jam mereka di jalan. Padahal sebentar lagi mereka sampai di Goa, namun nampaknya Ragini memang sudah tak bisa berkompromi dengan matanya sendiri. Laksh menatap teduh wajah Ragini. Dia menyunggingkan sedikit senyuman di bibirnya.


"Maafkan aku, karena ulah seseorang nanti kau akan mendapatkan balasannya. Bersabarlah sayang" gumamnya.


Laksh menghentikan mobilnya saat dia sudah sampai tujuan di sebuah hotel yg berada di Goa. Dia ingin membangunkan Ragini, namun nampaknya dia sangat tidak tega, lalu dia meraih tubuh Ragini dan membawanya ke dekapannya. Laksh melangkah menuju ruang Receptionist untuk reservasi kamar hotel.


"Maaf tuan, kamar hotel di sini telah penuh. Hanya tersisa satu kamar saja, nanti jika kau mau bisa di tambah ranjang tambahan"


Laksh hanya menggeleng.


"Tidak, dia istriku. Kami baru saja menikah. Jadi kami akan tidur di satu kamar hotel saja" bantah Laksh.


Receptionist itu hanya mengangguk.


"Maaf Tuan, reservasinya atas nama siapa?"


"Lucky, namaku Lucky"


Receptionist itu mengangguk dan mengetik. Dia memberikan sebuah kartu untuk kamar hotel.


Laksh melangkahkan kakinya menuju kamar yg dia pesan tadi. Dia tersenyum saat melihat Ragini yg masih tertidur, setelah sampai kamar hotel dia lalu merebahkan tubuh Ragini di ranjang. Laksh mulai melucuti pakaian yg di pakai oleh Ragini. Dia menatap tajam lekukan tubuh Ragini. Laksh mulai membuka kaos atasnya dan celananya, hingga menyisakan boxer yg dia gunakan. Dia mendekatkan wajahnya kepada Ragini dan mencium lembut bibirnya. Ciuman Laksh, semakin lama semakin membara, hingga Ragini mendesah. Tak lama Ragini membuka kedua matanya, dia mendorong tubuh Laksh. Dia terkejut saat melihat tubuhnya yg hanya menggunakan pakaian dalam saja, dia menarik selimut untuk menutupi bagian tubuhnya.


"Laksh.. Apa yg kau lakukan.. Hiks.. Hiks.. Hiks.."


Laksh merutuki dirinya sendiri, mengapa dia dengan bodoh bertindak gegabah melakukan hal itu saat Ragini sedang tidur. Sekarang dia bingung memikirkan alasan untuk menyangkal karena dia sudah tertangkap basah.


Laksh memutar otaknya, dia memejamkan matanya. Dia berpikir, dia tidak boleh mundur hari ini. Laksh memajukan tubuhnya menghampiri Ragini, dia mendekap tubuh Ragini yg masih menangis dan mengelus lembut rambutnya.


"Maafkan aku, Ragini" ucapnya pelan.


Ragini masih menangis dengan sesenggukan.


"Kau jahat Laksh" isaknya.


Laksh melepaskan pelukannya, dia mengangkat dagu Ragini untuk melihat matanya.


"Apa kau ragu akan cintaku? Aku sangat mencintaimu Ragini, makanya tadi aku dengan bodohnya melucuti seluruh pakaianmu, karena aku tidak tahan dengan lekuk tubuhmu yg menggodaku"


Ragini menelan ludahnya. Dia bingung harus bersikap dengan apa kepada Laksh. Laksh perlahan memajukan bibirnya dan mencium lembut bibir manis Ragini. Cukup lama mereka berciuman hingga akhirnya Ragini mampu mengimbangi ciuman ganas yg diberikan Laksh. Ragini mengalungkan tangannya ke leher Laksh, dia membiarkan selimutnya terbuka hingga menunjukkan tubuhnya yg hanya memakai pakaian dalam saja. Tangan Laksh mulai nakal bongkahan dada Ragini, Ragini memekik kesakitan saat tangan Laksh dengan kencang dadanya. Laksh hanya tersenyum, dia mulai * dada Ragini dengan lembut. Dia masih mencium bibir Ragini. Tangannya dia lingkarkan di tubuh Ragini untuk membuka kaitan bra yg Ragini kenakan, dia tersenyum saat dia merasakan kaitannya sudah terbuka, Laksh langsung melempar bra Ragini ke sembarang arah. Laksh langsung **** tubuh Ragini, dia merasakan tersengat saat kulit tubuhnya bersentuhan dengan kulit Ragini. Dan benda kenyal milik Ragini yg menonjol itu menghimpit dadanya, rasanya sangat nikmat. Perlahan ciuman Laksh turun menyusuri leher Ragini, dia menciumnya pelan dan sesekali menjilatnya. Ragini hanya mendesah nikmat dan * rambut Laksh.

__ADS_1


"Ouuhh Laksh"


Desahan Ragini membuat Laksh semakin bersemangat untuk menjamah seluruh tubuh Ragini, dia menurunkan sedikit wajahnya ke dada Ragini dan melumatnya habis. Ragini meracau, dia membuka mulutnya menahan kenikmatan yg tak bisa dia bendung.


"Ouhhhh Lakshhhhhh" desahnya dengan *** rambut Laksh.


Ragini hanya pasrah dengan apa yg di lakukan Laksh kepadanya.


Laksh menarik celana dalam Ragini, Laksh berdiri dia menatap lekuk tubuh Ragini yg terlihat sangat menggiurkan baginya. Laksh menelan ludahnya, dia mulai membuka celana yg dia gunakan. Ragini masih memejamkan matanya. Perlahan Laksh mengarahkan senjatanya ke milik Ragini. Ragini memekik, saat punya Laksh yg memaksa masuk ke miliknya yg sempit.


"Laksh.. Jangan Laksh.. Ku mohon" rintihnya.


Laksh menangkup wajah Ragini.


"Apa kau mencintaiku?"


Ragini hanya mengangguk, dengan meneteskan airmata.


"Jika kau mencintaiku, kau harus menuruti apa keinginanku"


Ragini mengangguk dan masih meringis kesakitan.


"Kenapa?" tanya Laksh bingung.


"Sakit Laksh" ucapnya dengan menggigit bibir bawahnya.


Laksh membimbing tangan Ragini untuk memeluk punggungnya.


Laksh menatap lekat wajah Ragini, dia mendekatkan untuk mencium bibir Ragini. Dia membiarkan miliknya yg sudah masuk setengah itu. Dia harus membuat Ragini terangsang dulu hingga dia bisa melanjutkan aksinya. Cukup lama hingga akhirnya Ragini membalas ciuman Laksh dengan ganas.


"Ragini, tahan sebentar. Ini akan sakit, tapi hanya sebentar"


Ragini hanya mengangguk.


Ragini hanya mengangguk.


Laksh mulai menggoyangkan pinggulnya dan menghentakkan miliknya masuk ke milik Ragini.


"Ouhh.. Laksh" teriak Ragini, dia meneteskan airmatanya dan tangannya mencengkeram kuat punggung Laksh.


Laksh menghentikan aktivitasnya, dia membiarkan miliknya yg telah terbenam di dalam milik Ragini. Dia menghapus airmata Ragini.


"Kenapa? Sakit?"


Ragini hanya mengangguk.


Laksh mendekatkan bibirnya dan melumat bibir Ragini, memancing agar Ragini melupakan rasa sakit di bawahnya itu.


Saat ciuman Ragini sudah mulai panas, Laksh mulai menggerakkan miliknya itu.


"Ragini, belitkan kakimu ke pinggulku"


Ragini membelitkan kakinya ke pinggul Ragini. Laksh semakin mempercepat gerakannya itu.


"Lakshhhhhh" desahnya.

__ADS_1


"Goyangkan pinggulmu sayang" desah Laksh.


Ragini mulai menggerakkan pinggulnya mengikuti irama tubuh Laksh.


Laksh semakin mempercepat gerakannya saat dia melihat ekspresi kenikmatan di wajah Ragini. Laksh sesekali mencium dada Ragini, leher Ragini dan kini bibir mereka saling berpagutan.


"Lakshhhhhh.. Ouuhhhh... Aku sudah tidak tahan Laksh"


"Sebentar lagi...."


"Lakshhhhhhhhhh" teriaknya dengan *** rambut Laksh.


Laksh mengembangkan senyuman di bibirnya saat mereka mendapatkan pelepasan pertama mereka. Tubuh Laksh ambruk **** tubuh Ragini. Mereka saling berpelukan, tanpa melepaskan milik Laksh. Laksh menarik selimutnya menutupi tubuh polos mereka.


Laksh membelai pipi Ragini dsn menciumnya lembut.


Ragini meneteskan airmatanya.


"Kenapa sayang?" tanya Laksh dengan nafas yg masih memburu.


Ragini hanya menggeleng.


"Kau tenang saja, ada aku. Tak usah takut" ucap Laksh menangkan.


Laksh mengecup bibir Ragini dan melumatnya lama, hinggu membuat nafsunya kembali bangkit, dia mulai menggerakkan kembali miliknya itu. Ragini hanya mendesah dan pasrah.


'Akhirnya aku telah berhasil merenggut kesucianmu Ragini, ini adalah balasan untukmu atas dosa yg kakak mu perbuat dulu' batin Laksh.


Laksh masih menggoyangkan tubuhnya dan Ragini mengikuti gerakan Laksh.


Laksh berbaring di samping Ragini saat dia telah mendapatkan pelepasan keduanya.


Ragini menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Laksh.


"Laksh, apa kau tak akan meninggalkan ku setelah ini?"


Laksh hanya terdiam, dia lalu tersenyum.


"Tidak akan pernah"


Ragini memeluk tubuh Laksh.


'Sebelum kakak mu benar-benar hancur, aku tak akan melepaskamu. Kau akan aku jadikan alat untukku balas dendam Ragini. Kasihan sekali kau. Salah kau mengapa kau menjadi adik dari si pria brengsek itu' batin Laksh.


Ragini mulai memejamkan matanya dan tertidur di samping Laksh.


'Ini baru awal Ragini, setelah ini akan aku pastikan hidupmu akan hancur' batin Laksh, dia menatap sinis ke wajah Ragini.


'Dasar bodoh, dia pikir aku benar-benar mencintainya. Salah sendiri dia terlalu murahan, mau saja secepatnya menjadi kekasihku dan baru dua hari menjadi kekasihku kau rela menyerahkan mahkotamu kepadaku, dasar gadis murahan' ucap Laksh sinis.


Laksh memindahkan posisi tidur Ragini, dia memakai pakaiannya kembali. Dia tersenyum saat melihat bercak darah yg ada di spreinya.


'Kau sangat cantik, tapi maaf aku tidak benar-benar mencintaimu, dasar gadis bodoh' batin Laksh.


Laksh mendekatkan wajahnya untuk mencium kening Ragini.

__ADS_1


"Setidaknya aku berterimakasih karena dirimu sudah memberiku kenikmatan yg luar biasa malam ini" ucap Laksh pelan.


To be continued.. 😄😄


__ADS_2