Tentang Rasa

Tentang Rasa
Bab 16


__ADS_3

Rena memasuki apartemennya dengan gontai. Dia memutuskan untuk pulang lebih cepat. Rena tidak bisa fokus bekerja. Setelah mendengar apa yang dikatakan Zain.


Rena merebahkan tubuhnya di sofa. Dia membaringkan tubuhnya lalu meringkuk. Tatapannya menerawang jauh. Bayangan-bayangan masa lalunya kembali terlintas dengan jelas.


Rena memejamkan matanya. Dari sudut matanya keluar bulir air mata.


Flashback


Suasana pusat perbelanjaan saat itu sedang ramai. Akhir pekan banyak orang yang menghabiskan waktunya untuk berbelanja mungkin. Seperti Rena saat ini yang sibuk mencari jam tangan untuk hadiah ulang tahun sang kekasih.


Senyumnya terus menghiasi wajahnya. Rona bahagia gadis yang sedang jatuh cinta itu terlihat jelas di wajahnya.


Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan Rena pergi ke rumah kekasihnya. Rena ingin memberikan kejutan untuk kekasihnya. 


Rena tidak memberitahu Rio tentang kepulangannya dari paris. Karena yang Rio tahu Rena mendapat tugas kurang lebih dua minggu disana. Dan sekarang baru berjalan satu minggu. Rena menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat


Rena naik taksi ke apartemen Rio. Dia mengirim pesan kepada Rio sepanjang perjalanan. Rena ingin memastikan kalau Rio sudah berada di apartemen untuk diberikan kejutan.


Rena : Mas sudah pulang kerja?


Rio : Sudah sayang. Kamu sudah makan siang belum?


Rena : sudah kok mas.


Rio : syukurlah. Yasudah aku mau bebersih dulu ya. Nanti aku telepon setelah kamu pulang kerja.


Rena : oke mas, love you 😘


Rio : love you too 😘


Setelah hampir 30 menit perjalanan, kini Rena sudah sampai di apartemen Rio. Rena memasuki lift dengan wajahnya selalu dihiasi senyuman.


Ting….


Pintu lift terbuka, Rena keluar dari lift dengan langkah begitu semangat. Rena akhirnya bisa melepas rindunya yang selama seminggu ini tidak bertemu.


Sesampainya di depan unit apartemen, Rena menekan password. Rena masuk dan bersiap-siap memberikan kejutan.


Rena berjalan perlahan, mengendap-endap. Rena mendengar ada suara wanita dan anak kecil. 

__ADS_1


Dia menghentikan langkahnya, memastikan apa yang didengar itu salah. Rena memberanikan dirinya setelah yakin dengan suara yang didengarnya.


Rena mematung melihat apa yang ada di depannya. Gambaran sebuah keluarga kecil yang sedang merayakan ulang tahun sang ayah yang dia lihat saat ini. 


Rena memberanikan diri untuk memanggil Rio.


"Mas…"


Ketiga orang itu menoleh melihat ke arah Rena. Begitu terkejutnya Rio melihat Rena.


"Papa itu siapa?" Tanya gadis kecil itu kepada Rio.


Air mata Rena keluar begitu saja saat mendengar panggilan papa kepada sang kekasih.


Rio berdiri dan menghampiri Rena. Rena menatap Rio meminta penjelasan.


"Sayang, kamu masuk ke kamar dulu ya. Ada tamunya papa. Nanti kita lanjutkan lagi" kata wanita itu kepada anaknya. 


Gadis kecil itu pun menganggukkan kepalanya lalu masuk kedalam kamarnya.


Wanita itu berjalan dan menghampiri Rio dan Rena.


Rena menoleh menatap wanita itu dan kemudian kembali menatap Rio. Rena tidak ada keinginan untuk duduk. Dia hanya ingin dengar penjelasan.


Rio mendudukan kepalanya dan mengangguk lemah. " Dia putri dan istriku" ucap Rio lirih.


Rena hampir saja terjatuh mendengar itu. Kakinya terasa lemas tak bisa menopang tubuhnya. 


Rio berusaha membantu Rena, namun di tepisnya.


"Jangan sentuh aku mas" ucap Rena 


"Sayang, aku bisa jelasin ini"


"Jangan panggil aku sayang!!" Teriak Rena dan menutup telinganya. "Sungguh menjijikan" sambungnya.


Dengan sekuat tenaga Rena bangun dan keluar dari apartemen Rio.


Rio tampak terdiam, apa yang di takutkan kini terjadi. Tak lama Rio memutuskan mengejar Rena tanpa mengatakan apapun kepada istrinya.

__ADS_1


Rio menarik tangan Rena setelah berhasil mengejar Rena. Saat ini mereka berada di lobi apartemen.


"Lepasin aku!!" Rena menghempaskan tangan Rio.


"Sayang, tolong jangan begini. Aku bisa jelasin tapi ga disini"


"Ga ada yang perlu di jelasin" ucap Rena lalu berusaha pergi. Air matanya terus saja mengalir.


Namun Rio kembali meraih tangan Rena dan menariknya. Rio menarik paksa Rena ke dimana mobil Rio di parkirkan.


"Aku antar kamu pulang"


"Ga perlu" ucap Rena kesal


"Please Rena, aku antar kamu pulang dan aku akan jelaskan semuanya" Rio memohon kepada Rena


Rena pun akhirnya masuk kedalam mobil Rio. Dia merasa perlu penjelasan juga.


"Sejak kapan kamu menikah?" Tanya Rena di dalam perjalanannya. Pandangan lurus kedepan.


"Sudah 5 tahun lebih" jawab Rio yang masih fokus dengan kemudinya.


..


Rena tersenyum asimetris mendengar itu. 


"Aku kira aku di khianati, ternyata aku…" ucap Rena tercekat, rasanya sulit dibayangkan untuk Rena.


Rio menepikan mobilnya sebelum menjelaskan semuanya kepada Rena. 


Brakk…..


Mobil Rio tertabrak oleh mobil yang mengalami rem blong. Mobilnya terseret beberapa meter.


Rio sudah tak sadarkan diri dengan wajah dan tubuhnya berlumur darah. Begitu juga dengan Rena.


Rena sempat melihat keadaan Rio sebelum akhirnya tak sadarkan diri.


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2