Tentang Rasa

Tentang Rasa
Dendam


__ADS_3

×TENTANG RASA×


PART 5


Perlahan Ragini membuka matanya, dia melirik sekitarnya. Dia terkejut dengan kondisi dirinya yg tak memakai sehelai benang pun, dia mengusap wajahnya dan menangis karena teringat tentang kejadian semalam.


Laksh tiba-tiba keluar dari kamar mandi, dia melirik ragini dengan datar.


"Ragini, kau mandilah. Bersihkan dirimu, nanti kita akan ke pantai untuk sesi pemotretan"


Ragini tak menjawab, dia masih terisak. Laksh geram, dia mengepalkan tangannya. Andai saja tujuannya sudah berhasil sepenuhnya, ingin rasanya dia menampar gadis ini. Sadis memang! Tapi Laksh benar-benar tak suka melihat wanita merengek dan menangis. Bagi Laksh, itu sangat menganggunya. Laksh mengatur nafasnya dan menghampiri Ragini, tangan yg tadi dia kepalkan, dia buka dan menyentuh rambut kepala Ragini dan mengusapnya pelan. Wajahnya yg tadi terlihat geram, langsung berubah menjadi sangat teduh.


"Ragini.. Kau kenapa menangis?" tanyanya dengan lembut.


Ragini memeluk tubuh Laksh, dan merebahkan kepalanya di dada bidang milik Laksh. Sial karena dekapan Ragini yg sangat kuat, sehingga memperlihatkan kulit punggung Ragini dan sedikit bongkahan dadanya. Membuat naluri lelaki Laksh bangkit kembali. Laksh memejamkan matanya untuk menjernihkan pikiran kotor yg saat ini menguasai dirinya. Namun Laksh tak bisa menahannya, dia langsung **** tubuh Ragini hingga membuat Ragini terkejut. Dia langsung melumat dengan lembut bibir Ragini hingga membuat Ragini kewalahan dengan sikap Laksh. Laksh membuka kaos bajunya yg baru saja terpasang, dia menciumi leher Ragini dengan lembut.


Ragini mendorong tubuh Laksh, saat dia melihat Laksh ingin membuka celananya.


"Hentikan Laksh!"


Laksh mengernyitkan alisnya.


"Ada apa Ragini? Mengapa kau canggung seperti itu kepadaku? Padahal kita sudah melakukannya semalam. Apa kau lupa? Aku hanya ingin mengulang saja seperti malam tadi"


Ragini hanya terisak dan menangis.


"Aku bukan wanita murahan Laksh, yg bisa dengan seenaknya kau pakai untuk memuaskan nafsumu itu" ucapnya dengan terisak.


Laksh mengerutkan dahinya dan berpikir.


'Kau bilang kau bukan wanita murahan? Tidak sadar diri. Dasar jalang' umpat Laksh di dalam hati.


"Hei.. Ragini kita melakukannya atas dasar perasaan suka sama suka bukan? Tidak ada unsur pemaksaan"


Ragini tetap terisak.


"Sudahlah Laksh, lupakan. Aku tak yakin jika kau benar-benar mencintaiku. Memang aku yg bodoh, mudah sekali teebuai dengan rayuanmu itu"


SHIT!!!


Bukan ini yg Laksh inginkan, Laksh ingin Ragini terus mencintainya dan meninggalkan Ragini saat dia telah benar-benar hancur. Laksh berpikir dan menyusun strateginya. Dia mendekatkan dirinya dan memeluk tubuh Ragini. Awalnya Ragini menolak namun dia merasakan kenyamanan saat Laksh mendekapnya dengan hangat. Laksh menangkup wajah Ragini.


"Tatap mataku Ragini. Apa kau lihat keraguan di mataku? Apa kau masih mempertanyakan tentang perasaanku kepadamu? Kau masih tidak yakin dengan cintaku?"

__ADS_1


Ragini terdiam, dia menghentikan tangisnya dan menatap wajah Laksh yg terlihat sangat teduh. Hingga membuat hati Ragini berdebar.


"Jadi kau akan tanggung jawab jika aku nanti hamil, Laksh?"


OHH NO!!!


TIDAK AKAN PERNAH RAGINI!


Laksh tersenyum dengan lebar dan menangkup wajah Ragini.


Laksh mengedipkan matanya. Ragini langsung memeluk erat tubuh Laksh.


"Aku sangat mencintaimu, Laksh"


Laksh hanya tersenyum.


'Teruslah mencintaiku, hingga kau kehilangan akalmu karena telah mencintaiku' batinnya sinis.


***


"Laksh.. Pemandangan ini.. Pantai ini.. Semuanya sangat Indah sekali.. Aku sangat menyukainya Laksh"


Ragini berlari dan melompat-lompat diatas pasir putih itu. Dia menuju tepi pantai dan memainkan air dengan kakinya. Laksh hanya tersenyum melihat Ragini.


"Laksh.. Ayoooo" teriak Ragini.


"Ragini.. Ayooo.. Kita kesini untuk bekerja"


Ragini mengangguk dan mengikuti langkah Laksh.


"Ragini buka cardiganmu itu" teriak Laksh.


Ragini membuka cardigan itu dan melemparnya.


Cahaya sinar matahari seolah membuat tubuh Ragini berkilau. Benar-benar sangat cantik! Laksh tersenyum memandang tubuh cantik Ragini.


Laksh mulai mengambil fotonya.


"Ragini.. Pose..."


Ragini mengibaskan rambutnya dan tersenyum menantang ke arah Laksh. Benar-benar pose yg sangat sensual bukan. Ragini hanya memakai baju sebatas pusarnya dan memakai rok mini. Benar-benar sangat sexy. Laksh terus menerus menelan ludahnya melihat Ragini. Padahal Laksh sudah menikmati tubuhnya, tapi dia benar-benar mengagumi keindahan tubuh Ragini. Setiap pria yg melihat tubuh Ragini langsung menatapnya dengan tatapan menggoda. Membuat Laksh sedikit geram.


'Dasar jalang' umpatnya.

__ADS_1


"Laksh.. Aku lelah.. Coba aku lihat hasil fotonya"


Ragini berlari menghampiri Laksh. Dia melihat foto-foto itu dan tersenyum.


Ragini menatap wajah Laksh yg sangat tampan jika terlihat sangat dekat. Ragini langsung mencium pipi Laksh dan berlari. Laksh terkejut, dia memegangi pipinya dan tersenyum.


"Aku sangat mencintaimu, Laksh. Benar-benar sangat mencintaimu" teriaknya dengan berlari menjauhi Laksh.


Laksh hanya tersenyum sinis.


"Tapi aku membenci dirimu" ucapnya pelan.


"Lakssshhhh" teriak Ragini dengan melambaikan tangannya.


Laksh langsung berlari mengejar Ragini.


Laksh menangkap tubuh Ragini dan menggendongnya dan memutarkan tubuhnya.


"Aaaahhh Laksh, lepaskannnn" teriak Ragini.


Laksh hanya tersenyum.


"Malam ini, kau akan di foto tanpa busana" bisik Laksh.


Ragini membulatkan matanya.


"Bukan disini, tapi di kamar hotel"


Ragini hanya terdiam.


"Kau tenang saja, tak usah tegang"


"Tapi Laksh......"


"Ssstttt"


Laksh menaruh jari telunjuknya di bibir Ragini.


"Ini perintah dari Miss Anna, jadi kau tidak boleh menolaknya"


Ragini hanya mengangguk dan menundukkan kepalanya.


Laksh tersenyum sinis dan penuh kemenangan.

__ADS_1


'Lihat saja Yuvraj kau pasti akan sangat terkejut saat melihat tubuh polos adikmu yg tersebar ke seluruh kota' batin Laksh sinis.


To be continued...


__ADS_2