Tentang Rasa

Tentang Rasa
OB TAMPAN


__ADS_3

Pria itu menganggukkan kepalanya.


" Ya, Tuhan! Apa gue sekejam itu? Apa gue adalah wanita yang kejam sehingga dia menjadi seperti sekarang ini?" tanya Netta sedih.


" No! Kamu adalah seorang ibu yang hebat! Dan mantan istri yang menjengkelkan!" kiata Mike dengan nada menghibur.


" Hah!" Netta mencebik mendengar sindiran Mike.


" Apa lu bahagia dengan Diana?" tanya Netta lagi.


" Ya! Aku sangat mencintai dia, Ta! Aku pikir aku tidak akan bisa jatuh cinta lagi selain denganmu!" jawab Mike berbinar.


" Lupakan semua yang terjadi, Ta! Dia sudah menerima balasan darimu!" kata Mike tegas.


Netta bergeming, dia masih merasa marah dengan semua yang terjadi.


" Apa kamu masih mencintainya?" tanya Mike tiba-tiba.


Netta terdiam, tiba-tiba pintu ruangan Netta terbuka.


" Honey!" panggil Diana memotong percakapan mereka.


" Yes, baby?" jawab Mike dengan senyum terbaiknya.


" Ckkk! Suami istri sama aja kelakuannya!" dumel Netta.


Diana menggerakkan kepalanya tanda bertanya ada apa dengan Netta. Mike hanya menaikkan kedua pundaknya sambil menarik ujung bibirnya kesamping.


" Sedang ngomongin apa kalian?" tanya Diana.


" Kami hanya bicara tentang sesuatu!" kata Mike tersenyum.


Keesokan harinya Max pagi-pagi telah datang dan masuk ke pantry. Dia bingung apa yang harus dilakukannya sebagai seorang OB, karena dia tidak bisa walau hanya sekedar membuat kopi atau teh.


" Lho, Pak Max?" panggil seorang OB.


" Apa kamu melihat Pak Joko?" tanya Max.


" Pak Joko belum datang, Pak!" jawab OB itu.


" Kalo begitu bisa bantu saya dulu?" tanya Max.


" Iya, Pak! Tentu saja!" kata OB itu.


" Ajari saya membuat kopi dan teh, Put!" kata Max tanpa malu.


" Biar saya saja, Pak, yang membuatkan! Bapak kembali saja ke ruangan, nanti saya antar!" kata Putra.


" Tidak! Sekarang pekerjaan kita sama, saya juga seorang OB sepertimu!" kata Max datar.


" Apa? Bapak jangan bercanda! Mana mungkin..."


" Ayo, ajari saya, nanti Boss bisa marah!" kata Max memotong perkataan Putra.


" Iy...iya...Pak!" jawab Putra bingung. Dengan sabar Putra mengajari Max membuat kopi dan teh, lalu memberitahu apa saja tugas dari OB itu. Max memperhatikan baik-baik, dia tidak mau jika nanti Netta kecewa padanya.


Seorang pria masuk ke dalam pantry dan melihat kedua orang pria yang asyik di pantry.


" Selamat Pagi!" sapa orang itu.

__ADS_1


" Pak Joko! Kebetulan bapak sudah datang, Bu Netta minta saya menemui Pak Joko!" kata Max.


" Iya, Pak Max, saya terkejut saat Bu Ayu mengatakan pada saya kalo Pak Max akan membantu saya sebagai OB!" kata Joko sungkan.


" Nggak apa-apa, Pak!" jawab Max.


" Apa serius, Pak Max jadi OB?" tanya Joko masih tidak percaya.


" Iya, Pak! Tugas saya apa?" tanya Max.


" Maaf, Pak! Anu..."


" Nggak papa, Pak Joko! Bilang aja!" kata Max.


" Itu...Pak Max harus pake baju OB!" kata Joko.


" Iya, nggak papa!" jawab Max tersenyum.


Joko pergi ke ruangannya di dekat pantry dan membuka lemari yang ada disitu. Diambilnya sebuah pakaian berwarna biru yang masih didalam plastik, lalu dia keluar dan memberikan pada Max.


" Ini, Pak!" kata Joko.


" Trima kasih, Pak!" jawab Max.


Dibukanya ke.eja putih yang dipakainya lalu dipakainya baju OB itu.


" Apa kekeculan, Pak?" tanya Joko yang melihat pakaian itu melekat dengan sempurna di tubuh Max.


" Apa ini yang terbesar?" tanya Max.


" Iya, Pak! Kan tubuh kami kecil-kecil!" kata Joko.


" Jadi apa tugas saya?" tanya Max.


" Tolong antarkan kopi dan kue itu ke ruangan Boss.


" Apa Boss kita minum kopi?" tanya Max.


" Iya!" jawab Joko.


Dia dulu sangat membenci kopi! Batin Max. Max mengambil nampan yang ada di meja lalu membawanya keluar dari pantry. Semua mata pegawai wanita terbelalak saat melihat Max membawa nampan dengan balutan pakaian yang membentuk bagian tubuh liatnya. Sejak dinyatakan sakit, berat badan Max memang turun, tapi sejak melakukan pengobatan dan wajib hidup sehat, maka dia mulai rajin lagi berolah raga.


" Pak...Max!" sapa beberapa karyawan yang melihat.


Max hanya tersenyum dan mengangguk.


" Astaga, Pak Max! Itu badan seksi banget!" ucap seorang wanita.


" Iya! Ya ampunnnn! Pak Maxxx!" teriak beberapa wanita.


Max hanya tersenyum saja sambil masuk ke dalam lift menuju ruang Netta.


" Pak...Max?" ucap Ayu melongo melihat Max yang keluar dari lift sambil membawa nampan.


" Bu Ayu!" sapa Max tersenyum.


" Tunggu, Pak! Boss sedang ada tamu!" kata Ayu menahan tangan Max.


" Oh, gitu! Saya tunggu disini saja!" kata Max menunjuk sofa di ruang tunggu.

__ADS_1


" Di kursi saya juga boleh, Pak!" kata Ayu tersenyum manja.


" Biar disini saja, Bu Ayu!" kata Max.


" Panggil Ayu aja, Pak!" kata Ayu sambil duduk di sebelah Max, membuat pria itu sedikit risih.


Beberapa lama kemudian, terlihat Mike keluar dari lift dan melihat Max duduk bersamq Ayu.


" Tuan Mike!" sapa Ayu dan Max bersamaan.


Mike hanya mengangguk saja dan mengerutkan dahinya, lalu masuk ke ruangan Netta. Max yang melihat hanya terdiam saja, dia merasa sedih mengingat kebodohannya dulu.


" Mana dokumen yang mau kamu uruskan?" tanya Mike.


" Sebentar!" kata Netta yang aesang memegang gagang telpon.


" Mana kopi dan kue saya? Kenapa sudah jam segini belum datang?"


" Tapi Pak Max audah dari tadi perginya, Boss!"


" Apa dia lupa jalan ke ruangan saya?"


" Sebentar saya cari, Boss!"


Netta menutup telponnya dan meletakkan ditempatnya.


" Kamu nyari Max?" tanya Mike.


" Baru sehari jadi OB sudah nggak becus! Sudah jam segini masih belum datang!" gerutu Netta kesal.


" Tapi dia sedang dusuk di aofa depan sama Ayu!" kata Mike.


" Apa? Dia...Ayuuuuu!" teriak Netta kesal.


Memang sekretarisnya itu genit dan sedikit nakal. Netta berdiri dan berjalan keluar ruangannya. Mike menatap mantan istrinya itu dengan penuh curiga. Dia membuka pintu dan melihat ke arah dua anak manusia yang duduk di sofa sambil memegang tangan. Dada Netta rasanya ingin meledak melihat adegan itu.


" Apa ini kerja kamu, Yu?" tanya Netta yang langsung membuyarkan kedua orang itu.


" Eh, Boss! Nggak, ini Pak Max tangannya kotor, jadi..."


" Cukup! Kembali ke tempatmu!" kata Netta cepat.


" Iy...iya, Boss!" sahut Ayu langsung berdiri dan mengerling pada Max.


" Dan kamu! Apa jadi OB juga kamu nggak becus?" tanya Netta marah.


" Dia nggak sa..."


" Diam! Apa kamu mau saya pecat?" teriak Netta pada Ayu yang berniat membela Max.


" Maaf, Boss!" jawab Max menundukkan kepalanya.


" Ganti kopi saya! Saya nggak sudi minum kopi dingin! Kalo dalam waktu 10 menit kamu belum datang, kamu bisa angkat kaki dari sini!" kata Netta emosi.


Max menghela nafas lalu berdiri saat Netta sudah masuk ke ruangannya.


" Maafkan saya, Pak Max! Gara-gara saya, Pak Max kena marah!" kata Ayu menyesal.


" Nggak papa!" jawab Max lalu pergi meninggalkan Ayu.

__ADS_1


__ADS_2