
" No! You hear what i just say, you're mine!" kata Mike dan membalik tubuh Diana menghadap dirinya.
" I'm not going to abort my baby!" kata Diana.
" I'll take it by force!" kata Mike.
" Damn you Mike! This is your baby, you stupid jerk! I've never slept with anyone other than you!" teriak Diana dengan airmata bercucuran.
" I don't believe you!" kata Mike sinis.
" Fu.. you!" teriak Diana dengan terisak.
" I want a DNA test!" kata Mike lagi.
" What? You so...unbelievable!" kata Diana tidak percaya lalu memukul dada pria itu tapi malah tangannya yang kesakitan akibat liatnya tubuh Mike.
" Auch!" rintih Diana mengibaskan tangannya.
Mike hanya tersenyum bangga. Dasar pria besar bodoh! Xixixi.
" If it proves it's not my baby, abort it!" kata Mike yakin.
" But if turns out it's your baby, you'll have to leave us!" kata Diana.
" Ok, deal!" kata Mike dengan sangat yakin, tapi jauh di lubuk hatinya pria bodoh itu berharap sekali jika itu adalah anaknya.
" You'll sorry, Mr. Banner!" kata Diana tajam.
" Dan selama belum terbukti anak siapa, kamu harus terus menemaniku!" kata Mike tegas.
" No! Aku tidak ingin kamu menyakiti bayiku!" kata Diana marah sambil mengusap airmatanya.
" Kamu tahu aku bisa melakukan apa saja!" ancam Mike.
Diana bergidik, dia tidak mau terjadi sesuatu pada calon anaknya.
" Ok! Tapi hanya sekali!...Sebulan!" kata Diana.
" What? Sekali sehari!" kata Mike kesal.
" What? Apa kamu sudah gila? Dia masih rawan kalo kamu tahu!" kata Diana kesal.
" Ya aku memang tergila-gila dengan tubuhmu, Diana!" kata Mike tanpa melihat situasi langsung saja mel...at bibir Diana.
Hanya tubuhku! batin Diana sambil membalas Mike, karena memang dia sangat memuja pria itu dan tidak sanggup ditolak oleh tubuhnya. Airmata Diana perlahan menetes disudut matanya.
Sementara itu Netta sudah kembali ke rumah Mike setelah 3 hari di rumah sakit. Wanita muda itu sangat senang bisa mengurus putranya sendiri. Seluruh pegawai Mike sangat senang dengan kehadiran Tuan muda Kecil mereka.
" Hi, boy! How are you?" sapa Netta saat melihat Baby M terbangun menguap.
" Good Morning, tough guy!" sapa Netta lagi.
Digendongnya Baby M dengan perlahan, lalu dibawanya keluar ke kamar, dia berjalan ke teras samping dekat kolam renang. Netta berdiri dibawah sinar matahari pagi yang hangat sambil menggoyang tubuhnya pelan, agar putranya bisa merasakan hangatnya sinar matahari.
" Nyonya!" sapa Nancy.
__ADS_1
" Ya, Nancy?" jawab Netta melihat ke arah Nancy.
" Kita kehabisan belum membeli bahan makanan untuk bulan ini!" kata Nancy.
" Pergilah! Biar aku dan Dori yang menyiapkan sarapan untuk Mike!" kata Netta.
" Baik, Nyonya! Permisi!" kata Nancy. Netta membawa masuk Baby M, dia menuju ke dapur untuk menemui Dori.
" Apa sudah selesai, Dori?" tanya Netta.
" Belum, Nyonya! Saya masih memanggang beefnya!" kata Dori.
" Apa dia meminta steak pagi-pagi?" tanya Netta mengerutkan dahinya.
" Iya, Nyonya! Tadi pagi Tuan Mike meminta pada Nancy!" kata Dori.
" Tumben!" ucap Netta.
" Apa dia meminta sesuatu lagi?" tanya Netta curiga.
" Iya! Tuan meminta buah mangga dan nanas dipotong kecil dan diberi irisan cabe dan garam!" kata Dori lagi.
" Seperti orang hamil saja!" kata Netta pelan.
" Apa kamu bisa sendiri? Aku harus menyusui Baby M karena dia sepertinya mengantuk!" kata Netta yang melihat putranya itu menggeliat sambil memainkan lidahnya.
" Iya, Nyonya!" sahut Dori.
Netta pergi ke ruang tengah dan menyusui Baby M. Tidak lama kemudian Baby M tertidur lagi setelah kenyang. Netta meletakkan Baby M di boxnya dan berjalan ke meja makan.
" Morning, Sissy!" jawab Netta.
" Excuse me! This is this month's financial report!" kata Sissy.
" Thank you, Sissy, put it on the table!" kata Netta.
" You welcome, Senora!" jawab Sissy kemudian meletakkan buku tersebut di meja Netta.
Netta membuatkan roti panggang untuk Diana, sedangkan dirinya makan roti dengan selai kacang dan susu untuk ibu menyusui.
" You can wake him up!" kata Netta.
" Yes, Senora!" jawab Sissy.
Mereka? Nah lo, bingung kan gimana ceritanya Diana bisa tinggal sama Ken dan Netta dalam satu rumah...
Diana merasa tulang-tulangnya remuk, dia membuka matanya dan berniat bangun untuk berangkat kerja. Tapi Tangan Mike menarik tubuhnya dan memeluknya dengan sangat erat.
" Mike! Aku harus kerja!" kata Dian.
" One more time!" bisik Ken.
Mata Diana langsung membulat sempurna.
" No! Kamu telah melanggar perjanjian kita! Kemarin kamu melakukannya sebanyak 3x sehari!" kata Diana kesal.
__ADS_1
" Please, baby! Mau, ya!" rayu Mike.
Tanpa menunggu persetujuan Diana, Mike telah meraba daerah sensitif Diana, dan pria mesum itu tahu persis dimana letak bagian sensitif Diana.
" Da..mmmnnnn, you Maai...keeeee!" desah Diana.
Terjadilah lagi satu babak seru olahraga pagi di kamar Mike dan pria itu sangat puas dengan ketidak mampuan Diana menolak sentuhannya.
" Thank You, baby!" bisik Mike yang kemudian bangun dengan tubuh toples tanpa merasa malu pada Diana. Sedangkan dokter muda itu wajahnya memerah melihat tubuh Mike yang sempurna bak dewa yunani. Keduanya mandi sendiri-sendiri karena Diana tidak mau kalo Mike akan mengambil keuntungan lagi darinya.
Tok! Tok! Tok!
" Excuse me, Senor! Breakfast time!" panggil Sissy.
" Yes, Sissy, thank you!" sahut Diana yang sedang duduk dimeja rias.
" You welcome, Doctor!" jawab Sissy yang sudah mengenal suara Diana.
" Kamu sangat cantik, baby!" puji Mike.
" Tapi tidak cukup cantik untuk membuatmu berpaling dari istrimu!" s8ndir Diana.
" Ckkk! Kamu membuat moodku buruk, dokter!" decih Mike.
Diana memutar bola matanya malas. Mereka keluar dari kamar Mike dan turun ke ruang makan.
" Good Morning!" sapa Mike dan Diana bersamaan.
Mike memeluk pinggang Diana di hadapan Netta dan Diana tahu kenapa dia melakukan itu.
" Good Morning!" jawab Netta tersenyum.
" I made you a toast bread !" kata Netta pada Diana yang tidak terpengaruh dengan sikap Mike.
" Thank's, Netta!" jawab Diana memaksakan senyumnya.
" Dan itu steakmu, Mike!" kata Netta lagi.
" Thank you! Kamu memang istri idaman!" kata Mike tersenyum senang.
" Ini masih pagi dan kau mau makan steak?" tanya Diana aneh.
" Kenapa mang? Ada yang larang?" tanya Mike cuek.
" Bukannya kamu tidak suka sarapan berat?" tanya Diana lagi.
" Seperti orang hamil saja!" ceplos Netta.
Mike terbatuk mendengar ucapan Netta, dengan cepat Diana mengambilkan minum untuk Mike dan pria itu meneguknya hingga habis. Mike menatap Diana dengan tatapan yang tidak dimengerti.
" Hari ini aku ingin membawa Baby M ke Rumah Sakit, Di! Dia harus melakukan imunisasi!" kata Netta sambil menikmati rotinya.
" Aku akan mengantarmu!" sahut Mike cepat.
" Tidak perlu! Aku pergi sendiri saja!" kata Netta.
__ADS_1
" Tapi dia juga anakku!" kata Mike cemberut.