
Lalu Max mencumbu Netta dengan lembut lalu berubah menjadi panas. Netta merasa tubuhnya bergetar dan merinding akibat sentuhan Max. Eh! Tapi kenapa rasanya memang ada yang menyentuhku? Tapi kan aku sedang bermimpi? batin Netta. Kembali sebuah ******* lolos dari bibir Netta. Dia merasa ada yang memainkan dadanya. Netta menggeliat seperti ular akibat rasa nikmat di bagian itu.
" Bangunlah, sayang! Aku tidak mau bercumbu denganmu dalam keadaan seperti ini!" Netta mendengar bisikan seseorang.
Dengan cepat dia membuka matanya.
" Max? Ini beneran...kamu?" tanya Netta saat melihat singanya telah berada diatas tubuhnya.
" Iya, darling! It's me!" jawab Max tersenyum.
Netta masih belum percaya, dia menangkup wajah tampan Max dan mengusapnya. Hik...hik...hik... Netta menangis karena kesal campur bahagia.
" Sayang! Kenapa menangis? Ini beneran aku!" kata Max panik.
" Kamu jahat! Kenapa nggak pernah kasih kabar apa-apa?" tanya Netta masih menangis.
" Maaf, sayang! Aku harus merawat mama dan perusahaan papa!" jawab Max.
Max memeluk Netta dengan erat dan mengecup puncak kepala wanita itu. Netta merasa sangat nyaman dan aman di pelukan Max, dia merasa sangat suka dengan harum tubuh Max lebih dari sebelumnya. Kepalanya seketika sudah tidak pusing dan mualnya juga langsung hilang.
" Kita makan siang!" kata Max.
" Aku masih mau begini, sayang!" kata Netta dengan mata terpejam.
" Tapi aku takut dia bangun, sayang! Sudah sebulan dia mencari pasangannya!" kata Max yang membuat Netta membuka matanya dan merasakan sesuatu yang mengganjal perutnya.
" Maxxx! Dasar mesum!" teriak Netta, lalu bangun dari ranjangnya dan Max tertawa melihat tingkah kekasihnya itu. Netta membasuh wajahnya dan keluar dari kamar berikut Max. Mereka memesan makanan dan memakannya di dalam ruang kerja. Netta makan dengan lahapnya, seperti orang yang belum makan beberapa hari.
" Apa kamu tidak makan, sayang?" tanya Netta yang melihat Max hanya melihatnya yang sedang makan.
" Apakah semua makanan yang kamu pesan ini akan habis, sayang?" tanya Max yang sudah merasa kenyang hanya dengan melihat banyaknya makanan yang di pesan oleh Netta.
" Kita habiskan sama-sama, sayang! Entah kenapa hari ini aku sangat ingin makan ini semua bersamamu! Bukannya ini semua makanan kesukaanmu?" tanya Netta.
" Iya, sayang! Tapi kenapa harus memesan 2 porsi 2 porsi semua? Kan pesan 1 porsi saja bisa kita makan bardua!" kata Max lagi.
Hik...hik...hik...! Netta mulai menangis lagi.
" Eh! Iya, iya! Kita makan sama-sama, ya! Ayo! Lihat! Aku makan juga, Ok! Jangan nangis, ya! Aku minta maaf! " kata Max panik melihat Netta yang mulai cengeng.
Huffttt! Apa dia sekarang berubah jadi wanita yang cengeng? Tapi kemarin dia tidak seperti itu, malah dia sangat tegas! batin Max. Netta mengusap matanya dan tersenyum. Beberapa menit kemudian Max dibuat melongo karena Netta benar-benar menghabiskan makanan tersebut, membuat Max tidak percaya akan nafsu makan kekasihnya itu.
" Perutmu tidak apa-apa, sayang?" tanya Max mengusap perut Netta yang sedang duduk bersandar di sofa setelah membersihkan semua sisa makanan.
" Nggak! Memangnya kenapa?" tanya Netta.
" Nggak pa-pa!" jawab Max tersenyum, dia takut jika wanita itu akan menangis lagi.
__ADS_1
Ponsel Max berdering, nama Bayu tertera diponselnya.
" Aku terima telpon dulu, ya, sayang!" kata Max lalu pergi agak menjauh dari Netta.
Telpon dari siapa, sih? Kenapa nggak dditerima disini saja? Apa dia punya kekasih lain di sana? batin Netta, perlahan airmata Netta menetes di kedua pipinya. Max yang sedang menelpon melihat ke arah Netta dan terkejut melihat Netta telah menangis lagi. Max segera mematikan panggilannya dan mendekati wanita itu.
" Sayang! Ada apa lagi? Kenapa kamu menangis lagi?" tanya Max mengusap airmata Netta dengan penuh kelembutan.
" Aku tidak menangis....!" jawab Netta.
" Lalu ini apa?" tanya Max menunjukkan tangannya yang basah karena airmata Netta.
" Aku tidak tahu kenapa airmataku tiba-tiba keluar sendiri!" jawab Netta sekenanya.
Max memeluk dengan lembut kekasihnya itu, rasanya dia ingin tertawa mendengar jawaban Netta, tapi dia takut nanti ibu satu anak itu akan menangis lagi.
" Kamu kenapa, sih? Kok, sedikit-sedikit mengeluarkan airmata, sayang!" kata Max bertanya.
" Entahlah! Akhir-akhir ini aku suka sedih kadang marah secara bersamaan jika mengingat kamu!" kata Netta mengeluarkan keluh kesahnya.
" Iya, aku salah nggak ngasih kabar, aku minta maaf! Jangan menangis lagi, Ok! Aku akan selalu bersamamu!" kata Max mencium kening Netta.
" Beneran, Max?" tanya Netta bahagia.
" Iya, sayang! I love you so much!" ucap Max.
" I love you more, Max!" balas Netta lalu mereka memainkan bibir.
" Masuk!" Kata Max.
" Boss! Ini dokumen untuk meeting kita yang akan dilakukan siang ini!" kata Ayu dengan tersenyum. Max melihat ke arah Ayu yang menganggukkan kepalanya pada Max.
" Kamu boleh pergi!" kata Netta dengan ketus.
" Eh? Dokumennya?" tanya Ayu terkejut.
" Pergi!" teriak Netta.
" Iy...Iya, Boss! Permisi! Permisi, Pakkk..."
" Sudah nggak usah pamit!" kata Netta kesal.
Dengan cepat Komeng pergi meninggalkan ruangan itu.
" Sayang! Kamu jangan begitu, dong! Dia kan sekretaris kamu!" kata Max.
" Aku mau cari sekretaris cowok lagi aja!" kata Netta kesal.
__ADS_1
" Lho, tapi kenapa?" tanya Max heran.
" Aku nggak suka mereka liat-liat apalagi senyum-senyum sama kamu!" kata Netta kesal.
" Astaga, darling! Mereka punya mata dan bibir, masak iya kalo di depanku harus tutup mata dan mulut?" kata Max benar-benar pusing memikirkan sikap Netta yang possesif.
" Biarin aja! Mereka aja yang gatal!" sahut Netta ketus.
" Harusnya tu aku yang marah kalo kamu deket-deket sama pria lain! Apalagi sampai melihatmu dengan pakaian mini kayak gini!" kata Max sebenarnya merasa kesal karena pakaian kerja Netta yang membuatnya terlihat seksi.
" Tapi ini pakaian kantor sayang!" jawab Netta tersenyum senang.
Entah kenapa dia begitu senang melihat Max cemburu padanya.
" Apa celana panjang atau midi skirt nggak bisa dipakai?" kata Max mencubit pipi Netta dengan gemas.
" Apa kamu cemburu?" tanya Netta tersenyum.
" Tentu saja! Siapa yang nggak cemburu kalo kekasihnya cantik, seksi dan..."
" Hebat diatas ranjang!" bisik Max ditelinga Netta lalu menggigitnya.
" Maxxxx! Sakit!" sahut Netta memutar bola matanya malas.
" Dasar mesum!" ucap Netta.
Sebenarnya dia tersipu malu saat Max memujinya seperti itu.
" Jangan lakukan itu jika di dekatku, sayang! Ato aku akan selalu memakanmu! Aku sudah berpuasa selama 5 tahun dan hanya sekali melakukannya denganmu!" tutur Max memeluk Netta dengan erat.
Netta hanya diam dan tersenyum bahagia, dia kembali merasa sangat nyaman berada di pelukan Max. Aroma tubuh pria itu semakin membuatnya begitu memabukkan.
" Aku harus pergi!" bisik Max.
" Apa? Nggak mau!" Netta mempererat pelukannya.
" Tapi kamu ada meeting, sayang!" jawab Max.
" Tapi aku mengantuk!" jawab Netta.
" Baiklah, tidurlah! Biar aku yang memimpin meeting!" kata Max mengalah.
" Tapi aku mau seperti ini terus!" kata Netta merajuk.
" Apa kamu ingin semua pegawaimu menganggur akibat perusahaan ini bangkrut?" tanya Max.
" Ckkk! Kamu menyebalkan dan nggak asik!" ucap Netta menggerutu.
__ADS_1
Dia berdiri dan akan berjalan memasuki kamarnya.
" Berikan surat kuasamu dulu, sayang!" kata Max.