
Netta yang mendengar semuanya, langsung berlari meninggalkan tempat tersebut dan turun lewat tangga darurat menuju Taman rumah sakit. Netta menangis tertahan, apa yang sebenarnya terjadi? Apakah dia sangat menderita selama ini? Kenapa dia dikamar bagi pasien yang...kurang mampu? Apa dia benar-benar tidak punya uang? Apa Mike benar-benar membuatnya..Bang...Ahh! Apakah aku yang menyebabkan semua itu? Ya, Tuhan, apakah aku sekejam itu? Batin Netta. Dia menerawang ke tempat Max dirawat. Berbagi kamar dengan banyak orang! Tidak! Aku harus berranya pada Mike yang sebenarnya! batin Netta. Dia menghapus airmatanya dan pergi ke kamar Axon.
" Mommy! Where you from?" tanya Axon yang sedang duduk di brankar dengan perawat.
" Sorry, boy! Mommy had something to do!" jawab Netta.
Dia menatap perawat yang duduk di samping Axon.
" Trima kasih, ya, sus! Maaf kalo anak saya memyusahkan!" kata Netta.
" Sama-sama, Bu! Tidak sama sekali! Axon anak yang baik dan cerdas!Kalo begitu saya permisi!" kata perawat itu.
" Trima kasih kakak perawat!" kata Axon.
" Sama-sama Axon!" jawab perawat itu dengan tersenyum lalu berjalan keluar kamar.
Netta menghampiri putranya dan memeluknya dengan erat. God! You just look like your daddy so much! Batin Netta.
" I can't breath, mommy!" ucap Axon akibat pelukan erat Netta.
" Sorry, boy! I miss you so much!" ucap Netta dengan hati menangis mengingat Max.
" Are you crying, Mommy?" tanya Axon.
" No, boy! No!" jawab Netta sedih.
Sementara itu di sebuah ruangan yang dingin, terdengar ******* yang panjang.
" Mikeeee!" desah Diana saat Mike melakukan penyatuan dengannya.
" Yes, baby! Said my name loud!" ucap Mike. Setelah dua kali melepaskan cairannya, Mike menghentikan apa yang dilakukannya karena dia takut menyakiti dan membuat Diana kembali pendarahan seperti yang pertama."
" I love you so much, baby!" bisik Mike pada telinga Diana yang telah tertidur akibat merasa lelah.
" I never thought that I'd love a woman this much!" ucap Mike lagi.
Dia begitu tergila-gila pada Diana dan apa yang ada pada wanita itu. Mike beranjak dari ranjang lalu membersihkan tubuhnya yang lengket karena keringat. Mike keluar dengan memakai piyama mandi. Diraihnya ponselnya dan dilihatnya ada panggilan dari Bastian beberapa kali.
" Yes, Bas?"
" Boss! Kita sudah mengetahui dimana mereka melakukan transaksi!"
" Tetap awasi tempat itu, perketat penjagaan di Rumah Sakit!"
" Yes, Boss!"
" Kita akan membereskan mereka minggu depan, saat Boss mereka tiba!"
" Siap, Boss!"
Mike menutup panggilannya dan menatap istrinya dengan penuh kasih sayang.
Netta menyuapi putranya, tidak lama kemudian datanglah pengasuh mereka yang tadi disuruh Netta membeli beberapa keperluan.
__ADS_1
" Tolong ambilkan baskom dan washlap, ya, Sus!" kata Netta.
" Baik, Nyonya!" jawab Susi.
Perempuan itu berjalan ke kamar mandi dan mengambil baskom. Diisinya baskom itu dengan air hangat lalu dibawanya keluar.
" Ini, Nyonya!" kata Susi.
" Trima kasih, Sus!" kata Netta.
" Sama-sama, Nyonya!" jawab Susi.
Netta menyeka tubuh Axon dengan lembut.
" Where is daddy?" tanya Axon
" He's work, boy!" jawab Netta.
Mike dan Diana baru datang ke Rumah sakit pada malam hari.
" Daddy! teriak Axon melihat Mike.
" How's my boy?" tanya Mike mendekati Axon.
" I am good, daddy!" jawab Axon.
" Kamu istirahat saja, Net! Biar aku yang menyuapi Axon!" kata Diana. Netta menganggguk dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
" Boy, mommy keluar sebentar, Ok!" kata Netta.
Netta keluar dari kamar dan duduk di Taman di depan kamar putranya.
" Something in your mind?" tanya Mike pada Netta yang menyusul keluar.
" Kenapa lu nggak memberitahu gue?" tanya Netta.
" Tentang?" tanya Mike.
" Max!" jawab Netta.
Mike menghela nafasnya dan menatap wanita yang pernah menjadi istrinya itu dengan sendu.
" Apa kamu akan mendengarku? Aku pernah ingin menceritakan semua tentang Max, tapi kamu selalu menolak karena sudah tidak ingin mendengar apapun tentang dia lagi!" kata Mike panjang.
Netta memutar ingatannya, mang Mike pernah membuka pembicaraan tentang Max, tapi dia selalu marah dan pria itu langsung diam
" Apa kamu lupa jika aku sering memberikanmu sebuah amplop coklat beberapa kali? Semua itu isinya tentang Max, tapi kamu selalu membuangnya di sampah dan aku selalu mengambilnya kembali!" kata Mike lagi.
Netta memejamkan matanya dan mengingat kejadian-demi kejadian pada saat itu terjadi.
" Akhirnya aku memutuskan untuk menghentikan semuanya! Aku berharap suatu hari kamu akan melihat sendiri keadaan dia, Ta!" kata Mike yang tahu bagaimana perasaan Netta yang saat ini mungkin sudah tahu tentang Max.
" Kenapa kamu tiba-tiba bertanya tentang dia? Apakah belum cukup kamu mengusirnya dari perusahaannya sendiri?" tanya Mike mancing.
__ADS_1
" Please, Mike!" ucap Netta lirih.
" Apa lagi yang ingin kamu lakukan? Bagaimanapun dia ayah dari putramu! Meskipun kamu membencinya, dia tetap berhak tahu tentang putranya!" kata Mike.
Netta menatap tajam pria disampingnya itu, perlahan matanya berubah sendu.
" Dia disini! Max disini, Mike!" jawab Netta dengan mata berkaca-kaca.
" Apa? Dimana?" tanya Mike sambil melihat ke sekeliling.
" Max...dia sedang sakit! Dan dokter bilang sakitnya cukup parah!" kata Netta dengan airmata yang menetes dikedua pipi mulusnya.
" Darimana kamu tahu? Mungkin hanya sakit biasa!" kata Mike terkejut.
" Aku mendengarnya sendiri! Dia...benar-benar sakit!" kata Netta menghapus airmatanya.
" Kamu yakin?" tanya Mike ragu.
" Iya!" jawab Netta.
" Aku akan mencaritahu apa yang terjadi, karena sudah cukup lama aku tidak mengikuti dia!" kata Mike.
Netta hanya terdiam menatap kosong ke hamparan rumput di depannya.
" Lu tahu apa yang paling miris?" tanya Netta tersenyum sinis.
" Apa?" tanya Mike balik.
" Dia dirawat di Kelas 2!" ucap Netta bergetar, perlahan airmatanya kembali menetes.
Mike hanya diam saja, dia merasa ikut bersalah karena semua terjadi akibat dirinya juga. Dialah yang telah membuat Perusahaan Max hancur hingga keuangan Max menipis. Terlebih saat ini, setelah Netta mengusirnya dari perusahaannya sendiri.
" Bukankah dia kaya raya, Mike? Sehancur apapun perusahaannya, dia masih memiliki uang dan orang tua! Kenapa dia dirawat disana?" tanya Netta masih dengan nada tidak percaya.
Mike hanya diam saja.
" Hah! Kelas II ! Bukankah menurutmu itu lucu?" kata Netta sinis.
" Tapi aku percaya dengan candaan itu, Ta!" jawab Mike.
" Apa maksud lu?" tanya Netta terkejut.
Ditatapnya wajah mantan suaminya itu.
" Apa kamu lupa jika kamu setuju kalo aku membuatnya bangkrut?" tanya Mike mengingatkan.
" Aku tahu, tapi apa dia benar-benar bangkrut sampai seperti itu? Keluarganya sangat kaya Mike!" kata Netta dengan tegas.
Mike hanya menghela nafas mendengar ucapan Netta yang seakan meragukan perbuatannya.
" Kenapa kamu berkata seperti itu? Apa kamu meragukan kemampuanku menghancurkan seseorang?" tanya Mike cemberut.
" Entahlah, Mike, jangan tersinggung! Apa orang tuanya tega melihat anak kesayangan mereka jatuh miskin?" kata Netta bertanya.
__ADS_1
" Tapi kamu lihat sendiri bukan buktinya!" kata Mike sedikit kesal dengan mantan istrinya itu.
" Apa yang akan lu lakukan?" tanya Mike.