
UNTUK YG PENASARAN DENGAN ALASAN LAKSH BALAS DENDAM, BISA BACA PART INI YAH..
×TENTANG RASA×
PART 7
"Yuvi ada kiriman untukmu, Nak" teriak Tapasya.
Yuvi langsung menghampiri ibunya.
"Ada apa bu?"
"Ini (menyodorkan sebuah kotak) ada kiriman untukmu"
Yuvi mengambil paket itu.
"Apa ini?" gumamnya.
Yuvi masuk kembali ke kamarnya. Dia membuka isi paket itu. Dia terkejut saat isi paket itu adalah sebuah CD dan sepucuk surat "SEMOGA KAU BAHAGIA, SETELAH MELIHAT INI!"
Yuvi membolak-balikkan kotak itu untuk mencari tau nama pengirim tersebut. Tapi tidak ada, Yuvi lalu mengambil CD itu dan langsung memutarnya. Matanya terkejut saat di melihat isi CD itu. Dia mengepalkan tangannya dan mneteskan airmatanya.
"Raginiii" ucapnya lirih.
Yuvi mengambil ponselnya untuk menghubungi Ragini.
"Dimana kau?"
"........"
"Cepat pulang, jangan banyak alasan!" bentak Yuvi.
"Dasar Bajingan kau Laksh, berkali-kali aku mengatakan kepadamu, jika bukan aku pelakunya. Bukan aku yg merenggut kesucian adikmu. Tapi sialan kau Laksh, saat ini kau menggunakan adik ku untuk balas dendam. Lihat saja Laksh, akan aku buat kau menyesal" ucapnya geram.
Sementara itu di Goa....
"Laksh, kita hari ini akan pulang ke Mumbai kan?" tanya Ragini.
Laksh masih sibuk mengutak-atik kameranya.
Dia hanya mengangguk.
"Laksh, aku sudah mengemasi barang-barang kita. Laksshhhh"
Laksh langsung menoleh dan tersenyum.
"Ya sudah. Ayoooo"
Ragini tersenyum dan bergelayut manja di tangan bahu Laksh.
***
#FLASHBACK
"Kau kenapa Nandini? Apa yg telah terjadi kepadamu?"
"Hikss.. Hikss.. Hiksss"
Nandini hanya terdiam dan memeluk Yuvi.
"Ada apa sayang? Hmm.. Katakanlah kepadaku, apa yg telah terjadi padamu?"
"Yuvi.. Aku telah di perkosa oleh segerombolan preman"
Yuvi terkejut, dia merasakan sakit di dadanya, kekasihnya di perkosa oleh banyak orang. Yuvi mengeratkan pelukannya.
"Sudah, kau tenang saja. Aku akan menemui Laksh untuk mengatakan jika aku akan segera menikahimu"
Nandini hanya mengangguk.
"Apa? Nandini masih sangat muda Yuvi, usianya masih 17 tahun dan kau ingin menikahinya? Apa kau sudah tidak waras hah?"
"Tapi Laksh"
"Tidak, aku tidak akan membiarkannya kehilangan masa mudanya!"
"Kakak, aku ingin menikah dengan Yuvi, Kak. Ku mohon"
Laksh menatap adiknya.
"Aku mengerti pasti kau telah berbuat kurang hajar kepadanya kan? Kau pasti telah melakukan hal yg tidak-tidak kepada adikku, kan?"
Yuvi hanya menggeleng.
"Tidak Laksh, bukan aku yg melakukannya. Tapi orang lain"
"Dasar bajingan kau, setelah apa yg telah kau lakukan malah sekarang kau menuduh orang lain, dasar keparat"
Laksh menonjok muka Yuvi hingga Yuvi tersungkur.
BUUGGHH.. BUGGHHH
"Hentikan kakak.. Hentikan.. Yuvi tidak bersalah kak"
Laksh menghentikan pukulannya dia langsung menarik tangan adiknya.
"Kakak ku mohon, kak" rengek Nandini.
"Aaaahhhh dasar gila ternyata kau masih menyimpan dendam kepadaku, dengan menghancurkan hidup adikku yg sangat aku sayangi. Bajingan kau Laksh, lihat saja nanti apa yg akan aku lakukan kepadamu" ucap Yuvi dengan geram.
To be continued.....
Maaf PART nya dikit..
Kalau respon Bagus tar di next lagi.. 😄😄
Mampir ke profil aku yuks!
Di sana banyak cerita seru..
Stay tune yah!
__ADS_1
***
×TENTANG RASA×
PART 8
#FLASHBACK....
"Ragini Rathore?" tanya Laksh saat melihat berkas tentang Ragini.
Madhu hanya melirik berkas itu.
"Iyah, dia yg nantinya akan bekerja disini sebagai model baru Laksh" jawab Madhu.
Laksh menatap foto itu, dan tersenyum.
"Rathore? Berarti dia memang adiknya Yuvraj" gumamnya.
"Kenapa Laksh? Apa kau mengatakan sesuatu?"
Laksh menggeleng.
Dia langsung melangkah pergi.
"Lihat saja Yuvraj, apa yg akan aku lakukan kepada adikmu itu" ucapnya dengan tersenyum sinis.
***
Laksh melihat wajah Ragini yg sedang tertidur. Entah mengapa Laksh merasakan ada yg berbeda di hatinya saat dia menatap Ragini. Laksh terus memandangi wajah Ragini dan sesekali menyunggingkan senyumannya.
'Maafkan aku Ragini, kau harus menderita karena ulah kakak mu itu' batinnya.
Laksh melajukan mobil dengan sangat cepat.
***
#FLASHBACK....
"Kakak, aku mohon dengar penjelasanku dulu kak. Bukan Kak Yuvi yg melakukan itu kepadaku Kak, Kak Yuvi hanya ingin menikahiku agar aku tak menanggung malu Kak" teriak Nandini dengan menggedor pintunya.
"Kakak aku mohon buka Kak" rengeknya.
Laksh mengurung Nandini di dalam gudang, dia sangat geram dengan Yuvraj dan Nandini.
Nandini memutar bola matanya, dia melihat ada silet disana. Ragini langsung mengambil silet itu.
"Kak jahat kak, kau tidak sayang kepadaku. Padahal Kak Yuvraj mau menikahiku untuk menolongku tapi kau malah memukulnya dan menuduhnya macam-macam, lihat saja kak hari ini kau akan sangat menyesal. Untuk apa aku hidup daripada menanggung malu" isaknya.
Nandini mengambil silet itu dan menyayat urat nadinya.
"Aaaauuuuuu" teriaknya.
Laksh langsung menoleh, dia langsung berlari menuju gudang dan dia sangat terkejut saat pintu gudang itu terbuka, dia menemukan tubuh Nandini yg tergeletak di lantai dengan berlumuran darah.
"Nandini" teriak Laksh.
Namun sayang, nyawa Nandini tak bisa diselamatkan.
***
"Ragini" teriak Yuvraj.
Yuvraj langsung menyeret tubuh Ragini ke kamarnya. Hari ini Tapasya menginap di rumah orang tuanya yg sedang sakit, jadi di rumah hanya tinggal Ragini dan Yuvraj.
Tubuh Ragini yg masih sangat lemas hanya pasrah saat Yuvraj menariknya.
"Kenapa kak?"
Yuvraj geram dia menghempaskan tubuh Ragini. Yuvraj memutar video Ragini dan Laksh itu. Ragini membulatkan matanya tak percaya jika ada yg mengirim video pribadi milik Ragini dan Laksh. Ragini hanya meneteskan airmatanya.
PLAAAKKKK....
sebuah tamparan mendarat di pipi Ragini. Sangat panas! Hanya itu yg Ragini rasakan saat Yuvraj menamparnya dengan penuh emosi.
"Apa yg kau lakukan Ragini? Kau ingin menghancurkan hidupmu dengan berbuat seperti itu? Apa kau ingin mengecewakan ibu? Kau tega membuatnya bersedih karena ulahmu hah?" bentak Yuvraj.
Ragini hanya menangis. Ragini berlutut di kaki kakaknya itu untuk memohon ampun dan meminta maaf.
"Kakak, maafkan aku. Aku mohon Kak" lirihnya.
Yuvraj hanya memejamkan matanya. Dia meneteskan airmatanya. Hatinya sesak membayangkan peristiwa yg lebih buruk yg akan dialami oleh adiknya itu.
Yuvraj menarik tubuh Ragini. Dia menangkup kedua pipi Ragini dengan tangannya.
"Katakan, sudah berapa lama kau mengenalnya?"
"Tiga hari kak" ucap Ragini pelan.
Yuvraj mengepalkan tangannya.
"3 hari? Dan kau langsung dengan mudahnya memberikan tubuhmu kepadanya?"
Ragini hanya menangis.
"Karena aku mencintainya kak"
"Cinta? Kau bicara tentang cinta? Dia tidak pernah mencintaimu, Ragini! Dia hanya menjadikanmu alat untuk balas dendam kepadaku" teriak Yuvraj.
"Balas dendam kepada kakak? Jadi kakak mengenal Laksh?"
Yuvraj menjelaskan semuanya kepada Ragini. Ragini terkejut dan tak menyangka.
"Ikut aku, aku harus meminta pertanggung jawabannya atas perbuatannya itu"
Yuvraj menarik tangan Ragini dan membawanya pergi.
***
"LAKSSSHHHHH" teriaknya.
Laksh yg sedang di kamar hanya tersenyum sinis saat mendengar teriak Yuvraj. Dia lalu melangkahkan kakinya untuk menghampiri Yuvraj.
__ADS_1
Dia melirik Ragini yg tengah menangis.
"Ada apa teman? Apa kau masih mengingatku? Ohh bahkan kau masih ingat dengan jelas alamat rumahku" sindirnya.
Yuvraj mengepalkan tangannya, dia langsung menojok muka Laksh. Yuvraj memukuli Laksh tanpa perlawanan dari Laksh. Laksh hanya tersenyum dan menyindir.
"Mau berapa banyak kau memukulku, tidak akan mengubah keadaan Ragini. Dia selamanya akan terus menjadi wanita jalang dan murahan"
Hati Ragini seperti tersayat saat mendengar Laksh menyebutnya seperti itu.
"Kurang hajar kau, Laksh"
Yuvraj terus memukuli tubuh Laksh. Hingga tubuh Laksh jatuh tak berdaya. Tapi Laksh sama sekali tak menunjukkan ekspresi kesakitan di wajahnya, tapi dia hanya tersenyum.
"Sudah puas kau memukuliku hah?" teriak Laksh.
Yuvraj ingin memukul Laksh namun mengenai Ragini karena Ragini menghalanginya.
"RAGINIII" teriak Yuvraj dan Laksh.
Ragini meringis kesakitan, darah segar keluar dari sudut bibirnya. Laksh merasa sangat iba dengan Ragini.
"Kakak, aku mohon jangan pukuli Laksh lagi kak. Aku sangat mencintainya Kak" ucap Ragini lirih.
Entah mengapa Laksh merasakan gejolak di hatinya saat Ragini mengatakan hal itu.
"Ragini, dia pria bajingan, dia brengsek. Dia tidak pantas untuk mendapatkan cintamu" teriak Yuvraj.
"Kakak, tapi aku sangat mencintainya"
Laksh merasa dejavu, dia seperti mengingat kenangannya dengan Nandini.
"Kakak aku mohon"
Yuvraj memejamkan matanya, dia lalu pergi meninggalkan Ragini dan Laksh.
Ragini langsung memutar tubuhnya dan memeluk erat tubuh Laksh. Dia bahkan membantu Laksh untuk berdiri, Ragini berlari mengambil kotak P3K dan mengobati luka Laksh. Entah mengapa Laksh hanya terdiam, dia terus menatap wajah Ragini.
"Sudah selesai" ucapnya pelan.
Ragini ingin melangkahkan kakinya untuk pergi, tapi tangan Laksh menahannya.
Laksh berdiri dia mengambil kapas dan mengobati luka di sudut bibir Ragini. Mata mereka saking beradu pandang.
Ragini menepis tangan Laksh.
"Kau tidak perlu salah paham, aku hanya sebatas mengobati lukamu akibat ulah kakakku. Aku memang bodoh Laksh, mencintai dirimu yg sama sekali tak mencintai diriku. Memang benar katamu, aku hanya seorang wanita jalang yg sangat murahan. Terimakasih untuk semuanya Laksh"
Ragini pergi meninggalkan Laksh, entah mengapa hati Laksh terasa sakit saat mendengar perkataan Ragini.
Tak terasa airmata Laksh terjatuh.
Tiga bulan berlalu.....
"Miss Anna, kontrak ku kan telah habis. Terimakasih untuk semuanya"
Miss Anna hanya mengangguk.
"Kau yakin Ragini, jika kau ingin keluar dari sini?"
Ragini hanya mengangguk.
"Padahal aku ingin memperpanjang kontrakmu disini. Baiklah, terimakasih atas dedikasimu saat bekerja disini"
Ragini hanya mengangguk dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan.
"RAGINIIIII" teriak Madhu.
Ragini hanya tersenyum.
"Yahh.. Aku jadi tidak punya teman curhat lagi dong" keluhnya.
Ragini hanya tersenyum, tak sengaja Ragini berpapasan dengan Laksh. Laksh menatap lekat wajahnya tapi Ragini menundukkan kepalanya.
"Aku pergi dulu Madhu.. Bye.. Jaga dirimu"
Ragini berlari meninggalkan Madhu, tak terasa dia menjatuhkan sesuatu di dalam tasnya.
Laksh menatapnya dengan lirih.
"Ada apa dengan Ragini?" gumam Madhu.
Madhu melirik sesuatu yg sepertinya terjatuh di lantai.
"Apa ini? Alat tespek? Apa Ragini hamil?"
Laksh langsung mengambil alat tespek tersebut. Dia menatap lirih.
'Ragini hamil? Dan itu anakku?' batinnya.
"Kenapa Laksh?"
"Tidak"
Laksh berlalu dan pergi meninggalkan Madhu. Entah mengapa hatinya sangat gelisah.
***
Ragini menangis di dalam mobilnya.
"Kau yakin ingin mempertahankan bayi itu?" tanya Yuvraj.
Ragini hanya mengangguk.
"Jika kau sudah sampai sana, kau harus langsung menghubungiku yah"
Ragini hanya mengangguk.
Ragini memejamkan matanya, menahan sesak di dadanya. Hancur! Hanya itu yg dia rasakan. Dia harus menghabiskan waktu mudanya dengan kesalahan yg dia perbuat.
'Ibu, akan selalu menjagamu, Nak' batinnya dengan mengelus perutnya yg masih rata.
__ADS_1
To be continued...