
" Ayo, Mbak! Acaranya tinggal beberapa menit lagi!" kata pegawai MUA.
" Iya! Maaf! Cepatlah! Max pasti akan mencintaimu! Aku sangat yakin!" kata Ken lagi.
Max telah datang ke orang tua dan kakak Netta setelah Netta sembuh dan menjelaskan semua pada mereka. Max juga meminta maaf atas semua kesalahannya selama ini.
Acara pernikahan itu di adakan secara private di sebuah taman di Hotel ternama dengan mengundang media massa untuk meliputnya dan beberapa tamu penting saja. Netta berjalan dengan digandeng papanya mendekati altar pernikahan, sementara Max telah menunggunya diujung altar dengan gagahnya. David berobat dengan rutin ke Jerman hingga bisa jalan kembali. Mata Netta tidak lepas dari sosok max yang hari ini membuat matanya hanya fokus pada dirinya. Ya, Tuhan! Dia sangat tampan dan mempesona! Aku berkali-kali jatuh cinta padanya! batin Netta. Ternyata apa yang dipikirkan Max juga tidak jauh berbeda dari Netta. Kamu terlihat cantik dan bertambah seksi, sayang! Gaun pengantinmu sangat cantik dan cocok untukmu! batin Max yang melihat gaun Netta tertutup hingga leher dan berlengan panjang. Papa Netta menyerahkan Netta pada Max.
" Jaga putriku dan anak-anak kalian dengan baik!" kata Dave.
" Saya berjanji, Pa!" jawab Max.
Dave menjauh dan duduk bersama Eva.
" Kamu pasti sangat cantik, sayang!" bisik Max.
" Kamu juga tampan, Max!" kata Netta.
Acara pembacaan sumpah perkawinan dan pemberkatan berjalan dengan lancar, Max membuka tudung pengantin dan tampaklah wajah cantik istrinya.
" I love you forever!" ucap Max lalu mencium bibir Netta dengan lembut.
Para undangan bertepuk tangan melihat kedua pengantin.
" Ehmmm! Bisakah dilanjutkan nanti di kamar?" ucap Mike.
Max seakan tersadar jika mereka masih dalam acara pernikahan segera melepaskan ciumannya dan membuat Netta tersipu hingga memeluknya. Max mengusap punggung istrinya dan alangkah terkejutnya Max saat merasakan kulit punggung Netta tidak dilapisi kain. Max memutar tubuh Netta dan melihat punggung polos istrinya terekspos begitu saja. Dengan posessif Max melepas jasnya lalu memakaikannya pada Netta.
" Apa yang kamu lakukan, sayang?" tanya Netta.
" Siapa yang memesankanmu gaun ini? Apakah kamu sengaja ingin membuatku marah?" tanya Max geram.
" Apa maksudmu? Kenapa dengan gaun ini?" tanya Netta heran melihat suaminya.
" Ingat, Netta! Kamu sudah bersuami! Jaga caramu berpakaian dan..."
" Dengar Max! Kita baru saja menikah dan kamu sudah keterlaluan padaku!" potong Netta lalu berjalan pergi meninggalkan Max sendiri.
" Lho! Mau kemana pengantin wanitanya?" tanya mama Max.
" Dia kebelakang, Ma!" jawab Max kesal.
" Bagaimana?" tanya mama Max.
" Apanya?" tanya Max.
__ADS_1
" Gaunnya?" tanya mama Max lagi.
" Apa? Jangan bilang...Astaga, mama! Apa mama mau membuat sehari ada perkawinan sekaligus perceraian?" kata Max segera menyusul istrinya ke kamar.
Mampus aku! Dia pasti sangat marah, apalagi dia sedang dalam keadaan hamil. Ya Tuhan! Aku memang sangat possesif dan pencemburu! batin Max kesal pada dirinya.
Tok! Tok!
" Sayang!" panggil Max mengetuk pintu kamar mereka.
Max memutar engsel pintu dan ternyata pintu tidak dikunci. Max terkejut saat dilihatnya keadaan kamar yang berantakan dan suara seseorang menangis di kamar mandi. Max berlari menuju ke kamar mandi dan melihat istrinya duduk di dalam bath up sambil menangis.
" Sayang! Kamu kenapa? Kamu..."
" Stop! Stay there! Don't you dare come any closer!" teriak Netta marah.
" Darling!" panggil Max dengan wajah sedih dan penuh penyesalan.
Max berdiri seperti patung di dekat pintu karena takut dengan amarah Netta yang moodnya pasti sedang naik turun karena hormon kehamilannya.
" Kamu tega sekali, kita baru saja nikah tapi kamu sudah marah-marah padaku tanpa menjelaskan apa salahku!" tutur Netta sambil menangis. Hik...hik...hik...huhuhu!
" Maafkan aku sayang! Aku baru tahu jika mama yang menyuruhmu memakai gaun itu!" kata Max dengan wajah memelas.
" Aku hanya memakai yang diberikan oleh mama, tapi kenapa kamu memarahiku? Huuuuuu!" tangis Netta bertambah keras.
" Kalo kamu marah-marah lagi aku akan pergi..."
" Jangan bicara seperti itu, sayang! Aku akan membunuh diriku jika kamu pergi!" ucap Max yang langsung berlari mendekati Netta dan memeluk istrinya itu.
Netta terkejut mendengar ucapan Max dan menatap suaminya itu dengan tajam.
" Jangan pernah bicara tentang meninggalkan aku! Kamu tahu apa yang terjadi padaku saat kamu pergi!" kata Max takut.
" Aku berbohong! Mana mungkin aku meninggalkanmu dan keluarga kecil kita!" kata Netta mengecup kening suaminya.
" Maafkan aku yang terlalu posessif terhadapmu! Aku hanya tidak mau jika tubuh istriku dinikmati oleh banyak mata pria!" kata Max manja.
" Seharusnya kamu bilang saja, sayang! Aku pasti mengganti pakaianku!" jawab Netta senang jika suaminya menyayanginya.
" Iya! Aku akan bilang jika aku tidak menyukainya!" kata Max memeluk kembali istrinya.
Netta membalas pelukan itu dengan erat.
" Sayang!" panggil Max.
__ADS_1
" Hmmm?" sahut Netta.
" Apa aku harus puasa? Ini malam pernikahan kita dan aku..."
" Lakukanlah! Tapi pelan saja dan berhati-hatilah!" bisik Netta malu tanpa melepaskan pelukan itu.
" Trima kasih, sayang! Aku akan sangat lembut!" jawab Max lalu mencium ceruk leher istrinya.
" Daddyyyyy!" teriak Axon dari luar kamar.
" Aku lupa sama Axon! Sebaiknya kita segera kembali, sebelum mereka melihat kamar yang aeperti kapal pecah ini!" tutur Max yang membuat wajah Netta cemberut dan kesal.
" Habis aku kan kesal!" jawab Netta.
" Iya, aku tahu! Mulai saat ini kita harus terbuka satu sama lain. Satu lagi, jangan selalu menuruti keinginan mama!" kata Max tegas.
" Tapi kata mama aku terlihat berkali lipat cantiknya jika menurut padanya!" elak Netta.
" Arnetta Moreno Greyson Smith! Kamu lulusan luar negeri tapi kenapa bisa diperdaya wanita setengah baya?" teriak Max.
" Hikss...hikss...kamu membentakku lagi!" rengek Netta.
" God! Beri aku kesabaran yang tinggi!" kata Max pelan.
" Sayang! Aku hanya ingin kamu memakai pakaian yang tertutup saat tidak bersamaku!" kata Max lembut.
" Tapi mama..."
" Mama hanya akan membuatku marah saja!" kata Max.
" Mommyyyyy!" panggil Axon lagi.
" Astaga, putra kita!" ucap Max lupa.
" Intinya, Aku hanya ingin hidup bersamamu, darling!" kata Max.
" Aku juga!" jawab Netta tersenyum.
" I love you forever, Arnetta Moreno Greyson Smith!" kata Max.
" I love you too, Maximilliano Smith!" jawab Netta.
Dan merekapun kembali ke Jakarta setelah acara resepsi di malam hari dilakukan, karena Max harus meeting dengan seluruh pemegang saham perusahaannya. Sedangkan Mike kembali ke Italia karena pekerjaa Ken dan Diana yang berada disana sesekali mereka saling mengunjungi untuk mempererat tali persaudaraan.
Beberapa bulan, Netta melahirkan seorang putri yang cantik dan hamil lagi kemudian melahirkan kembali seorang putri, terakhir dia melahirkan seorang putra dan Erik mengatakan pada Max jika Netta tidak bisa lagi melahirkan anak karena telah 3 kali melahirkan secara SC atau operasi. Sedangkan Diana melahirkan lagi seorang bayi laki-laki di Indonesia, karena Mike memutuskan untuk tinggal di Jakarta atas permintaann Mikaela
__ADS_1
^^^ TAMAT^^^