
×TENTANG RASA×
PART 3
"Secepatnya aku harus mendapatkan tubuhmu itu agar dendamku terbayarkan" ucap Laksh sinis dengan menatap kepergian Ragini.
Ragini memutar tubuhnya, dia melambaikan tangannya dan tersenyum. Laksh hanya membalasnya dengan senyuman.
Dia mulai melajukan lagi motornya meninggalkan rumah Ragini.
Di kamar Ragini.....
"Aahhhh lelah sekali hari ini" keluhnya dengan merebahkan tubuhnya di ranjang. Dia memejamkan matanya dan tersenyum saat mengingat Laksh.
Dia terus tersenyum saat melamunkan wajah Laksh.
CEKREEKK...
"Kakak.." teriak Ragini langsung memeluk kakak nya itu.
Yuvraj memeluk tubuh adiknya itu.
"Kakak sangat merindukan boneka kakak ini"
"Aku juga sangat merindukanmu, Kak"
Mereka saling mengeratkan pelukannya melepaskan rindu yg selama ini mereka rasakan.
"Kakak akan tinggal disini terus kan? Tidak pergi lagi ke London?"
Yuvraj menggeleng.
"Kakak akan terus disini menemani boneka kakak"
"Uhhh kakak aku sayang sekali dengan kakak"
***
Laksh menatap lirih foto wanita di tangannya. Dia meneteskan airmatanya.
Dia menaruh kembali foto itu di laci kamarnya.
Dia merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
"Ragini.. Kau harus menjadi milikku seutuhnya" ucapnya dengan tersenyum sinis.
***
Pagi harinya...
"Pagi kakak ku yg tampan" teriak Ragini.
Yuvraj hanya tersenyum.
"Kau ingin kemana?"
"Ke tempat kerjaku kak"
"Kau kerja apa?"
"Model"
"Ohh.. Hari ini biar kakak yg mengantarmu yah?"
Ragini menelan ludahnya, lidahnya terasa sangat kelu. Mana mungkin dia mengajak kakak nya ke tempat kerjanya yg baru. Jika kakaknya tau mungkin dia bisa di gantung.
Dia ingin sebenarnya keluar dari tempat kerjanya itu tapi mengingat jumlah denda yg harus dia bayar, rasanya dia harus mengurungkan niatnya itu.
__ADS_1
Lagi pula sekarang ada Laksh kan, jadi akan membuatnya semakin semangat bekerja disana.
"Hei.. Kakak bertanya denganmu? Mengapa kau hanya terdiam?" tanya Yuvraj dengan mengibaskan tangannya.
"Adikmu itu sering sekali melamun Yuvi, ibu saja bingung dengan sikapnya akhir-akhir ini. Mungkin dia sedang jatuh cinta" goda Tapasya, ibu Ragini.
"Ibuuu" teriak Ragini manja.
"Ya sudah kakak.. Ibu.. Ragini pergi dulu yah.. Bye"
Ragini berlari meninggalkan kakak dan ibunya.
"Hei sayang.. Makan dulu sarapanmu" teriak Tapasya.
Ragini hanya menoleh dan tersenyum.
"Aku buru-buru bu, nanti aku terlambat.. Bye" ucap Ragini.
"Ibuuu"
"Kenapa?"
"Sejak kapan Ragini menjadi seorang model?"
"Baru setahun ini dia merintis kariernya sebagai model"
"Kenapa ibu membiarkannya?"
Tapasya sejenak berpikir.
"Ibu tidak pernah membatasi ruang gerak anak ibu, bukan? Ibu hanya ingin menjadi ibu yg ideal untuk kalian, yg mengerti dan memahami perasaan dan keinginan anaknya"
Yuvraj hanya tersenyum.
"Terimakasih bu, andai ayah masih ada. Mungkin keluarga kecil kita akan menjadi lengkap"
"Ayahmu sudah bahagia, Nak"
Yuvraj hanya mengangguk.
"Lalu, bagaimana dengan dirimu? Kau kembali kesini untuk bekerja bukan katamu?"
"Iyah bu temanku menawarkan kerjaan yg sangat menarik, aku sangat menyukainya"
"Sebagai?"
"Konsultant pajak"
"Dasar.. anak ibu yg satu ini memang sangat jenius. Ibu bangga padamu"
Yuvraj hanya tersenyum.
***
"Ragini kau dipanggil ke ruangan Miss Anna" ucap Madhu.
Ragini yg baru saja datang hanya tersenyum dan mengangguk, dia langsung menuju ruangan Miss Anna.
Dia menyapa Sekretaris di depan ruangan Miss Anna dengan tersenyum dan anggukkan kepalanya.
"Silakan Ragini, Miss Anna sudah menunggumu daritadi"
Ragini hanya mengangguk, hatinya berdebar. Dia sangat takut.
Perlahan dia memulai mengetuk pintunya dengan menghela nafasnya.
TOK.. TOK.. TOK..
__ADS_1
"RAGINI, MASUKLAH" teriak Miss Anna.
Ragini menundukkan kepalanya.
"Duduklah"
Ragini masih tak menyadari jika ada seseorang di sampingnya yg sedari tadi memperhatikan dirinya.
"Ragini, hari ini kau ada jadwal pemotretan di Goa. Menurut Laksh pemandangan disana bagus view nya untuk foto. Maka dari itu, hari ini kau dan Laksh akan pergi ke Goa"
Ragini langsung mendongakkan kepalanya.
"APA?"
Ragini terkejut, dia langsung berdiri dari kursinya, dia menatap tajam Miss Anna, tapi dia menyadari sesuatu, dia langsung menoleh ke sampingnya. Ada Laksh sedang duduk dengan mengembangkan senyumnya.
"Kenapa Ragini, mengapa kau sangat terkejut? Bukankah di perjanjian kontrak yg kemarin sudah aku jelaskan jika kau harus siap dan bersedia jika harus bekerja di luar kota, bukan? Apa kau tak teliti lagi membaca isi perjanjian kontrak itu?"
Ragini menelan ludahnya, dan menggigit lidahnya.
Memang salah Ragini sendiri yg selalu tak pernah teliti dalam urusan membaca.
"Kenapa Ragini, apa kau keberatan untuk pergi berdua denganku" ucap Laksh dingin.
Ragini mengerutkan dahinya dan berpikir. Bukankah pria yg di sampingnya ini berstatus sebagai kekasihnya, mengapa dia sekarang bersikap dingin di depan Miss Anna. Apa memang dia sengaja menyembunyikan status mereka demi profesional kerja? Entalah! Ragini benar-benar dibuat bingung oleh sikap Laksh.
"Ragini, tidak ada penolakan. Hari ini kau dan Laksh akan langsung pergi kesana. Kau tak usah bawa apapun, kau hanya perlu membawa dirimu saja. Saya sudah menyuruh Madhu untuk mempersiapkan semua keperluanmu selama disana"
"Memang berapa lama Miss?" tanya Ragini.
"Sebentar, hanya tiga hari. Ya kan Laksh?"
Ragini menelan ludahnya.
"Bisa seminggu Miss, jika Ragini ingin berlibur disana!" jawab Laksh datar.
Miss Anna hanya tersenyum.
"Sudah.. Sudah.. Ragini.. Laksh.. Kalian bersiaplah"
Mereka hanya mengangguk.
"Laksh, kau taruh saja motormu disini, nanti biar aku suruh Security untuk memasukkan motormu ke dalam kantor. Mana mungkin kalian pergi ke Goa dengan menggunakan motor bukan, mau sampai kapan jika kalian menggunakan mobil. Ini Laksh (menyodorkan kunci mobil) kau pakai mobil dinas ini. Ingat Laksh dan Ragini kalian tak boleh mengecewakanku"
Mereka pamit langsung keluar ruangan Miss Anna.
Mereka berjalan berdampingan. Ragini melirik Laksh, tapi Laksh sama sekali tak meliriknya.
"Laksh" panggil Ragini pelan.
Laksh hanya menoleh tanpa tersenyum dan memasang ekspresi datarnya.
"Ada apa?" jawabnya jutek.
Ragini hanya menggeleng. Laksh lalu pergi meninggalkan Ragini yg masih terpaku.
"Apa dia benar-benar mencintaiku? Bukankah baru semalam kita berdua jadian, mengapa sikapnya sekarang sangat dingin? Aneh sekali!"
Ragini menatap kepergian Laksh yg perlahan hilang dari pandangannya.
Dia menghubungi ibunya untuk meminta ijin selama tiga hari, ibunya Ragini pun mengijinkan. Ragini berjalan menuju ruangan ganti untuk menemui Madhu.
Laksh sedari tadi menatap sinis ke arah Ragini.
'Lihat saja nanti, seorang Laksh akan berusaha mencapai tujuannya. Bersabarlah sayang, besok dan dua hari ke depan kau akan merasa senang bersamaku' batin Laksh.
Dia *** photo Ragini dan tersenyum sinis.
__ADS_1
To be continued..