Tentang Rasa

Tentang Rasa
Sebentar Lagi


__ADS_3

WARNING!!!


BUKAN BUAT BOCAH!!


JADI BOCAH GA USAH MAKSA BUAT BACA!!


KARENA PART INI ADA ADEGAN DEWASANYA!!!


TOLONG BIJAK DALAM MEMBACANYA!!


×TENTANG RASA×


PART 6


Ragini terus mondar mandir di kamarnya, dia masih tak bisa percaya jika dia harus tampil naked secepat ini.


Ragini tadi telah menghubungi Madhu, tapi kata Madhu biasanya setelah setahun baru mereka di haruskan foto naked. Laksh masuk ke kamar hotelnya, dia bingung dengan sikap Ragini yg seperti itu.


"Ada apa?" tanya Laksh.


Ragini hanya terdiam.


"Laksh, apa iya hari ini aku harus foto dengan tampil naked?"


Laksh mengernyitkan alisnya.


Dia hanya tersenyum.


"Memang siapa yg bilang?"


Ragini mengerutkan alisnya, dia berpikir. Bukankah tadi Laksh yg bilang di pantai tadi, Ragini memejamkan matanya dan berpikir.

__ADS_1


Namun Laksh tiba-tiba langsung memeluk dirinya erat.


"Aku hanya sedang merindukanmu" bisiknya pelan.


Ragini menoleh.


"Apa maksudmu, Laksh?"


"Seperti semalam" bisiknya lagi dengan mendesah.


Ragini menggeliat geli. Laksh menciumi leher Ragini dan menyapunya dengan lidahnya. Ragini hanya *** rambut Laksh. Laksh menggendong tubuh Ragini dan merebahkannya dia ranjang. Laksh memulai aksinya dengan melepaskan kancing kemeja Ragini. Dada Ragini naik turun dan nafasnya sangat memburu.


"Jangan tegang seperti itu" goda Laksh.


Laksh membuang kemeja Ragini ke lantai, dia lalu membuka kaos yg dia kenakan. Laksh **** tubuh Ragini dan melumat bibir Ragini dengan lembut, dengan lihai Ragini membalas ciuman Laksh. Tangan Laksh yg satu *** pelan dan meraba dada Ragini, sedangkan yg satunya menelusup ke bagian bawah Ragini.


"Ouhhh.. Lakshhh" desisnya.


Laksh terus memainkan jarinya di milik Ragini. Ragini meracau nafasnya memburu, Laksh mendekatkan wajahnya. Ragini langsung menangkup wajah Laksh dan melumat bibir Laksh. Kali ini Laksh membiarkan Ragini yg menguasai ciuman panas mereka.


Namun Laksh tak menghentikanya, dia menarik celana dalam Ragini dan membuangnya. Laksh lalu membuka celananya. Dia mulai mengarahkan senjatanya itu.


"Ouuhhh Lakssshhhhh" desah Ragini saat milik Laksh sudah terbenam di miliknya.


Ragini *** rambut kepala Laksh.


"Angkat pinggul mu sayang"


Ragini mengangkat pinggulnya dan Laksh menghentakkan miliknya untuk masuk lebih dalam. Laksh mulai menggerakkan miliknya di imbangi dengan gerakan pinggul Ragini.


Laksh melumat bibir Ragini dengan nafsu yg sangat bergairah. Ragini mencengkram kuat tubuh Laksh.

__ADS_1


"Lakshhh.. Aku sudah tidak kuat aku maauuuuu....."


Laksh semakin mempercepat gerakannya. Tubuhnya ambruk di atas tubuh Ragini.


Laksh membelai pipi Ragini. Dia mencium lembut pipi chubby Ragini.


"Gimana? Tidak sakit bukan?" bisik Laksh.


Ragini hanya mengangguk.


Entah mengapa Laksh merasakan perasaan yg aneh saat dia melakukannya dengan Ragini sekarang.


Tapi Laksh buru-buru menepis pikirannya itu.


"Laksh, aku sangat mencintaimu. Apa kau juga mencintaiku sama seperti aku mencintaimu?"


Laksh memejamkan matanya.


"Laksh, aku bertanya kepadamu"


Laksh semakin mempererat pelukannya di tubuh Ragini.


"Kau sudah tidur Laksh? aku harap kau tak mempermainkan diriku, Laksh. Jujur aku sudah sangat sayang sekali kepadamu, Laksh. Kau orang pertama yg menyentuh diriku. Aku bodoh memang menyerahkan mahkota yg aku punya kepadamu. Tapi aku yakin, jika kau tak akan lari dari tanggung jawab kan Laksh. Hmmm aku bodoh daritadi berbicara dengan orang yg sedang tidur" jelas Laksh.


Laksh sebenarnya masih mendengar semua perkataan Ragini, namun dia tak mampu untuk menjawabnya.


Ragini mengelus pelan rambut Laksh. Entah mengapa Laksh merasa sangat nyaman bila rambutnya di usap.


'Maafkan aku Ragini, karena kakak mu kau yg harus menanggung dosanya' batin Laksh.


Laksh tersenyum dam melirik handy cam nya yg masih menyala.

__ADS_1


'Sebentar lagi kau akan mendapatkan kejutan yg tak kau duga Yuvraj. Lihat kan? Aku juga bisa merenggut kesucian adikmu. Kau lihat saja, setelah Ragini hamil aku akan meninggalkan. Bukan hanya hidupmu yg hancur Yuvraj, tapi hidup adikmu itu pasti akan sangat hancur hahahahaah" batinnya.


To be continued..


__ADS_2