Tentang Rasa

Tentang Rasa
Bab 21


__ADS_3

Menjelang sore adalah waktu senggang untuk restoran. Dan sebagian staf bergantian untuk istirahat. Ada yang berada di ruang ganti dan ada memilih beristirahat di rooftop.


"Mas Adrian lagi ada masalah ya?" Tanya Serli yang melihat wajah kusut Adrian yang sedang merokok. Mereka saat ini berada di rooftop dengan beberapa staf lain.


"Ga usah kepo sama urusan orang" sahut Yanto yang duduk tak jauh dari mereka.


"Apa sih lu Yanto" ucap Serli mencebik


Adrian menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Serli dan Yanto.


 "Memang terlihat sekali ya?" Tanya Adrian alih-alih menjawab pertanyaan Serli. 


"Iya mas kelihatan banget, mukanya kelihatan lecek banget kaya bajunya si Yanto yang ga di setrika" jawab Serli


Adrian pun terbahak mendengar jawaban Serli.


"Enak aja lu. Baju gue rapih terus ya" sahut Yanto mendorong bahu Serli.


Serli memutar bola matanya malas mendengar itu.


Adrian menghembuskan asap rokoknya lalu mematikan rokoknya ke dalam asbak di sebelahnya.


"Wah ternyata kamu perhatian banget ya. Cocok nih jadi pacar" Adrian mencubit pipi Serli sambil mengerlingkan matanya. Kemudian Adrian berjalan untuk kembali ke dapur.


Serli terpaku dengan apa yang dilakukan oleh Adrian. Tangannya menyentuh pipinya yang dicubit oleh Adrian.


"Yantooooo. Pipi gue di cubit sama mas Adrian. Gue ga mimpikan?" Ucap Serli kegirangan sambil mengguncang-guncangkan tubuh Yanto.


"Eh tutup panci berisik banget sih lu ketimbang di cubit doang udah heboh" ucap Yanto menoyor kepala Serli.


"Sirik aja sih lu. Dasar wajan penyok" seru Serli lalu pergi meninggalkan Yanto.


"Dasar cewek aneh"gumam Yanto.


****


Warna warni bunga sungguh menyejukkan mata Rena. Harum semerbak bunga pun menyeruak di indra penciumannya membuat Rena menyunggingkan senyumannya.


"Kamu suka?" Tanya Albian yang kini berada tepat di samping Rena.

__ADS_1


Rena hanya menganggukan kepalanya. 


"Kak Biaaaan" terdengar suara seorang gadis. Rena dan Albian pun menoleh.


Albian tersenyum melihat gadis itu menghampirinya. Dia mengacak-acak rambut gadis itu setelah sampai di depannya.


"Kakak" protes gadis itu mencebik lalu merapikan rambutnya.


Albian terkekeh melihat gadis itu. Sungguh menyenangkan mengganggu gadis itu. 


"Kamu dari mana?" Tanya Albian.


"Ketemu dosen pembimbing kak" jawabnya lesu.


"Masih belum beres juga skripsinya?" 


Gadis itu hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum menampilkan gigi-giginya yang rapi.


"Oiya Ren, kenalin ini anaknya bibi Julia" ucap Albian.


Rena tersenyum dan mengulurkan tangannya. 


"Fiona" ucap Fiona tersenyum.


"Kak Rena siapanya kak Bian?" Tanya Fiona.


"Saya teman kerjanya Albian" jawab Rena.


Fiona mengangguk-anggukan kepalanya.


"Dia atasan aku di restoran Fi" sahut Albian.


'syukur deh cuma atasan, kirain pacarnya. Aku masih punya kesempatan' ucap Fiona dalam hati.


"Al, aku kesana ya, mau lihat bunga cosmos" ucap Rena menunjuk ke arah dimana banyak warna warni bunga cosmos.


"Mau ditemani?" Tanya Albian


"Ga usah aku bisa sendiri" jawab Rena tersenyum kemudian berjalan menghampiri bunga-bunga yang menarik perhatiannya.

__ADS_1


"Hati-hati ya, suka ada ular disana" celetuk Albian membuat Rena menghentikan langkahnya.


Rena menoleh dengan wajahnya yang terlihat tegang. 


Albian tak kuasa menahan tawa ketika melihat bagaimana tegangnya wajah Rena. "Aku cuma bercanda kok. Ga ada ular disini" 


"Albiaaaan" Rena menggeram kesal dan kembali berbalik kembali berjalan.


"Sorry Bu Serena" teriak Albian namun di abaikan Rena.


"Iseng banget sih kak Bian, dipecat baru tau rasa deh" ucap Fiona.


"Ga bakalan dia pecat aku Fi. Aku kan chef terbaik" jawabnya dengan jumawa.


Fiona hanya memutar bola matanya malas menanggapi kesombongan Albian.


Mereka berdua pun melanjutkan mengobrol tentang keseharian masing-masing. Albian dan Fiona sudah berteman sejak kecil. Persahabatan ibu mereka yang membuat mereka juga ikut dekat. Fiona sudah seperti adiknya sendiri bagi Albian. 


Selama mengobrol dengan Fiona, mata Albian hanya fokus melihat Rena yang sedang sibuk mengagumi bunga-bunga. Sudut bibir terangkat melihat Rena sudah terlihat baik-baik saja.


Malam pun menjelang Rena dan Albian kembali kedalam setelah menikmati senja di kebun bunga.


Kini mereka sedang menikmati makan malam bersama dan diselingi obrolan ringan.


Setelah makan malam Rena dan Albian memutuskan untuk pulang.


"Terima kasih ya untuk hari ini" ucap Rena.


Mereka saat ini sudah sampai di depan unit apartemennya.


"Sama-sama" sahut Albian tersenyum.


"Kalau ada apa-apa langsung hubungi aku atau datang langsung ke tempatku ya" sambung Albian yang kembali mengkhawatirkan Rena.


"Iya, aku sudah baik-baik aja kok" ucap Rena.


"Selamat malam" ucap Rena dan memasuki apartemennya.


Albian terdiam, memang saat ini Rena sudah terlihat lebih baik. Namun tetap saja Albian mengkhawatirkan Rena. Kemudian Albian juga masuk ke apartemennya. 

__ADS_1


...


__ADS_2