Tentang Rasa

Tentang Rasa
MILIKKU


__ADS_3

" No! He's my son, just mine!" kata Netta tegas.


" Ok! Tell me if you ready to m9ve with me!" kata Diana.


" Hmm!" jawab Netta.


" I have to go, take care two of you!" ucap Diana.


" I will!" balas Netta.


" Ask Bastian for the recipe!" ucap Diana lagi.


" Ehm!" balas Netta lagi.


Diana memasukkan alat medisnya lalu mengecup pipi Netta.


" Bye!" ucap wanita itu.


Dia melenggang keluar kamar dan Netta meminta Bastian masuk.


" Ini resep dari Diana!" kata Netta dan Bastian menerimanya.


" Permisi, Nyonya!" pamit Bastian.


" Hmm!" jawab Netta.


Bastian keluar dari kamar Netta, dengan cepat dia mengunci kamarnya karena takut akan coba diperkosa Mike lagi.


Mike datang seperti yang dikatakan Bastian, Netta bisa mendengar suara mobilnya. Pria itu sangat merindukan istrinya, dengan cepat dia masuk dan menuju ke kamar Netta. Dia menghela nafas panjang saat diputarnya engsel pintu kamar Netta dan ternyata pintu itu dikunci.


" Wanita-wanita yang menyebalkan!" ucap Mike ambigu.


Mike berjalan ke arah kamarnya dan membersihkan tubuhnya di kamar mandi, bayangan tubuh indah Diana dan menggugah gairah Mike. Shhiitttt! What's wrong with me? Arghhhh! batin Mike marah. Dia harus bersolo ria akibat memikirkan Diana yang telah membohonginya.


" Siapkan seperti biasa, Jack!" ucap Mike setelah memakai pakaiannya.


" Siap, Bos!" jawab Jack yang berdiri di pintu kamar Mike.


" Kali ini aku mau yang istimewa!" kata Mike lagi.


" Iya, Bos!" jawab Jack yang langsung menghubungi seseorang.


Mike duduk di balkon kamarnya sambil menikmati kopinya. Pikiran dan hatinya sedang kacau, Netta dan Diana membuat hidupnya seperti rollercoster.


" Semua siap, Boss!" kata Jack.


Mike menghabiskan kopinya dan berjalan keluar kamar.


Tok! Tok!

__ADS_1


" Honey! I am going to work!" pamit Mike.


Tidak ada sahutan dari Netta. Mike menjadi geram, dia bisa saja membuka pintu itu dan memaksa Netta, tapi sekali lagi dia lemah karena rasa cintanya.


" Kita pergi!" ajak Mike pada Jack.


" Yes, Boss!" sahut Jack.


Mereka pergi meninggalkan rumah besar itu.


" Yes, Nick?"


" Looks like he went to the usual place, Madam!"


" Thank You, Nick!"


" You'r welcome, Madam!"


" Stay with him!"


" Yes, Madam!"


Diana yang mendapat telpon dari orang bayarannya tentang Mike, meneteskan airmata. Setiap dia tahu jika pria itu pergi ke Hotel itu, hati Diana bagai teriris-iris, karena Diana tahu apa yang dilakukan Mike disana. Pastinya berbuat mesum seperti biasa. Who am i? Why should he care for me? Hahaha! batin Diana dalam tangisnya.


Mike sudah siap di dalam kamar dan begitu juga pesanannya. What the f...? What's wrong with me? batin Mike yang tidak sedikitpun berhasrat melihat tubuh indah dihadapannya. Lalu dia mencoba berbagai cara agar miliknya bisa on, tapi semua sia-sia.


" Jack! Give me Mr. V!" ucap Mike pada Jack yang berjaga di depan pintu.


" Hurry!" teriak Mike.


" Yes, Sir!" jawab Jack, kemudian dia kembali menghubungi seseorang.


Mike pergi ke kamar mandi dan mencoba cara lain. Dia mencoba membayangkan tubuh Diana, tiba-tiba miliknya bisa on. Dengan cepat dia pergi keluar dan memulai aksinya. Tapi perlahan miliknya itu melemah walau dia mencoba untuk bergerakp. Shitttttttt! batin Mike. Dia tidak pernah merasa sedemikian malu saat melakukan s.... Dengan kesal, Mike memakai pakaiannya.


" Keluar semua!" teriak Mike.


Dengan ketakutan mereka segera memakai pakaian sekadarnya dan berlari keluar kamar. Apa aku harus memanggil Diamond untuk membuktikan aku masih bisa on? batin Mike. Diamond adalah wanita kelas atas yang menjadi rebutan pria-pria hidung belang dari kalangan atas. Entah apa yang membuat mereka tergila-gila padanya, tapi begitu banyak yang mengantri untuk bisa bersama dengannya.


Tok! Tok!


" Masuk!" kata Mike.


" The pills, Boss!" kata Jack.


" Call Diamond!" kata Mike.


" Yes, Sir!" jawab Jack.


" Aku mau sekarang juga!" kata Mike saat melihat Jack diam.

__ADS_1


" Siap, Sir!" jawab Jack lalu keluar dan kembali menghubungi wanita itu.


Diamond bekerja sendiri, dia tidak memiliki mucikari karena dia bukan seperti yang lainnya. Diamond tidak memerlukan uang, tapi uang yang datang padanya. Saat itu Diamond sedang libur dan memanjakan diri di sebuah tempat relaksasi.


" Hello! Who is this?"


" Rose! I am Mr. Mike's assistant! Mr. Mike wants you now!"


" You joking!"


" I send you the place!"


" My God! You not joking!"


Jack mematikan ponselnya dan mengirim sebuah alamat pada wanita itu. Sedangkan Diamond dengan cepat menghentikan kegiatan pijatnya.


" Ms. D?"


" Saya ada pekerjaan!" jawab Diamond.


Dia keluar bersama dengan bodyguardnya. Diamond tidak percaya jika yang memanggilnya adalah Mike Banner, dia banyak mendengar tentang pria tampan dan terkenal itu. Tapi kenapa dia memanggilku? Bukannya dia hanya mau dengan gadis saja? batin Diamond. Ah, persetan dengan itu semua, yang penting aku bisa menghabiskan waktu dengan dia walau hanya semenit saja! batinnya sangat senang. Dengan cepat Diamond telah sampai di tempat yang telah dikirimkan padanya. Dia masuk ke dalam kamar yang telah di sepakati, tapi kamar tersebut tidak begitu terang, karena yang dinyalakan hanya lampu dinding saja.


" Bersihkan tubuhmu!" kata Mike dingin, dia duduk di sofa dengan wajah yang tidak tampak jelas.


" Iya, Tuan!" jawab Diamond lembut. Jantungnya berdetak sangat kencang hingga ingin meloncat mendengar suara berat Mike. Mike bisa melihat wanita itu dengan sengaja melepaskan satu persatu pakaiannya begitu saja dan masuk ke dalam kamar mandi tanpa malu. Pria itu menelan salivanya, tidak salah jika banyak pria menginginkan dia, dia memiliki tubuh yang sangat sempurna.


Setelah beberapa menit menunggu, Diamond keluar dengan bau mawar yang menguar dari tubuhnya. Sebuah lampu menyorot tubuhnya hingga menampakkan keindahannya. Wajahnya sangat cantik dan mulus, dadanya juga bagian lain yang indah. Berkali-kali Ken menelan salivanya.


" Please me!" kata Mike mematikan lampu sorotnya.


" As your wish!" balas Diamond.


Tapi setelah berbagai cara dilakukan oleh Diamond, tapi semua gagal.


" Stop it!" ucap Mike menyerah.


" Sorry, Sir! Are you Ok?" tanya wanita itu heran, karena ini baru pertama kali dia gagal membuat seorang pria on.


" Go!" kata Mike kesal.


" Can i try it again?" tanyanya memohon.


" No!" jawab Mike lagi.


" Jack! Take her!" kata Mike, lalu Jack masuk dan membawa wanita itu ke kamar mandi sedangkan Mike keluar menuju kamar sebelah dan membaringkan tubuhnya disana.


Mike yang sangat takut tidak bisa bercumbu lagi, segera menyuruh Jack untuk menghandle seluruh pekerjaan di perusahaan, sedangkan dia berangkat ke Jerman untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan.


Saat Mike pergi itulah, Netta meninggalkan rumah Mike dengan Diana.

__ADS_1


" Dianaaaaaaa!" teriak Netta.


__ADS_2