Tentang Rasa

Tentang Rasa
Bab 22


__ADS_3

Albian masuk ke apartemennya langsung menuju dapur. Dia mengambil sebotol air mineral dari kulkas lalu meminumnya. Albian duduk sejenak di sana.


Kring… kring…


Albian melihat siapa yang menghubunginya malam-malam. Dia tersenyum ketika melihat nama bundanya dalam panggilan ponselnya. 


"Hallo bun" 


"Sudah pulang sayang?" 


"Sudah kok bun"


"Bunda mau protes. Masa kamu lebih dulu kenalin pacar kamu sama Julia ketimbang bunda"


"Ya ampun bun. Cepat sekali gosipnya" jawab Albian mengusap wajahnya.


"Dia tuh atasanku bun bukan pacar aku" sambung Albian.


"Jangan bohongi bunda ya. Bunda tau banget kamu gimana. Kalau dia bukan pacar kamu ga mungkin kamu ajak kesana"


"Nanti deh ya bun aku ceritain. Aku capek banget sekarang mau mandi"


"Yasudah kalau gitu kamu istirahat. Beneran ya nanti kamu ceritain ke bunda''


"Iya bundaku sayang"


Setelah mengakhiri panggilannya Albian memasuki kamarnya dan bersiap mandi. Tubuhnya cukup lelah hari ini. Tapi tak dipungkiri walaupun lelah itu membuatnya senang.


Sedangkan Rena setelah mandi dan mengeringkan rambutnya. Kini Rena merebahkan tubuhnya yang masih menggunakan bathrobe di ranjangnya. Pandangannya lurus keatas. Rena mengingat kembali apa saja yang dia lakukan hari ini. Rena tersenyum. Entah kapan terakhir kali dia bepergian menikmati hari. Sejak kejadian itu harinya hanya disibukan untuk bekerja. Hingga tak lama kemudian Rena terlelap.


….. 

__ADS_1


"Mas Adrian ada yang nungguin di depan" ucap Yanto.


"Siapa?"


"Ga tau mas, tadi ditanya cuma bilang temannya mas Adrian" jawab Yanto.


Adrian mengernyitkan dahinya. Setelah merapikan seragamnya dalam loker. Adrian keluar dari dalam ruangan. 


Sesampainya di depan restoran Adrian melihat sosok yang selama ini mengganggu pikirannya. Gadis putih dengan tubuh mungil sedang duduk di bangku tepat di depan restoran.


"Lili" 


Gadis itu pun menoleh ketika Adrian memanggilnya. Lili tersenyum ketika melihat Adrian. Dia menghampiri Adrian dan memeluk Adrian dengan erat. Begitupun dengan Adrian yang membalas pelukan Lili. Mereka berpelukan cukup lama tanpa berkata apapun.


"Ehem… permisi mas Adrian" ucap Yanto yang akan pulang.


Mereka pun melepaskan pelukannya. Suasananya menjadi canggung.


"Maaf ya mas ganggu" ucap Serli yang berdiri disebelah Yanto.


"Yaudah mas, mba kita duluan" kata Yanto sambil menundukkan kepalanya.


Adrian dan Lili pun menganggukan kepala tersenyum.


"Ayo tutup panci kita pulang" ucap Yanto menarik Serli yang masih terdiam.


"Apaan sih lu wajan penyok" sahut Serli kesal. 


Setelah mereka berdua terlihat menjauh Adrian menoleh ke Lili yang sibuk dengan ponselnya.


"Ada apa?" Tanya Adrian lirih.

__ADS_1


"Mami ngabarin kalau papi sudah tau aku ga dirumah" jawab Lili dengan wajah panik.


Adrian mendongakan kepalanya dan menghembuskan nafasnya kasar.


"Ayo aku antar kamu pulang" ucap Adrian menarik tangan Lili namun dia tetap diam.


Adrian menoleh " Kenapa?" 


"Sebaiknya aku pulang sendiri"


"Engga kamu pulang sama aku" ucap Adrian kembali menarik tangan Lili.


Lili berusaha melepaskan genggaman tangan Adrian hingga akhirnya terlepas.


"Aku ga mau kamu kena masalah lagi karena aku" ucap Lili


Adrian menggeram kesal mendengar itu.


"Dengan kamu datang kesini aja udah bikin masalah buat aku" ucap Adrian kesal.


Bukannya menjawab Lili malah menangis. Dia juga bingung harus berbuat apa. Apapun yang dia lakukan ternyata menjadi masalah.


Hubungannya yang telah terjalin selama 3 tahun kandas oleh orang tuanya sendiri. Dia di jodohkan dengan anak sahabat papinya.


Adrian menarik Lili kedalam pelukannya. Dia mengusap punggung Lili.


"Maaf" ucap Adrian mencium puncak kepala Lili.


Mereka melepaskan pelukannya. " Ayo aku antar pulang". Apapun resikonya Adrian akan coba dihadapi. Dia bukan laki-laki pengecut yang rela membiarkan sang pujaan hati pulang sendirian malam yang sudah larut demi menghindari resiko.


Lili hanya mengangguk menuruti Adrian. Mereka berjalan menuju dimana motor Adrian di parkirkan. Setelah sampai Adrian memakaikan Lili helm dan jaketnya.

__ADS_1


"Kamu aja yang pakai" ucap Lili menghentikan tapi diabaikan Adrian. Dia tetap memakaikan jaket Adrian ke Lili. Dan tak lupa Adrian pun memakai helmnya. 


Adrian melajukan motornya setelah Lili menaiki motornya. Dalam perjalanan tidak ada percakapan. Mereka tenggelam dengan pikiran masing-masing.


__ADS_2