
×TENTANG RASA×
PART 10
"Apakah sangat sakit?" tanya Laksh.
"Apanya?"
"Melahirkan Namish?"
Ragini hanya tersenyum dan menggeleng.
"Tidak sesakit saat di tinggalkan oleh orang yg kau sayangi. Dan tidak sesakit saat kau harus membesarkan anak itu seorang diri"
Laksh tersentuh dengan perkataan Ragini.
"Maaf" ucapnya pelan.
Ragini hanya menoleh dan tersenyum.
"Lihat itu, Namish. Dia dari kecil selalu cerewet, merengek terus ingin bertemu dengan Daddy nya"
Ragini menatap Namish yg sedang asik bermain dengan robotnya.
"Mengapa kau tidak kembali sejak dulu?"
"Buat apa? Apa ada yg menantikan dan menginginkan keberadaanku?"
Laksh hanya menelan ludahnya.
"Jika dulu aku tetap disini, kasian ibuku. Dia pasti sangat menderita atas dosa yg telah aku lakukan"
Laksh benar-benar menyesali perbuatannya.
"Aku menyesal, Ragini. Maafkan aku"
Ragini hanya menoleh dan tersenyum.
"Semuanya telah terjadi Laksh, kita hanya bisa melanjutkan hidup kita saja"
Laksh bersimpuh di hadapan Ragini dan memegang erat tangan Ragini.
"Ragini, aku ingin memperbaiki semua kesalahanku kepadamu. Aku ingin bertanggung jawab atas segala penderitaanmu. Aku memang bodoh, aku malah membalaskan dendamku kepada orang yg sama sekali tidak bersalah. Aku benar-benar menyesal Ragini, bahkan karena diriku juga Nandini meninggal. Tapi aku malah menyalahkan orang lain" sesalnya.
Ragini hanya tersenyum.
"Maaf Laksh. Aku tidak bisa. Aku sudah terlalu nyaman hidup berdua saja dengan Namish. Aku sudah tidak memerlukan lagi dirimu. Kau sudah terlambat Laksh, jika kau ingin memperbaiki semuanya. Karena aku sudah tidak mencintaimu lagi. Sekarang yg aku pikirkan hanyalah kebahagiaan Namish. Aku tidak lagi memperdulikan mengenai kebahagiaanku" jelas Ragini.
Dada Laksh terasa sangat sesak. Dia pikir Ragini akan menerimanya, namun ternyata malah sebaliknya.
"Tapi boleh kan jika aku bertemu lagi dengan Namish?"
Ragini hanya mengangguk.
"Tentu boleh Laksh, bagaimanapun juga Namish adalah anak kandungmu. Aku tak berhak untuk melarangmu bertemu dengannya"
Laksh tersenyum.
"Terimakasih Ragini"
Laksh bangkit dari posisinya itu dia menghampiri Namish dan memeluknya.
"Daddy sangat merindukanmu, sayang" ucap Laksh dengan terisak.
"Daddy? Mom?"
Ragini hanya mengangguk.
Namish mengeratkan pelukannya kepada Laksh.
"Daddy, aku sangat merindukan Daddy. Dad kemana saja? Mengapa baru sekarang menemuiku? Apa Dad tidak tau jika Mom setiap malam menangisi Daddy"
Laksh benar-benar tersentuh dengan perkataan Namish. Karena posisi Ragini yg lumayan jauh dia tak mendengar ucapan Namish.
"Mom selalu menangis setiap malam untuk Daddy?"
Namish hanya mengangguk.
"Mom, selalu menyebut nama Laksh, dia membuka ponselnya dan memeluknya. Tak lama Mommy pasti langsung menangis"
Laksh tersenyum. Setidaknya Ragini masih mengingatnya.
"Daddy pergi dulu yah?"
"Loh Daddy tidak pulang bersama kita?"
Laksh hanya menggeleng. Dia tersenyum ke arah Ragini.
"Aku pamit dulu. Bye"
Ragini hanya mengangguk.
Dia menatap lirih kepergiaan Laksh.
'Sebenarnya aku masih sangat mencintaimu, Laksh'
***
"Ragini" teriak Yuvraj.
"Ada apa kak?"
"Tadi Namish bilang kau bertemu lagi dengan Laksh? Apa itu benar?"
Ragini hanya mengangguk.
"Iyah kak, kenapa?"
"Kau masih mencintainya?"
Ragini hanya terdiam.
"Jujurlah pada hatimu, jika kau masih mencintainya, kau kejar saja dia"
__ADS_1
Ragini menatap kakaknya seolah tak percaya dengan apa yg di ucapkan Yuvraj.
"Kakak tidak marah?"
Yuvraj hanya menggeleng.
"Semua kakak lakukan demi kebahagiaanmu, jika memang Laksh adalah sumber kebahagiaanmu, kakak setuju"
Ragini memeluk erat tubuh kakaknya itu.
"Terimakasih Kak, terimakasih"
***
"Laksh aku ingin bertemu denganmu, malam ini juga"
Laksh membulatkan matanya saat membaca pesan dari Ragini. Laksh melirik jam dinding di kamarnya yg menunjukkan jam 11 malam.
"Ragini, ini sudah sangat malam" balas Laksh.
"Keluarlah Laksh, aku sudah ada di depan rumahmu"
Laksh mengintip di jendela kamarnya, dan benar saja Ragini telah menunggu di depan rumahnya.
Laksh langsung berlari untuk menghampiri Ragini.
"Ragini? Apakah benar kau adalah Ragini?"
Ragini hanya mengangguk.
"Memangnya kau pikir aku ini siapa Laksh? Hantu?"
Laksh langsung terkekeh.
"Tumben, malam-malam kau menemuiku Ragini?"
Ragini hanya tersenyum, dia menarik tangan Laksh.
"Aku hanya ingin menghabiskan malam ini berdua saja denganmu" goda Ragini.
Hati Laksh terasa sangat bergejolak. Ingin rasanya dia melompat-lompat.
"Aku sangat mencintaimu, Laksh" ucap Ragini.
Laksh hanya tersenyum, dia mengelus pipi Ragini.
"Aku sangat mencintaimu, Ragini. Maafkan aku terlalu bodoh dan terlambat menyadari semuanya"
Ragini hanya tersenyum, Laksh mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir Ragini. Mereka saling berpagutan lama, melepaskan hasrat kerinduan yg terpendam lama. Ragini mendorong tubuh Laksh dan berlari. Laksh lalu mengejarnya, namun Ragini tak menoleh ke depan dia malah terus meledek Laksh dan menoleh ke belakang.
"RAGINI.. AWASSSSSS...."
"AAAAAAAAAA"
Tubuh Ragini terpental ke pinggir jalan.
***
"Dokter bagaimana keadaan adikku?"
Yuvraj hanya terdiam dan menangis.
"LAKKKKSSSHHHHH"
Yuvraj langsung menoleh.
"Laksh, jangan tinggalkan kakak Laksh. Buka matamu Laksh" teriak Naina, kakaknya Laksh.
Yuvraj menjatuhkan dirinya ke lantai.
Dia mendongakkan kepalanya melihat tubuh Laksh yg sudah pucat dan terbujur kaku.
Yuvraj bangkit, dia langsung memeluk tubuh Laksh.
"Laksh.. Ku mohon bangun Laksh. Kasian Ragini dan Namish, Laksh bangunlah Laksh. Buka matamu. Kau bilang kau ingin membalaskan dendammu kepadaku kan Laksh? Buka matamu Laksh, ayoo hajar aku Laksh. Kita berantem lagi seperti dulu Laksh. Laksh buka matamu" teriak Yuvraj.
Tapi tubuh Laksh tak memberikan respon apapun.
"RAGINIIIIIII" teriak Tapasya.
Yuvraj langsung berlari menghampiri Tapasya.
"Ibu, ada apa dengan Ragini bu?"
"Yuvi, adikmu"
Tapasya memeluk erat tubuh Yuvraj.
Yuvraj melihat tubuh Ragini yg telah di tutupi oleh kain.
"Dokter mengapa dengan Ragini dok? Kenapa dia dok? Ku mohon selamatkan Ragini"
Dokter itu hanya terdiam dan tak bergeming.
Yuvraj menghampiri tubuh Ragini dan membuka tutup kainnya.
Dia menangis saat melihat wajah pucat Ragini.
"Ragini, bangun sayang. Buka matamu, kasian dengan Namish sayang. Dia sangat memerlukanmu. Mengapa kau malah menyusul Laksh? Buka matamu" ucap Yuvraj lirih.
***
#FLASHBACK.....
"RAGINIII AWAAASSSS" teriak Laksh.
Laksh ingin mendorong tubuh Ragini, tapi dia malah tersungkur ke jalan, tubuh Ragini dan Laksh tertabrak truk dan terpental jauh ke jalan.
Mereka saling menghampiri dengan perlahan. Tangan mereka berusaha untuk saling menggapai.
"Laksh" ucapanya pelan.
"Ragini"
__ADS_1
"Laksh, aku sangat mencintaimu"
"Aku juga sangat mencintaimu, Ragini"
"Laksh, kau bertahanlah demi Namish"
"Ragini, aku merasa jika aku sudah tidak kuat lagi. Kau bertahanlah demi Namish"
"Tidak bisa Laksh, jika kau pergi aku ingin ikut pergi bersamamu, aku tak ingin lagi merasakan kesepian dan hidup sendiri tanpa dirimu"
Mereka berdua memejamkan matanya dengan tangan yg saling berpegangan erat.
***
"Grandma, mengapa Dewa jahat sekali. Mengapa dia mengambil Mommy dan Daddy dari Namish" ucap Namish dengan terisak.
Tapasya hanya mengeratkan pelukannya dengan Namish.
Yuvraj menatap lirih kobaran api yg telah membakar tubuh Laksh dan Ragini.
"Cinta kalian benar-benar sejati, Ragini dan Laksh. RAGLAK" ucap Yuvraj pelan.
***
17 tahun kemudian....
"Namish, kau mau kemana Nak?"
"Grandma, apa kau lupa hari ini adalah pameran terbesarku. Semua ini akan aku persembahkan untuk Mom & Dad" ucap Namish.
Tapasya hanya tersenyum.
"Ayo Nami"
"Ayo Uncle"
Di pameran.....
"Wahh karya fotomu benar-benar sangat indah yah Namish, Uncle benar-benar bangga kepadamu kau sangat mirip dengan ayahmu menyukai dunia fotografi" ucap Yuvraj bangga.
"Semua ini aku dedikasikan untuk mereka" ucap Namish bangga.
"Namish, selamat yah pameranmu sangat sukses"
"Terimakasih, Bro"
"Mom.. Dad.. Lihatlah aku melakukan semua ini untuk kalian, semoga kalian tenang di atas sana"
"NAMISSSHHH" teriak seorang wanita dengan riangnya.
Wanita itu menghampiri Namish dengan senyumnya yg begitu sumringah, tapi Namish hanya membuang wajahnya.
Gadis itu memegang telinganya dan meminta maaf dengan mengedipkan matanya.
"Maafkan aku sayang, tadi banyak sekali sesi pemotretannya, maaf yah"
"Kau memang selalu terlambat, sudah tidak aneh"
"Hehehe, Namish besok kan acara peluncuran perdana filmku, besok kau harus menemaniku yah. Ingat kau tidak boleh terlambat"
"Tidak boleh terlambat katamu?"
Gadis itu hanya mengangguk.
"Kau sangat licik Teja, kau saja terlambat datang ke pameran ku ini, tapi kau tak ingin aku datang terlambat ke acara premier mu itu"
Teja hanya terkekeh geli.
Dia mencium pipi Namish.
"Jangan merajuk, bilang saja jika kau ingin di cium"
Namish hanya tersenyum dan tersipu malu.
"Teja, mau kemana kau? Sini!"
Namish mengejar Teja.
"Kau lihat itu, bu. Mereka seperti anak kecil saja"
"Setidaknya dengan hadirnya Teja di hidup Namish membuat Namish sedikit melupakan kesedihannya itu"
***
"Aku sangat mencintaimu, Laksh" teriak Ragini.
"Aku juga sangat mencintaimu, Ragini"
"Terimakasih kau telah hadir di hidupku walaupun dengan cara yg salah di awalnya, tapi aku bahagia saat ini kita akan selalu bersama seperti ini, tak akan ada lagi yg dapat memisahkan kita"
Laksh hanya tersenyum.
"Kau adalah hal terindah dalam hidupku, Ragini. Aku terlalu naif tak pernah menerimamu dalam hidupku, padahal hatiku sudah terpaut lama kepadamu sejak dulu. Tapi sekarang Dewa telah mempersatukan lagi kita disini"
Ragini dan Laksh saling berpelukan.
"Kau lihat itu sayang, Namish.. dia telah menemukan gadis pujaannya"
Laksh hanya tersenyum.
"Gadis itu cantik, seperti dirimu"
Ragini menyandarkan kepalanya di bahu Laksh.
"MOMMMM.. DADDD.." teriak Namish terbangun dari tidurnya.
Namish mengambil foto ayah dan ibunya.
"Terimakasih Mom & Dad. Kalian memberiku pertanda jika kalian bahagia disana, terimakasih Mom.. Dad.."
---THE END---
Terimakasih buat yg udah sempetin buat baca..
__ADS_1
Seperti yg aku bilang sebelumnya kalau CB ini hanya beberapa part saja yah 😅😅