
Kairi mulai menggerakkan tangannya, ia memegangi kepalanya yang masih sedikit pusing. Matanya terbuka perlahan, ia menatap ruangan tempatnya terbaring.
"Dimana aku." batin Kairi sambil melirik kesana kemari.
Kairi menoleh kesamping, wanita cantik berambut coklat, sedang tertidur nyenyak sambil memeluk pinggangnya. Kairi tersentak kaget, ia mulai ingat, jika sekarang ia sedang berada di apartemennya Angelina. Apa yang sedang direncanakan olehnya?
Kairi bangkit dari tidurnya, ia menyeret tubuh Angelina dengan kasar. Sontak wanita itu langsung terbangun dari tidurnya, ia duduk ditepi ranjang sambil menatap Kairi.
"What are you doing (apa yang kau lakukan)?" tanya Kairi dengan nada tinggi.
"We had fun Kai, you enjoyed it earlier right (kita bersenang-senang Kai, tadi kau menikmatinya kan)" jawab Angelina sambil mengerlingkan matanya.
"Don't be careless Angelina, what exactly are you doing (jangan sembarangan Angelina, apa sebenarnya yang kau lakukan)?" bentak Kairi sambil menatap Angelina dengan tajam.
"I'm not careless Kai, you seduced me earlier (aku tidak sembarangan Kai, tadi kau merayuku)" jawab Angelina sambil tersenyum manja.
"Your attitude is so disgusting Angelina, where is your pride (sikapmu sangat menjijikkan Angelina, dimana harga dirimu)" kata Kairi masih dengan tatapan tajamnya.
"What are you saying Kai (apa yang kau katakan Kai)" ucap Angelina sambil beranjak dari duduknya. Ia tak menyangka Kairi akan menghina dirinya.
"Don't think I'm stupid, I know you're pregnant, you can't frame me (jangan berfikir aku bodoh, aku tahu kau hamil, kau tidak bisa menjebakku)" bentak Kairi.
"What do you mean (apa maksudmu)?" tanya Angelina dengan gemetaran. Belum pernah ia melihat Kairi menatapnya setajam ini, dan belum pernah ia mendengar Kairi membentaknya dengan sekeras ini.
Dulu waktu ia pergi meninggalkan Kairi, lelaki itu sama sekali tidak marah padanya, ia melepas kepergiannya dengan senyuman, dan tatapan sendunya.
"You got pregnant, but the man left you, he chose another woman to marry, am I right Angelina (kau hamil, tapi lelaki itu malah meninggalkanmu, ia memilih wanita lain untuk dinikahi, apa aku benar Angelina)?" tanya Kairi sambil mendekati Angelina, dan menatapnya dengan sangat tajam.
Angelina melangkah mundur, ia tak ingin berdiri terlalu dekat dengan Kairi. Seolah lelaki itu menguarkan hawa dingin, yang dapat membekukan tubuhnya.
"Ho do you know (darimana kau tahu)?" tanya Angelina dengan pelan.
"That is not important, now tell me what you want (itu tidak penting, sekarang katakan apa maumu)" kata Kairi dengan nada datar.
"Marry me, I can't possibly give birth to my child without a husband (nikahi aku, aku tidak mungkin melahirkan anakku tanpa seorang suami)" jawab Angelina sambil tersenyum.
"I will never do it, it is your fault, you will have to bear it alone (aku tidak akan pernah melakukannya, itu adalah kesalahanmu, kau harus menanggungnya sendiri)" kata Kairi.
"I have this photo, I will tell everyone, if you stopped me, and don't want to take responsibility (aku punya foto ini, aku akan bilang pada semua orang, jika kau telah menghamiliku, dan tidak mau bertanggung jawab)" ucap Angelina sambil menunjukkan ponselnya. Ia tersenyum lebar, ia yakin Kairi akan berubah fikiran.
"Don't try to play with me Angelina (jangan coba-coba bermain denganku Angelina)" kata Kairi sambil mendekati Angelina.
Angelina melangkah mundur, merapatkan tubuhnya di dinding. Kairi masih menatapnya dengan tajam, tatapan yang benar-benar menyesakkan dadanya.
"Just do what wanna do, and I will also do what I want to do, we'll see who will be destroyed first (lakukan saja apa yang ingin kau lakukan, dan aku juga akan melakukan apa yang ingin kulakukan, kita lihat siapa yang akan hancur lebih dulu)" kata Kairi tepat didepan wajah Angelina.
Angelina merasakan tubuhnya semakin gemetaran. Jantungnya berdetak sangat cepat, ia tahu siapa Kairi. Dia bukan lelaki biasa, dia adalah putra tunggalnya Louis Da Vinci, dia bisa melakukan apa saja yang dikehendakinya. Tidak, seharusnya Angelina tidak mencari masalah dengannya. Dan nyalinya semakin menciut, kala menatap raut wajah Kairi yang penuh dengan amarah, dan kebencian.
Kairi membalikkan badannya, ia melangkah menjauhi Angelina. Namun baru saja ia sampai diambang pintu, Angelina kembali memanggilnya.
"Please wait Kairi (tunggu Kairi)!" teriak Angelina sambil melangkah mendekati Kairi.
"What else (apa lagi)?" tanya Kairi tanpa menoleh.
"Help me, I will also help you (tolong aku, aku juga akan menolongmu)" kata Angelina.
"What do you mean (apa maksudmu)?" tanya Kairi dengan mata yang masih menatap lurus kedepan. Seolah daun pintu yang ada dihadapannya lebih menarik, dibandingkan dengan Angelina yang berada disebelahnya.
__ADS_1
"Don't tell anyone I'm pregnant, and I'll give you one important piece of information (jangan katakan pada siapapun jika aku hamil, dan aku akan memberitahukan satu informasi penting padamu)" ucap Angelina. Menghianati Yura bukanlah hal besar, dibandingkan dengan mencari masalah dengan Kairi.
"Prenancy can't be hidden Angelina, your belly will get bigger, and the time comes for you to give birth (kehamilan tidak bisa disembunyikan Angelina, perutmu akan membesar, dan tiba saatnya nanti kau akan melahirkan)" kata Kairi sambil menoleh menatap Angelina.
"I know, but I need time to tell my parents (aku tahu, tapi aku butuh waktu untuk mengatakannya pada orang tuaku)" ucap Angelina sambil menunduk. Ia menyesali kesalahannya, andai saja dulu ia tidak meninggalkan Kairi, mungkin semua ini tidak akan terjadi. Benar-benar bodoh, meninggalkan lelaki bak berlian, hanya demi lelaki yang ibarat kerikil jalanan.
"What information do you have (kau punya informasi apa)?" tanya Kairi sambil menghela nafas panjang.
"Yura kidnapped Gabriella, she was going to sell it to someone (Yura menculik Gabriella, dia akan menjualnya pada seseorang)" jawab Angelina sambil menatap Kairi.
"What? why didn't you say it earlier (apa? kenapa kau tidak mengatakannya dari tadi)" teriak Kairi sambil melotot tajam. Jawaban Angelina sukses membuatnya panik.
"Take me there, hurry (antar aku kesana, cepat)!!" bentak Kairi.
"Okay, came on (baik, ayo)" jawab Angelina sambil melangkah keluar dari kamarnya.
Kairi mengikutinya dibelakang. Mereka berdua berjalan dengan langkah cepat menuju ke parkiran.
"If anything happens to Gabriella, I will not forgive you Angelina (jika terjadi apa-apa dengan Gabriella, aku tidak akan memaafkanmu Angelina)" kata Kairi saat mereka sudah duduk bersebelahan didalam mobil. Kairi mulai melajukan mobilnya dengan sangat cepat.
"I didn't expect you to be this cruel Angelina (aku tidak menyangka kau menjadi sekejam ini Angelina)" kata Kairi dengan gigi yang bergemelatuk, terlihat jelas jika ia sedang marah.
"I'am sorry Kairi (maafkan aku Kairi)" ucap Angelina sambil menundukkan kepalanya, ia tidak berani sedikitpun menatap Kairi.
"Kau harus baik-baik saja Gabriella, bertahanlah, sebentar lagi aku akan datang menolongmu." batin Kairi penuh dengan kekhawatiran.
Kairi merogoh saku celananya, dan mengambil ponselnya. Kemudian Ia menghubungi Rey.
"Hello." sapa Rey dari seberang sana.
"Gabriella's ini danger, you have to help me (Gabriella dalam bahaya, kau harus menolongku)!" kata Kairi dengan cepat.
"Don't ask too many questions, just come there, and bring the police too (jangan banyak tanya, datang saja kesana, dan bawa polisi juga)" kata Kairi dengan tegas.
"Okay." jawab Rey.
Kemudian Kairi meletakkan kembali ponselnya, dan menambah laju kecepatannya. Angelina memejamkan matanya, ia ketakutan saat Kairi melajukan mobilnya sampai batas maksimal.
***
Gelak tawa terdengar menggema memenuhi ruangan yang tidak terlalu lebar. Ella memalingkan wajahnya, ia enggan untuk menatap dua manusia berhati iblis yang sedang berdiri dihadapannya.
"Sampai kapan kau akan menggigit bibirmu manis, bukalah sedikit, aku janji akan memperlakukanmu dengan lembut." kata Mike dengan tawa kerasnya, sambil jemarinya menyentuh sudut bibir Ella.
"Jangan keras kepala Ella, sebesar apapun usahamu, kau tidak akan bisa lepas darinya. Suka ataupun tidak, kau tetap akan melayaninya." ucap Yura sambil tersenyum.
"Buka mulutmu!" teriak Mike sambil menarik rambut Ella dengan keras. Namun Ella tak bergeming, ia tetap menggigit bibirnya, bahkan sampai berdarah pun ia tidak peduli, ia tidak akan membiarkan Mike menyentuh bibirnya.
"Bukankah kau senang, jika disukai banyak lelaki Ella. Seharusnya kau berterima kasih padaku, karena aku sudah mewujudkan keinginanmu. Sebentar lagi akan banyak lelaki yang mengagumimu, dan mengidolakan tubuhmu." Kata Yura sambil menatap Ella.
"Menyerahlah, tidak ada gunanya kau mengulur waktu, cepat atau lambat kau akan menjadi milikku." kata Mike tepat didepan wajah Ella.
Tubuh Ella semakin gemetaran, ia sangat takut, jika lelaki dihadapannya ini berhasil menyentuhnya. Ella memejamkan matanya, dan membaca semua doa yang ia hafal, mengharap Tuhan mengirimkan pertolongan padanya.
"Dia sangat keras kepala Mike, gunakan saja ini." ucap Yura sambil mengulurkan sebuah saputangan yang dilipat kecil.
"Apa itu?" tanya Mike sambil menatap Yura.
__ADS_1
"Jika dia pingsan, kau bebas melakukan apa saja yang kau mau." jawab Yura.
"Aku mengerti." kata Mike sambil meraih saputangannya. Ia menatap Ella sambil tersenyum licik.
"Selamat datang dipelukanku manis." ucap Mike sambil membungkam Ella dengan saputangannya.
Bau menyengat kembali menyeruak dihidungnya, Ella berusaha keras untuk menahan nafasnya, dan tidak menghirupnya. Namun sayang usahanya sia-sia, bau itu semakin menusuk hidungnya, dan rasa pusing mulai menghampiri kepalanya.
"Hahaha." Mike tertawa keras sambil menjauhkan saputangannya, ia menatap Ella yang mulai melemah.
Ketika Mike hendak mendekatkan wajahnya, tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara dobrakan pintu yang cukup keras.
Mike menoleh kaget, dan belum sempat ia memahami apa yang terjadi, tiba-tiba saja pukulan keras sudah mendarat di wajahnya. Bukan hanya sekali, namun pukulan itu menghantamnya dengan bertubi-tubi, Mike sampai tidak punya kesempatan untuk melihat seperti apa sosok yang memukulnya.
Yura hendak berlari, ia ketakutan saat melihat Kairi datang dengan wajah yang penuh amarah. Dan kini ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana Kairi menghajar Mike dengan membabi buta. Namun baru saja ia sampai diambang pintu, tiba-tiba ada seorang lelaki yang dengan sigap menangkapnya.
"Let me go (lepaskan aku)!" teriak Yura sambil meronta-ronta.
"You're playing with the wrong guy Miss (kau bermain-main dengan orang yang salah Nona)" kata Rey sambil memegang tangan Yura dengan erat.
Yura meronta sambil menggeram kesal, ia tidak menyangka rencananya akan berantakan seperti ini. Dan Yura melotot tajam, saat melihat seorang wanita sedang melepaskan tali yang mengikat tangan Ella. Angelina, ternyata dia berkhianat.
"You are a traitor (kau pengkhianat)!" teriak Yura dengan suara yang keras.
"Sorry, I changed my mind (maaf, aku berubah fikiran)" jawab Angelina dengan santainya. Ia memeluk Ella yang sudah pingsan.
"You savage man (kau lelaki biadab)" teriak Kairi sambil menendang tubuh Mike yang sudah tidak berdaya. Wajahnya sudah penuh lebam, dan darah.
Kairi meninggalkan tubuh Mike, dan melangkah mendekati Yura.
Tanpa aba-aba ia langsung menampar pipi Yura dengan sangat keras, hingga tubuh wanita itu tersungkur di lantai. Rey menggelengkan kepalanya, ia tidak menduga, jika Kairi bisa sesadis ini pada seorang wanita. Ahh, rupanya Ella sangatlah berarti baginya.
Yura memegangi pipinya yang perih, dan panas. Tamparan lelaki itu luar biasa kerasnya, bahkan ia merasakan giginya mulai berdarah.
Kairi berjongkok, dan menarik tubuh Yura, ia memaksa wanita itu untuk berdiri.
"Aku pastikan kau akan menyesali perbuatanmu ini." kata Kairi dengan tatapan tajamnya.
"Dia bersalah, dia mengganggu rumah tanggaku." ucap Yura dengan nada yang gemetaran. Tatapan Kairi benar-benar menakutkan.
"Diam!!" teriak Kairi sambil menampar pipi Yura.
Yura meringis kesakitan, ia merasakan sudut bibirnya mulai berdarah.
"Kau bodoh, matamu sudah buta karena cinta. Aku pastikan hidupmu akan hancur mulai detik ini juga." kata Kairi sambil menarik rambut Yura, dan kemudian mendorongnya dengan keras.
Tubuh Yura terhuyung, ia kehilangan keseimbangan, dan akhirnya ia kembali terjatuh di lantai.
Tak berapa lama kemudian, dua polisi datang menghampiri mereka. Mereka langsung mengangkat tubuh Mike yang sudah lemas, namun tidak sampai kehilangan kesadarannya. Dan kemudian mereka juga menangkap Yura yang sudah menangis histeris.
"No, let me go, I'am innocent (tidak, lepaskan aku, aku tidak bersalah)" teriak Yura saat polisi sudah menarik tangannya.
"Explain everything at the police office Miss (jelaskan semuanya di kantor polisi Nona)" ucap salah satu polisi sambil membimbing Yura masuk kedalam mobil.
Angelina memandang Kairi dengan tatapan ngeri. Belum pernah ia melihat Kairi semarah ini, tadi Kairi memperlakukan Mike, dan Yura dengan begitu sadis. Akankah nanti Kairi juga melakukan hal sadis itu padanya, dia juga terlibat dalam hal ini. Mudah-mudahan saja tidak, semoga Kairi masih bisa memaafkannya. Benar-benar bodoh, kenapa dengan mudahnya ia menyetujui tawaran Yura. Kini bukannya ia mendapatkan kembali cintanya Kairi, melainkan lelaki itu malah semakin membencinya.
Angelina melirik Ella yang sedang berada dalam pelukannya, rambut dan tubuhnya basah, pipinya lebam, bibirnya bengkak, dan berdarah.
__ADS_1
Kairi pasti lebih murka, jika melihat Ella dalam keadaan seperti ini.
Bersambung......