
WARNING !!!
CB INI KHUSUS UNTUK YG SUDAH DEWASA YAH!
YG DI BAWAH UMUR JANGAN MAKSA BUAT BACA!
DARIPADA DI BILANG VULGAR, KARENA CB INI GENRENYA HOT ROMANCE.. 🙏🙏🙏
×TENTANG RASA×
PART 2
Madhu menyenggol tangan Laksh.
"Hei kau sedang memperhatikan apa?" goda Madhu.
Laksh hanya tersenyum malu.
"Ohh kau baru melihat belahan dadanya saja sudah seperti itu, bagaimana jika kau melihat seluruh tubuhnya. Katanya seorang Laksh tak bisa mudah terpana dengan tubuh model yg dia foto, tapi sekarang nampaknya seorang Laksh bisa takluk kepada model baru ini" goda Madhu.
"Berhenti mengejekku, Madhu"
Madhu hanya terkekeh geli. Dia menghampiri Ragini dan merapikan belahan dadanya yg terlihat.
"Jangan kau tarik ke bawah gaunnya, jika kau tarik belahan dadamu akan terlihat"
Ragini hanya mengangguk.
"Hei kau, lihat kesini. Pose"
Ragini menatap ke arah Laksh dengan risih, karena selama dia menjadi seorang model, dia tidak pernah di potret dengan pakaian seminim ini.
"Hei, angkat kakimu dan tekuk, wajahmu menghadap sini, tidak perlu tersenyum hanya menatapku saja seperti itu, tahan. Pose.. Oke"
"Kau duduklah di bangku itu, silangkan kedua kakimu. Tatap kamera, tahan.. Pose.. Oke"
"Turunkan sedikit bajumu, perlihatkan sedikit belahan dadamu itu, kau tengkurap di sofa itu.. Ayo.. Kenapa kau hanya terdiam"
Laksh menghampiri Ragini.
"Kenapa kau malah terdiam, aku hanya menyuruhmu untuk tengkurap di sofa itu, naikkan kakimu, kenapa kau keberatan?"
Madhu menghampiri Ragini dan Laksh.
"Laksh mungkin dia agak canggung, sebelumnya dia tidak pernah berpose seperti itu" jelas Madhu.
Laksh mengernyitkan alisnya.
"Masa bodo, aku tidak peduli. Aku ingin dia berpose seperti itu ya karena kan ini tuntutan pekerjaannya. Memangnya kenapa? Aku bahkan belum menyuruhnya untuk membuka seluruh pakaiannya, mengapa cuma berpose seperti itu dia tidak mau? Manja sekali" bentak Laksh.
Ragini bangkit dia lalu berlari meninggalkan studio foto.
"Laksh, mengertilah dia model baru. Dan ku rasa dia juga bukan tipe perempuan nakal, dia mempunyai harga diri Laksh"
"Harga diri? Bahkan harga dirinya sudah dia jual disini!" teriak Laksh sinis.
Teriakan Laksh terdengar oleh Ragini, membuat Ragini menangis sedih.
Bukan dirinya yg menjual harga dirinya sendiri tapi manager brengsek itu. Jika saja Ragini bertemu dengannya lagi, ingin rasanya Ragini menghajarnya habis-habisan.
Laksh melirik Ragini yg tengah menangis, dia lalu menghampirinya dan meninggalkan Madhu.
"Kenapa kau malah menangis? Apa kata-kataku salah nona? Ingat kau ini bekerja sebagai model majalah dewasa, jadi wajar jika aku menyuruhmu untuk berpose dengan memperlihatkan bagian sensitifmu itu. Nanti juga akan tiba waktunya saat kau harus berpose tanpa busana. Jadi kau harus siap" jelas Laksh.
Ragini hanya terdiam.
__ADS_1
Laksh memegang pipi Ragini dan mengusap airmatanya.
"Ricky, tolong perbaiki make up nya. Aku sudah tak memiliki banyak waktu. Hari ini harus segera selesai"
Ricky memperbaiki make up Ragini.
Setelah make up mya sudah di perbaiki, Ragini langsung menghampiri Laksh.
"Ayo tengkurap lagi di sofa angkat satu kakimu, dan lihat aku"
Ragini menuruti Laksh. Laksh tersenyum saat Ragini mau memperlihatkan belahan dadanya yg sedari tadi menyita perhatiannya.
"Oke.. Pose.. Tahan"
Akhirnya selesai juga sesi pemotretan Ragini. Ragini memutuskan untuk tetap di studio melihat Madhu. Madhu telah berganti baju, astaga ternya Madhu saat ini di potret dengan tanpa menggunakan busana.
Ragini langsung melirik ke arah Laksh, tapi Laksh tidak terlalu memperhatikan tubuh Madhu, malah dia terlihat acuh.
Ragini menutup matanya, dia benar-benar tak bisa membayangkan jika dirinya harus berpose seperti itu.
"Oke Madhu, sudah selesai"
Laksh kaget saat melihat Ragini yg masih berada di studio.
"Kau masih disini, kau sudah lihat bukan tadi Madhu tanpa busana. Mungkin nanti giliran kau" ucap Laksh sinis.
Ragini hanya berlalu dan menggigit bibir bawahnya.
"Madhu, kau tidak apa-apa?"
Madhu mengernyitkan alisnya bingung.
"Tidak apa-apa? Memangnya aku kenapa?"
Madhu hanya terkekeh geli.
"Kau ingin pulang?" lanjutnya.
Madhu menahan tawanya, dia langsung pergi meninggalkan mereka.
"Iyah, ada apa Laksh?"
"Biar aku yg mengantarkanmu pulang"
"Tidak usah, Laksh"
"Tak usah menolak, anggap saja itu sebagai permintaan maafku karena tadi sudah menyinggung perasaanmu"
Ragini hanya mengangguk.
"Ayoo.. Laksh menarik tangan Ragini"
"Laksh, lepaskan aku ingin ganti bajuku dulu"
Laksh memperhatikan Ragini, dia lalu melepaskan tangannya.
"Baiklah, sana"
Ragini berlalu menuju ruang ganti. Dia berpikir, bukannya tadi Laksh marah-marah dan membentaknya tapi sekarang dia bersikap baik kepada Ragini. Ragini benar-benar bingung dibuatnya.
***
"Laksh kita naik motor?" tanya Ragini.
Laksh hanya mengangguk.
__ADS_1
"Kenapa? Kau tidak suka?"
"Bukan begitu Laksh, tapi....."
Laksh langsung melepaskan jaketnya, dia memakaikan ke pundak Ragini.
"Pakailah"
Ragini hanya tersenyum.
"Pegangan, nanti kau terjatuh lagi"
Ragini memegang ujung baju Laksh.
Laksh menarik tangan Ragini melingkarkannya di perut Laksh.
"Pegangan yg erat, aku ingin ngebut"
Ragini hanya terdiam, dia mencium harum aroma tubuh Laksh.
Dia terbuai oleh Laksh.
"Ragini, apa kau mau menjadi kekasihku?"
"Apa Laksh? Aku tak mendengar kau mengatakan apa?"
Karena suara deru motor yg sangat kencang, Ragini tidak dapat mendengar dengan jelas perkataan Laksh tadi. Laksh menepikan motornya di ujung jalan.
"Tadi aku bilang, maukah kau menjadi kekasihku?"
Ragini membulatkan matanya tak percaya, dia menatap lekat mata Laksh.
"Kau tidak mau? Ya sudah, tidak apa-apa"
Laksh ingin pergi menuju motornya namun tangan Ragini menahannya.
"Aku mau Laksh"
Laksh tersenyum senang, dia langsung melumat bibir Ragini sangat lama tak ada balasan dari Ragini sehingga membuat Laksh kesal dia lalu melepaskan pagutan di bibirnya.
Laksh merengut dan kecewa.
"Kenapa kau tak membalas ciumanku?"
Ragini hanya menunduk.
"Aku belum pernah berciuman sebelumnya Laksh"
Laksh membulatkan matanya seolah tak percaya dengan apa yg dikatakan Ragini.
"Jadi aku orang pertama yg mencium mu?"
Ragini hanya mengangguk. Laksh menyunggingkan senyumnya, ada rasa bangga di hatinya saat dia menjadi orang pertama yg menyentuh bibir Ragini.
Laksh lalu kembali melumat bibir Ragini. Dia menggerakan lidahnya menyapu bibir Ragini, hingga Ragini membuka mulutnya, lidah Laksh bergoyang mencari keberadaan Ragini. Cukup lama hingga akhirnya Ragini mulai membalas ciuman Laksh walaupun masih kaku. Laksh tersenyum sangat senang, dia lalu menarik tubuh Ragini ke pelukannya dengan masih berciuman. Setelah dirasa cukup lama, mereka melepaskan pagutan di bibir mereka, Laksh tersenyum saat melihat bibir Ragini yg sedikit bengkak karena ulahnya tadi.
Laksh lalu memegang pipi Ragini, dan memeluk erat tubuh Ragini.
"Kau milikku, kau tidak boleh di sentuh oleh orang lain selain diriku"
Ragini mengeratkan pelukannya. Laksh menarik tangan Ragini menuju motornya, dia lalu melajukan motornya. Ragini memeluk erat tubuh Laksh.
"Aku mencintaimu, Laksh"
Laksh hanya tersenyum.
__ADS_1
Dia mengelus tangan Ragini.
To be continued... 😄😄