
×TENTANG RASA×
PART 9
"RAGINIIIIII" teriak Laksh di depan rumah Ragini.
Tapasya menghampiri Laksh.
"Ada apa Nak?"
"Bibi, dimana Ragini?" tanya Laksh.
"Ragini? Dia sudah pergi Nak, ke London. Dia sekarang tinggal depan paman dan bibinya disana"
Laksh sangat terkejut.
"Kenapa bi? Kenapa dia harus pergi kesana?"
Tapasya memejamkan matanya dan menatap ke atas.
"Kasian putriku, dia hamil dan pria brengsek itu tidak mau bertanggung jawab" lirih Tapasya.
Laksh hanya menelan ludahnya.
"Tega sekali pria itu, dia ingin balas dendam kepada Yuvraj tapi dia melibatkan putriku yg polos itu. Padahal Yuvraj bukan yg memperkosa adiknya itu. Sebentar....."
Laksh merasa gelisah. Tapasya keluar dengan membawa secarik kertas.
"Kau baca itu Nak. Nandini memang hamil, tapi dia di perkosa oleh sekelompok preman bukan Yuvi, dia ingin bertanggung jawab tapi kakak dari gadis itu menolak"
Laksh merasakan pedih di dadanya saat dia membaca surat yg di tulis adiknya.
Dia *** rambutnya.
'Astaga! Jadi selama ini aku sudah salah paham dengan Yuvi' batin Laksh.
Suara mobil di halaman membuat Laksh menoleh.
"KAUU!! BERANI SEKALI KAU MENGINJAKKAN KAKIMU DISINI, HAH" teriak Yuvraj.
Dia menarik kerah baju Laksh dan memukul Laksh hingga tersungkur.
"YUVI.. HENTIKAN"
"KENAPA BU? AKU BAHKAN INGIN MEMBUNUH BAJINGAN INI BU. KARENA DIA ADIKKU RAGINI MENDERITA, KARENA DIA JUGA KITA HARUS HIDUP BERJAUHAN DENGAN RAGINI BU, MINGGIR BU BIAR AKU HABISI NYAWANYA SEKARANG" bentak Yuvraj.
PLAAAKKK....
"APA KAU TAK MENGANGGAP AKU SEBAGAI IBUMU HAH? IBU MASIH ADA DISINI, DI HADAPANMU. DAN KAU BERTERIAK SEPERTI ITU KEPADA IBU, DENGAR YUVRAJ, IBU TIDAK PERNAH MENGAJARKAN KALIAN UNTUK BALAS DENDAM. SUDAH CUKUP. SEMUA YG TELAH TERJADI BIARLAH, JANGAN KAU MAKIN MEMPERKERUH KEADAAN" bentak Tapasya.
Yuvraj hanya menunduk, sementara Laksh dia hanya terdiam.
"Kau? Tega sekali kau menyakiti putriku? Padahal dia sangat mencintai dirimu, tapi ternyata kau mendekatinya hanya untuk balas dendam. Jika kau ingin balas dendam, selesaikan urusanmu dengan Yuvraj bukannya kau malah melibatkan Ragini. Dia putriku yg sangat polos Laksh, aku mengenal dengan baik dirinya. Sekarang karena kehamilannya, kini aku harus terpisah jauh dari putriku. Apa salah putriku, Laksh? Apa salah jika dia begitu mencintaimu?" ucap Tapasya lirih.
Laksh hanya terdiam, dia menyentuh kaki Tapasya dan melipat tangannya.
"Maafkan aku, bibi.. Ku mohon maafkan aku. Jika Dewa memberiku kesempatan, ingin rasanya aku memperbaiki semuanya" sesalnya.
Laksh bangkit dan pamit dari sana, dia mengepalkan kedua tangannya dan menjatuhkan airmatanya.
'Maafkan aku Ragini, memang aku bodoh sudah menyia-nyiakan cinta darimu' batin Laksh.
***
Empat tahun kemudian......
"Mommy..." teriak bocah kecil memeluk tubuh Ragini.
Ragini langsung menghampiri anak kecil itu dan menggendongnya.
"Namish, mau es krim?"
Anak itu mengangguk.
__ADS_1
"Es krim apa?"
"Coklat"
"Ya sudah, nanti kalau udah sampai rumah, kiata beli yah"
Namish mengangguk.
Ragini hanya tersenyum, dia mencium gemas pipi anaknya.
"Mom, katanya hari ini Uncle dan Grandma jemput kita disini, tapi mana?"
Bocah kecil itu celingak-celinguk.
"Uncleeeee" teriaknya berlari ke pelukan Yuvraj.
Yuvraj langsung menggendong Namish.
"Ibuuuu" ucap Ragini memeluk erat tubuh Tapasya.
"Kau makin cantik sayang"
Ragini hanya tersenyum.
"Iya dong, Mom aku memang paling cantik"
Ragini, Tapasya dan Yuvraj hanya tertawa mendengar perkataan Namish.
***
"Jadi selama ini kau di London bekerja sebagai seorang model?"
Ragini mengangguk.
"Apa sekarang sudah ada pria yg mengisi hatimu, Ragini?" goda Yuvraj.
Ragini hanya tersenyum. Dia merasakan dari dulu sampai sekarang hanya ada satu nama di hatinya.
Ragini langsung menghampiri bocah kecil itu dan menggendongnya.
Ragini merebahkan tubuh Namish di ranjangnya. Ragini ikut merebahkan tubuhnya di samping Namish.
"Mom"
"Hmmm"
"Seperti apa wajah Daddy? Apa dia mirip denganku?"
Ragini hanya terdiam dia memejamkan matanya dan membayangkan wajah Laksh.
Ragini tersenyum. Dia hanya mengangguk.
"Ohh.. Berarti Daddy tampan yah Mom?"
Ragini tersenyum.
"Sudah.. Sudah.. Sekarang Namish bobo dulu yah, sudah malam"
Namish hanya mengangguk, dia mengecup pipi Ragini.
"Good night, Mom"
"Good night, Son"
Ragini mulai memejamkan matanya.
'Aku disini Laksh, bersama anakmu. Tapi apa kau telah berubah dan menyesali semuanya?' batin Ragini.
***
Esok paginya..
"Kakak, aku pergi dulu. Bye.."
__ADS_1
"Kau mau kemana, Laksh?"
"Ke kantor, aku pergi dulu kak. Bye"
'Akhirnya anak itu sudah berubah juga, akhirnya dia mau mengurusi perusahaan keluarga daripada menjadi fotografer di tempat itu'
***
"Namish, kau tunggu dulu disini yah, ibu ingin ke toilet sebentar. Ingat kau jangan kemana-mana"
Namish hanya mengangguk.
Perhatian Namish tertuju pada sebuah robot di etalase toko. Dia langsung berlari menuju toko itu, namun tubuh Namish menabrak seseorang hingga membuatnya terjatuh.
"Aawwww" rintihnya.
"Hei Nak. Maafkan om, om tidak sengaja" ucapnya dengan mengulurkan tangannya.
Namish hanya tersenyum.
'Senyuman itu? Seperti senyuman... Aaarrgghh nampaknya kau memang sudah benar-benar tidak waras Laksh' batin Laksh.
"Kau mau kemana, sayang?"
"Kesana Uncle, Namish mau lihat robot itu"
Laksh langsung menoleh, dia lalu menggendong tubuh kecil Namish itu.
Namish sangat bahagia melihat banyak mainan di toko itu.
"Namishhh" teriak Ragini.
Ragini benar-benar gelisah. Dia mengusap wajahnya.
"Pak, maaf apa kau melihat anak kecil laki-laki tadi disini?"
Pria itu hanya menggeleng.
"Namish, astaga. Jangan membuat aku takut Nak. Kau dimana?" ucap Ragini bergetar.
"MOMMMMMM" teriaknya.
Ragini langsung menoleh, dia memeluk erat tubuh putranya itu.
"Kau dari mana saja sayang? Hmm apa kau baik-baik saja?"
"Mom, tadi Namish ke toko mainan itu. Ada Uncle baik Mom, yg membelikan mainan untuk Namish"
"Namish, Mommy tidak pernah mengajarimu untuk meminta sesuatu kepada orang yg tidak di kenal. Ayo tunjukan kepada Mom, dimana Uncle itu"
"Itu dia Mom"
Ragini membulatkan matanya.
"Namish, ini mainanmu"
Laksh terkejut saat melihat Ragini.
"Ra-ra-gi-ni" ucapnya gugup.
Ragini hanya terdiam.
"Uncle, ini Mommy aku" ucap Namish dengan riang.
Laksh terus menatap Ragini dan Namish.
'Jadi Namish adalah putraku? Pantas saja aku seperti merasakan ikatan batin dengannya'
Ragini menarik nafasnya, dia mencoba mengendalikan perasaannya.
'Setelah sekian lama akhirnya kita bertemu kembali Laksh' batinnya.
To be continued.... 😄😄
__ADS_1