
Sementara itu Netta sedang bersama dengan seseorang di ruangannya, jadi dia menunda kepulangannya sejenak.
" Apa kamu tidak terlalu keras padanya, Net?" tanya tamu Netta.
" Aku malah merasa ini terlalu lembut, Di!" kata Netta.
" Aku mendengar dari Aris jika kamu membuatnya bekerja sangat keras dari yang seharusnya!" kata Diana.
" Itu belum cukup dengan apa yang dia perbuat padaku selama ini!" jawab Netta penuh dendam.
" Aku hampir tidak mengenalmu, Netta. Kamu menakutiku! Antara benci dan cinta itu hanya beda tipis!" kata Diana.
" Aku masih Arnetta yang dulu! Hanya saja saat aku memimpin perusahaan ini, aku menjadi Arnetta yang berbeda! Dan aku tidak akan pernah lagi jatuh dilubang yang sama!" kata Netta yakin.
" Ya, sudahlah! Asal kamu tidak akan menyesali semua yang kamu lakukan aja!" kata Diana.
" Tidak akan! Aku belum merasa puas jika dia belum hancur berkeping-keping dan menderita!" kata Netta dingin.
" Sepertinya dia sudah mendapatkan karmanya! Buktinya dia jatuh bangkrut!" kata Diana.
" Itu hanya sedikit karma untuknya!" sahut Netta datar.
" Jangan membuatku bergidik dengan kata-katamu itu! Aku takut kamu akan terperosok di dalamnya!" kata Diana lagi.
Tok! Tok!
" Masuk!" kata Netta saat pintunya diketuk.
" Boss! Apa saya boleh pulang?" tanya Aris.
" Iya!" jawab Netta.
" Oh, iya, Bos! Seperti yang Pak Max bilang, dia saat ini sedang lembur menyelesaikan proposal itu!" kata Aris lagi.
" Bagus! Apa dia sendiri?" tanya Netta yang tahu persis tidak akan ada yang mau membantu Max.
" Ada Wenny yang nemenin, Bos!" jawab Aris.
" Wenny?" ucap Netta membeo, hatinya bergetar mendengar ada wanita yang rela mendampingi Max menyelesaikan proposal tanpa diminta.
" Suruh dia pulang! Jika tidak mau, pecat saja!" kata Netta kesal.
" Siap, Bos! Permisi!" jawab Aris kaget.
__ADS_1
Si Boss, main pecat-pecat aja, bikin ngeri! Batin Aris.
" Apa kamu cemburu?" tanya Diana. Deg! Netta terkejut mendengar ucapan Diana. Cemburu? Rasanya seumur hidup aku hanya sekali merasakan cemburu dan itu karena...
" Tidak ada waktu untuk cemburu ato apapun itu!" kata Netta datar.
Diana hanya menghela nafas panjang mendengar ucapan Netta.
" Ayo kita pulang!" kata Netta lagi.
" Ayo! Aku takut Mike tidak bisa mengatasi mereka berdua!" kata Diana. Mereka pergi meninggalkan kantor Netta untuk pulang ke Mansion yang dibeli oleh Mike untuk mereka berlima. Bastian sudah menjemput mereka di parkiran. Sepanjang perjalanan Netta hanya diam, wajahnya memancarkan aura gelap yang membuat orang yang memandangnya pasti bergidik.
" Pak Max!" panggil Aris di pintu ruangan Max.
" Ya?" sahut Max.
" Boss minta Wenny pulang atau dia akan dipecat!" kata Aris segan.
" Apa? Tapi kenapa? Apa salah saya?" tanya Wenny kesal.
" Sudah, kamu pulang saja. Trima kasih atas waktunya!" kata Max tanpa panjang lebar.
" Dasar Boss gila!" gerutu Wenny.
" Iya! Nggak papa!" jawab Max.
Dia yakin jika Netta pasti sangat membenci dirinya dan Netta pasti sedang melakukan balas dendam padanya saat ini. Max dengan rela menerima semua itu, bahkan dia juga rela mati jika memang itu akan membuat Netta puas. Dia mengambil sebuah titanium botol yang tipis dan membukanya, diminumnya isi dalam botol itu. Uhuk! Uhuk! Max terbatuk. Max melanjutkan pekerjaannya seorang diri di ruangannya.
" Mommy!" sapa seorang anak laki-laki.
" Boy! You miss me?" tanya Netta.
" Yes, mommy! I miss you so much!" jawab Axon senang.
" Mommy!" sapa seorang gadis cilik yang berlari mendekati Diana.
" Baby! Are you being good today?" tanya Diana mengecup pipi putrinya dengan gemas.
" Yes, mommy!" jawab Ella.
" Kalian sudah datang!" kata Mike dari arah dapur.
" Honey!" sapa Diana lalu mengecup bibir Mike.
__ADS_1
" Apa kamu tidak menciumku, Ta?" tanya Mike.
" Honey!" kata Dian memukul pundak Mike.
" Auch! What?" kata Mike merasa tidak bersalah.
Netta memutar bola matanya malas. Dia mengajak putranya naik ke atas ke kamarnya. Netta meletakkan putranya di atas tempat tidur dan dia masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Diana menggendong Ella dan menepuk-nepuk punggungnya hingga tertidur.
" I miss you, honey!" bisik Mike sambil menyusupkan kedua tangannya di perut wanita itu.
" Mike! You just eat me at lunch!" kata Diana kesal.
" But i want dinner, honey!" kata Mike mesum.
" Apa kamu tidak kasihan sama anak yang ada dikandunganku?" tanya Diana yang langsung membuat Mike memasang wajah cemberutnya, dia langsung melepaskan pelukannya pada pinggang Diana. Sejak Mike menikah dengan Diana 5 tahun yang lalu, Mike jadi bucin berat dan menuruti segala apa yang dikatakan istrinya itu. Diana pernah berniat pergi jauh saat Mike tahu jika Mikaela adalah darah dagingnya, tapi Mike tidak membiarkan hal itu terjadi. Bahkan dia memohon-mohon pada Diana agar mau memaafkannya. Sejak itu dia menjadi sangat bergantung pada wanita itu, terlebih setelah kelahiran petri cantik mereka Mikaela. Karena itu jika Diana marah, Mike tidak berani membantah karena takut jatah hariannya akan diambil oleh Diana dan dia harus puas dengan bersolo ria.
" Itu juga anakku, baby!" jawab Mike dengan bibir yang mengerucut, ingin rasanya Diana mel...at bibir itu, tapi tentu saja dia tidak kan melakukannya karena dia akan benar-benar menjadi santapan makan malam yang kepagian oleh Mike.
" Apa kamu lupa saat kehamilan Mikaela?" tanya Diana sambil berjalan ke kamarnya.
" Aku ingat, baby! Nggak usah kamu mengingatkan kebodohanku saat itu!" jawab Mike kesal pada Diana. Diana menahan tawanya saat melihat suaminya yang sedang dalam mood kesal itu.
" Apa kamu ingin mengulanginya?" goda Diana.
Mike dengan cepat menggelengkan kepalanya dan menundukkan kepalanya.
" Apa calon bayi kita tidak mau daddynya berkunjung?" tanya Mike masih mencoba peruntungannya.
" Tapi nggak seperti minum obat juga honey!" jawab Diana yang masuk ke dalam kamar mandi setelah mengambil pakaian ganti dari walk in closet mereka.
Saat ini adalah saat-saat kritis dan sensitif, jika dia sedikit saja terlihat menggoda, maka habislah dia oleh Mike.
Dikamar yang lain, terlihat Netta sedang berdiri di balkon kamarnya dan menerawang jauh ke belakang. Sudah 5 tahun sejak kejadian malam itu, aku selalu berharap kita tidak akan bertemu lagi. Tapi harapanku menjadi sebuah dendam yang harus kulakukan, karena aku tidak mau kamu bahagia diatas penderitaanku. Kamu harus membayar semua sakit yang aku rasakan selama ini.
" Hai!" sapa Mike yang telah berdiri di samping Netta.
" Apa aku harus mengganti pintu kamarku dengan kode suaraku!" kata Netta kesal dengan Mike yang memiliki kebiasaan keluar masuk kamarnya dengan seenaknya sendiri.
" Sorry! Makanya lain kali dikunci!" jawab Mike menahan tawanya.
" Cuihhh! Ada apa?" tanya Netta.
" Kalo boleh, aku mau bicara sedikit!" jawab Mike.
__ADS_1
" Apa Diana mengatakan sesuatu?" tanya Netta.