Tentang Rasa

Tentang Rasa
DIPECAT


__ADS_3

" Aku tidak tahu apa yang kamu rasakan, Ta! Tapi aku rasa perbuatanmu sedikit keterlaluan!" kata Mike dengan nada pelan.


" Keterlaluan? Hah! Sejak kapan kamu jadi suka berkata-kata manis?" sindir Netta.


" Kita sudah hidup selama 5 tahun, Ta! Aku cukup memahami sifat dan hatimu!" kata Mike lagi.


" Kamu sama sekali tidak tahu apa-apa tentang hatiku, Mike! Sudahlah, aku harus pergi menyiapkan makan malam kita!" kata Netta sambil berjalan meninggalkan Mike sendiri di balkon.


5 tahun yang lalu setelah Mike menikahi Netta dan melahirkan Maxon , Mike menceraikan Netta lalu menikah dengan Diana karena Diana mengandung anaknya. Dengan kesepakatan Netta harus tetap tinggal bersama mereka. Dan Netta menyetujui usulan Mike karena pria itu juga menjanjikan dia untuk kuliah lagi. Jadilah Netta melanjutkan kuliahnya dan bekerja diperusahaan Mike setelah lulus. Suatu saat Netta mendengar dari salah satu temannya jika Max mencoba membangun kembali kerajaan bisnisnya dan itu membuat darah Netta mendidih. Dia tidak mau pria brengsek itu kembali berada diatas, karena itu dia meminta Mike mematahkan setiap langkah Max yang ingin memiliki perusahaan lagi. Akhirnya Max hanya bisa menjadi pegawai biasa saja di perusahaan Mike. Dan disinilah dia sejak setahun yang lalu berdiri sebagai pimpinan perusahaan Mike yang dulunya menjadi milik Max, karena Mike yang membeli saham sebesar 40% di perusahaan Max yang dimilikinya bersama temannya. Perusahaan itu memang sengaja dibuat Mike jatuh bangun atas permintaan Netta. Hingga saat ini Netta bisa menjadi atasan Max dan bertindak sesuka hatinya.


" Bagaimana, honey?" tanya Diana saat dilihatnya suaminya duduk di balkon kamar mereka setelah makan malam.


" Percuma!" jawab Mike.


" Apa tidak ada jalan lain?" tanya Diana.


" Ini juga tidak lepas dari kesalahanku! Seandainya aku tidak menuruti segala keinginannya, maka dia tidak akan menjadi sosok Tata yang sekarang ini!" kata Mike dengan wajah menyesal.


" Sudahlah, honey! Itu karena kamu mencintai dia!" kata Diana.


Mike menatap istrinya dengan wajah sedihnya.


" Kenapa aku dulu sangat bodoh dengan selalu menyakiti hatimu? Padahal kamu sangat mencintaiku dengan bodoh!" kata Mike.


" Itu karena kamu memang bodoh, honey!" kata Diana menangkup wajah suaminya dan mengecup kening Mike dengan lembut.


" Ti amo tanto, Diana Kane Banner!" ucap Mike.


" Ti amo anch'io, Michael Banner!" balas Diana.


Keesokan harinya Netta datang ke kantor setelah mengantar Maxon pergi ke sekolahnya.


" Selamat Pagi, Bos!" sapa Aris.


" Pagi!" jawab Netta yang berjalan ke ruang kerjanya.


" Pak Max sudah menunggu di ruang rapat Boss!" kata Aris.


Netta mengernyitkan dahinya, sepagi ini dia telah kesini? batin Netta.


" Ok! Suruh dia masuk!" jawab Netta.

__ADS_1


Aris keluar ke ruang rapat dan masuk ke ruang Netta lagi bersama Max.


" Selamat pagi, Boss! Ini proposal yang Boss minta!" kata Max lalu bermaksud berjalan memberikannya pada Netta.


" Bawa kesini, Ris!" kata Netta tiba-tiba. Max memberikan proposal itu pada Aris yang terlihat kaget.


" Ini, Bos!" kata Aris memberikan proposal Max.


Netta melihat isi proposal itu, sangat sempurna! Netta melirik Max yang hanya menundukkan kepalanya. Apa dia tidak pulang? Kenapa pakaian yang dipakainya masih sama dengan yang kemarin dia pakai? Ckkk! Kenapa juga aku memperhatikan dia! batin Netta kesal pada dirinya sendiri. Memang Max bukan lagi Pengusaha besar yang dengan mudahnya menyuruh orang untuk mengambilkan pakaian ganti atau membeli yang baru seperti dulu. Semalaman dia tidak pulang ke rumahnya hanya untuk menyelesaikan proposal itu, karena itu dia masih memakai pakaiannya yang kemarin. Netta membaca kembali proposal dari Max. Max berdiri ditengah ruangan tanpa disuruh duduk oleh Netta. Max yang sejak semalam tidak tidur dan makan, merasa perutnya melilit dan keringat dingin membasahi tubuhnya. Netta tidak menyadari semua itu, dia asyik membaca proposal Max. Max mencoba menahan semua rasa sakit itu dengan sesekali melirik wajah serius Netta. Hanya dengan melihatmu seperti ini, aku bisa melawan seluruh dunia, Arnetta! Kamu pasti bahagia dengan pengacara itu dan anak kalian! batin Max miris. Setelah 15 menit, Netta melempar proposal Max ke depan kakinya. Deg! Max terkejut melihat sikap kasar Netta, apa aku yang telah membuatmu menjadi seperti ini? Apa aku telah merubah wanita anggun dan lembut menjadi seorang diktator? batin Max sedih.


" Kesempatanmu sudah hilang! Angkat barang-barangmu sekarang juga dan tinggalkan perusahaan ini!" kata Netta kasar.


" Tapi apa yang salah pada proposal ini?" tanya Max.


Tidak ada! Proposal kamu sangat sempurna! Tapi aku tidak mau kamu ada di perusahaan ini! batin Netta.


" Aku tidak suka!" jawab Netta. Tiba-tiba Max bersimpuh dan menatap pada Netta dengan wajah meratap.


" Apa yang kamu lakukan?" tanya Netta terkejut.


" Aku tahu aku salah! Aku tahu saat ini kamu pasti sangatk benci padaku. Bagimu aku memang pria paling brengsek dan paling kejam di muka bumi ini. Tapi aku mohon jangan mencampur adukkan masalah pekerjaan dengan permasalahan kita! Aku membangun perusahaan ini dengan susah payah dan aku berusaha agar perusahaan ini bisa bertahan dan berkembang dengan baik!" tutur Max panjang lebar.


Dia marah dengan apa yang di katakan oleh Max.


" Jika kamu ingin melihatku hancur...aku memang sudah hancur Arnetta!" kata Max bergetar.


" Jangan sebut nama gue dengan mulut kotor lo! Gue jijik mendengarnya!" kata Netta marah.


" Apa kamu ingin aku merangkak mencium kakimu agar kamu mau menerima maafku?" tanya Max, Netta bergeming.


Perlahan dengan rasa sakit di perutnya Max merangkak menuju ke arah Netta. Dia memutar kursi Netta dan mencium kedua kakinya tapi Netta tetap bergeming.


" Pergi! Kemasi barang-barangmu!" kata Netta.


Tok! Tok!


" Masuk!" kata Netta.


" Boss! Meeting akan segera dimulai!" kata Aris yang terkejut melihat Max bersimpuh di hadapan Bossnya.


" Kita pergi!" kata Netta.

__ADS_1


" Kalian mau pergi?" tanya Mike yang tiba-tiba masuk.


" Sayang!" sahut Netta, membuat Mike mendelik karena terkejut sekaligus senang.


Netta mengecup bibir Mike dan memeluknya. Mike membalas pelukan Netta, betapa terkejutnya Mike saat melihat ke depan, dilihatnya Max sedang bersimpuh di depan kursi kerja Netta.


" Apa itu tidak keterlaluan?" bisik Mike


" Bukan urusanmu!" jawab Netta.


Aris yang melihat Max merendahkan dirinya dihadapan seorang wanita merasa kasihan.


" Ayo, sayang!" ajak Netta.


Mike hanya diam saja dengan perlakuan Netta.


" Jangan lupa mengemasi barang-barangmu!" kata Netta.


" Kamu awasi dia Ris, aku memecatnya!" kata Netta.


Kemudian Netta pergi bersama dengan Mike dan Max berdiri dengan pandangan kabur. Ulu hatinya seperti di tusuk-tusuk, tapi dia harus bertahan, dia tidak mau jika sampai Netta tahu. Max berjalan pelan dan akhirnya sampai juga di ruangannya.


" Pak Max! Bapak baik-baik saja?" tanya Wenny.


" Biarkan dia! Ayo kalian semua langsung ke ruang meeting!" kata Aris.


" Tapi, Pak..." kata Wenny.


" Apa kamu mau dipecat juga?" kata Aris.


Dipecat? Wenny tidak bisa berbuat apa-apa, dia melihat ke arah Max dan Max menganggukkan kepalanya. Max mengemasi semua barangnya, dia membuka lacinya dan membawa kotak bludru itu di dalam saku jasnya. Diraihnya ponsel miliknya dan menghubungi seseorang.


" Halo, Pak Maman!"


" Ya, Tuan!"


" Jemput saya...di kantor!"


Max mematikan ponselnya setelah menelpon Maman sopirnya yang setia. Maman yang memang selalu di tempar parkiran langsung masuk ke dalam kantor dan menuju ke lantai 5.


Dikediaman Dave, papa Netta, sedang diadakan pesta kebun untuk memperingati hari jadi perkawinan mereka. Semua keluarga, teman dan Ken hadir dalam acara tersebut, termasuk orang tua Vina.

__ADS_1


__ADS_2