
Sementara Diana menangis melihat kebersamaan mereka. Hatinya sangat sakit karena mereka telah menjadi keluarga yang lengkap sekarang. Aku harus pergi jauh dari dia! Aku tidak mau melihat dia setiap hari disini bahkan saat mereka bertiga bersama! Sangat menyakitkan hatiku! batin Diana. Keesokan harinya Diana mengajukan resign pada pimpinan Rumah Sakit.
Diana pulang ke apartementnya setelah bekerja, dia ingin bersiap-siap jika pimpinan Rumah Sakit akan menyetujui pengunduran dirinya. Langkahnya terhenti saat dilihatnya seorang pria berdiri dihadapannya di depan apartementnya. Wajahnya yang pada awalnya sangat senang, seketika berubah menjadi sedih saat mengingat semua yang terjadi.
" Apa kamu akan berdiri saja disitu?" tanya pria itu.
" Apa ada sesuatu yang terjadi dengan Netta? Tapi aku baru saja telpon dia dan dia baik-baik saja!" kata Diana mencoba tenang.
" Istriku baik-baik saja!" jawab Mike penuh penekanan.
" Lalu? Ada apa kamu kesini?" tanya Diana.
" Aku menginginkanmu!" jawab Mike. Diana tersentak kaget, menginginkannya? Apa dia sudah gila? Dia pikir aku kue apa? batin Diana.
" Sorry, Mike! Aku tidak tahu apa yang kamu maksud!" kata Diana berusaha tegas.
" You know what i mean!" kata Mike yang tidak sabar untuk mencumbu Diana.
Mike maju ke depan untuk mendekati Diana. Diana ingin secepatnya berlari, namun dia merasa kakinya sangat lengket di lantai. Tanpa menunggu lagi, Mike ******* bibir tipis Diana.
D..han keluar dari bibir Diana tanpa disadarinya.
Shittt! Kenapa bibir gue nggak bisa diem sih? batin Diana.
" Stop it, Mike!" kata Diana mendorong dada pria itu, membuat Mike terkejut. Mike merasakan kesal. Shitttt! Hanya Diana yang bisa membuatku seperti ini! Aku tidak akan melepaskanmu, baby! batin Mike. Secepat kilat Mike mengangkat tubuh Diana dan membawanya masuk ke dalam apartement wanita itu. Diana mencoba meronta, tapi tenaganya tidak sebesar tenaga Mike. Dia hanya bisa memukul-mukul punggung Mike saat pria itu merubah memanggulnya.
" Turunkan aku, Mike! Aku bukan karung beras!" teriak Diana.
Tapi Mike bergeming. Akhirnya malam itu Mike mendapatkan keinginannya
" Hentikan Mike! perutku...kram!" teriak Diana.
" No, baby! Aku sudah puasa selama ini, hanya kamu yang bisa membuatku puas!" kata Mike yang terus memacu tubuhnya diatas Diana.
" Ahhhhh!" teriak Diana.
" Kamu sudah keluar, baby!" kata Mike senang.
Tapi diluar dugaannya, Diana mendorongnya dengan sekuat tenaganya hingga tubuh Mike terduduk di ranjang, alangkah terkejutnya saat dilihatnya ada darah yang keluar membasahi miliknya.
__ADS_1
" My, God! Kamu kenapa, Di?" tanya Mike panik.
" Bawa aku ke ...Rumah Sakit...seka...rangggg! Ahhhh!" teriak Diana sambil memegangi perutnya.
Mike langsung memakai pakaiannya dengan asal, lalu dia memakaikan kemejanya pada Diana dan dia hanya memakai kaos dalam saja. Dia mengangkat tubuh Diana yang dan berlari ke lift. Wajah Mike terlihat panik, dia terus menatap wajah pucat Diana yang menahan kesakitan.
" Tenang, baby! Kamu akan baik-baik saja! Kamu harus kuat, Ok?" kata Mike khawatir.
Diana merasa senang jika Mike khawatir padanya, tapi dia takut akan kehilangan bayinya. Mike langsung memasukkannya ke mobil dan melarikan Diana ke rumah sakitnya. Di IGD Rumah Sakit beberapa menit kemudian, Mike menidurkan Diana di brankar dan mendorong masuk.
" Nurse!" teriak Mike.
" Dr. Diana?" panggil perawat begitu tahu siapa yang dibawa.
" Please call Dr. Sean!" kata Diana.
" Yes, Doc!" jawab perawat itu lalu Diana dibawa masuk perawat lainnya. Mike dilarang masuk ke dalam dan harus menunggu diluar. Bastian datang membawakan kemeja untuk Bosnya. Mike melihat seorang perawat keluar dari IGD beberapa lama kemudian.
" Bagaimana keadaan Dr. Diana?" tanya Mike
" Maaf, bukan wewenang saya untuk berbicara!" jawab perawat itu.
" Caritahu apa yang terjadi pada Diana! Kenapa dia sampai mengalami ini!" kata Mike.
" Yes, Bos!" jawab Bastian.
Mike berjalan mondar-mandir sambil sesekali melihat ke arah pintu IGD. Setelah beberapa menit pergi, Bastian kembali menemui Mike dan memberikan sebuah amplop putih pada Bossnya itu.
" Pregnant? 3 month?" ucap Mike terkejut.
Ditempat lain, Max memikirkan apa yang dikatakan oleh mamanya, dia sangat menyayangi wanita itu, wanita setengah baya yang tidak pernah memukul bahkan memarahinya. Segala yang terjadi adalah kesalahannya dan benar yang mamanya bilang, untuk menebus semua kesalahan itu, dia harus memperbaiki hidupnya yang telah terpuruk hingga jauh ke dasar laut. Max mulai membuka bisnis kecil-kecilan dengan sisa uang di depositonya. Dia juga mencoba untuk menanamkan saham di perusahaan-perusahaan kecil yang menurutnya memiliki potensi untuk memberikan untung yang lumayan.
Di rumah sakit, Mike penasaran dengan kabar dari Bastian, bayi siapa? Berani sekali wanita itu melakukan dengan pria lain! Batin Mike. Dia berjalan ke kamar Diana setelah Bastian menanyakan pada perawat ruang IGD. Dia masuk ke dalam kamar inap Diana dengan wajah penuh kemarahan.
" Who's baby is that?" tanya Ken pada Diana yang sedang bersandar sambil memejamkan matanya. Ken tahu jika Diana tidak sedang tidur.
" What?" ucap Diana.
Dia terkejut karena Mike sudah tahu jika dirinya sedang hamil.
__ADS_1
" Answer me! Who is the father?" tanya Mike lagi dengan nada sedikit tinggi.
Diana menatap Mike dengan wajah sedih, dia tahu jika pria itu tidak akan percaya jika dia mengatakan ini adalah anaknya karena menurutnya Mike itu sangat bodoh jika menyangkut tentang wanita.
" I ask you one more time! Who is he?" tanya Mike marah.
" No body!" jawab Diana pelan, tapi Mike bisa mendengarnya dengan jelas.
" Are you joking? Tell me the thruth Diana! Jangan membuatku marah!" kata Mike kesal.
" Kenapa kamu harus kesal ato marah? Bukankah ini tidak ada hubungannya denganmu?" kata Diana malas.
" Tentu saja ada!" sahut Mike marah.
" Hubungan apa? Apa kamu akan percaya jika aku katakan dia anakmu?" tantang Diana.
Mike terkejut dan langsung memasang senyum sinis.
" My baby? Jangan bercanda kamu selalu meminum pil!" kata Mike tersinggung.
" See?" ucap Diana tersenyum sinis.
" Jangan memintaku bertanggung jawab untuk anak yang kamu sendiri tidak tahu siapa bapaknya!" kata Mike.
Bagai tersambar petir disiang hari, Diana merasakan hatinya sangat sakit bagai tersayat sembilu.
" So Leave!" kata Diana datar tanpa melihat Mike.
" I want you to abort that fucking baby!" kata Mike kasar.
" Mike Banner! Watch your mouth!" teriak Diana marah.
Dia masih bisa menahan saat pria bodoh itu menolak anak mereka, tapi dia tidak akan segan jika anaknya harus dihilangkan, terlebih dia seorang dokter.
" I don't care! You're mine Diana! I forgive you for cheating behind my back! But not anymore, i will keep you at my mansion!" kata Mike tegas.
" I am not your fuc...ng ho...e, Mike! Go away and never show your face in front of me again!" kata Diana memutar tubuhnya menghadap ke dinding kamar, membelakangi Mike.
Sorry, my baby, mommy berkata kotor gara-gara daddymu yang bodoh itu! batin Diana mengusap perut ratanya.
__ADS_1