
Vina membulatkan matanya, dia tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Mamanya yang selama ini dikenalnya sebagai pribadi yang lembut, bisa mengancam dirinya seperti ini.
" Minta maaf pada mertuamu, Max!" kata Hari.
Max bergeming.
" Sekarang juga!" teriak Hari dengan wajah yang sudah menggelap akibat amarah yang sudah meluap.
" Cukup Mas! Aku tidak butuh permintaan maafnya! Aku rasa hubungan kita cukup sampai disini saja! Kami akan menyelesaikan sendiri semuanya dan mengambil langkah yang patut untuk dilakukan!" kata Panji.
" Apa maksud papa?" tanya Vina.
" Kita pergi!" kata Panji.
" Tidak, Vina mau sama Max!" kata Vina kekeuh.
" Papa nggak butuh jawaban!" kata Panji tegas.
" Ayo, Max!" ajak Vina.
" Tidak akan kubiarkan kalian keluar dari sini begitu saja!" ancam Panji.
Max memberikan tanda pada anak buahnya lalu keadaan jadi gaduh karena tiba-tiba lampu mati.
" Aaaaaaaa!" teriak para wanita.
" Jangan ada yang bergerak!" teriak Hari.
Beberapa saat kemudian lampu menyala, tapi Max dan Vina sudah tidak ada.
" Vinaaaaa!" teriak Mustika histeris.
Setelah malam itu, Grace jatuh sakit dan Hari begitu marah pada Max.
" Katakan Fer! Dimana putraku?" tanya Grace saat Ferry datang.
" Dia ada di rumah pantai, Nyonya!" jawab Ferry.
" Rumah pantai? Vina?" ucap Grace membeo.
" Iya, itu rumah impian...Nona Arnetta!" jawab Ferry.
Flashback off
" Meminta maaflah, Max! Demi mama! Kembalikan Vina!" mohon Grace.
Max bergeming.
" Ini hukuman buat dia dan buatku, ma!" kata Max lagi.
" Kenapa kamu tidak kembali bersama dengan Vina saja kalo begitu!" tanya Grace.
" Aku tidak mencintai dia, ma! Bahkan dari awal aku hanya menganggapnya saudara!" jawab Max.
" Lalu bayi kalian?" tanya Grace.
" Dia telah menikah dan akan memiliki anak dari suaminya!" kata Max.
__ADS_1
" Arnetta?" tanya Grace.
Max menatap mamanya sayu.
" Ferry?" tanya Max
" Ya!" jawab Grace.
" Dia juga sudah menikah dan akan melahirkan!" katq Max.
" Lalu apa kamu akan seperti ini seumur hidupmu?" tanya Grace sedih melihat keadaan putranya yang tidak mengurus dirinya.
" Aku tidak memiliki apa-apa lagi, Ma! Semua sudah habis, perusahaanku telah bangkrut dan..." Max menghentikan perkataannya.
" Kenapa kamu tidak mencoba kembali menata semuanya, sayang! Paling tidak tunjukkan pada Netta jika cintamu tidak salah!" kata Grace.
Max menatap mamanya, dia begitu terharu mendengar mamanya menyebutkan nama wanita yang sangat dicintainya.
" Seandainya saja dia anakku! Dia pasti akan tampan sepertiku!" kata Max.
" Kapan dia melahirkan?" tanya Grace.
" Mungkin bulan depan!" kata Max.
" Mama tidak bisa lama, papamu akan mencari mama!" kata Grace.
" Iya, ma! Aku tahu!" jawab Max.
" Mulailah hidup dengan baik! Berbaikanlah dengan papamu!" kata Grace.
" Ma, aku..."
Max menatap mata mamanya, dia melihat kesedihan dan kerinduan yang dalam di sana.
" Iya!' jawab Max lemah.
Lalu Grace mengecup rambut Max dan pergi meninggalkan anaknya dengan airmata yang bercucuran.
Diana mondar-mandir di depan ruang operasi, dia sangat mengkhawatirkan keadaan Netta karena ketuban Netta yang telah kering. Diana mencoba menghubungi Mike berkali-kali, tapi tidak ada jawaban sama sekali. Brengsek! Kemana dia? Pasti sedang main sama jal...2! batin Diana cemburu dan marah. Tidak lama kemudian seorang perawat keluar dari ruang operasi.
" Bagaimana?" tanya Diana.
" Selamat, Dokter! Anda akan memiliki keponakan yang sehat!" jawab perawat itu.
" Jenis kelaminnya?" tanya Diana penasaran.
" Jenis kelaminnya...Jenis Kelaminnya adalah Laki-laki!" jawab perawat itu.
" It's a baby boy? Oh, my god!" ucap Diana.
" And the mother?" tanya Diana.
" She'll be Ok, Doc! She'll be fine! Just need a little bedrest!" kata perawat itu.
" Can i see her?" tanya Diana.
" Later, Doc! You know the rules!" jawab perawat itu.
__ADS_1
" Sorry, ya, i know!" jawab Diana. Kemudian perawat itu pamit untuk masuk ke dalam lagi, sedangkan Diana berjalan ke arah ruangannya karena ini jam prakteknya, dia harus menangani pasiennya.
" Kamu juga harus sehat dan selamat, sayang!" ucap Diana sambil mengelus perutnya yang sedikit membesar.
" Mommy akan membesarkanmu dengan penuh kasih sayang! Kamu nggak akan merasa kesepian karena ada kakakmu yang telah lahir lebih dahulu!" kata Diana ambigu.
Aku tidak menyesal karena mengandung benih darimu, Mike! Meskipun kamu tidak pernah mencintaiku bahkan akan membenci anak ini! batin Diana sambil memandang wajah tampan Mike saat tidur yang sempat diabadikannya lewat ponselnya.
Setelah selesai praktek, Diana mendatangi ruang inap Netta.
" Congrat Mommy!" panggil Diana pada Netta yang terbangun dari tidurnya.
" Anakku?" tanya Netta langsung.
" It's a baby boy!" kata Diana yang membawa putra Netta pada sang ibu
Netta sangat bahagia dengan kelahiran putranya, dia menangis saat Diana membawa putranya ke pelukannya.
" Hi, Baby M! How're you son? It's mommy!" ucap Netta dengan mata berkaca-kaca sambil mencium kening putranya.
" You've been able to give him your breast milk!" kata Diana.
Netta mengangguk lalu mengeluarkan dadanya dan membersihkannya dengan air hangat yang telah disiapkan Diana, kemudian dia menyusui Baby M. Baby M ternyata langsung meminum Asinya. Netta merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena Asinya keluar dengan lancar dan bisa dinikmati oleh putranya. Mereka berdua tampak sangat bahagia.
" He's very much like him!" kata Netta ambigu.
Diana menatap sahabatnya itu dengan sedih.
" He's eyes, nose and lib! It's his!" gumam Netta.
Sepertinya kamu takut tidak diakui daddymu, ya? Kamu sangat mirip dengannya! batin Netta. Tapi sayang sekali, nak! Daddymu seorang pengecut dan pembohong! Mommy sangat membenci dia! batin Netta yang begitu menyimpan dendam pada Max karena semua yang telah dilakukannya pada mereka berdua.
" Tata!" tiba-tiba seorang pria masuk dan berdiri di depan kedua wanita itu.
" Mike?" panggil Netta tersenyum, seakan lupa jika dia sedang marah pada pria itu.
" The baby?" tanya Mike.
" It's a boy!" kata Netta.
Mike tersenyum melihat wajah Netta yang bahagia. Sedangkan Diana sangat terkejut dengan kehadiran Mike, jantungnya berdetak sangat kencang, dia tanpa sadar memegang perutnya.
" Aku pergi dulu!" kata Diana dengan cepat.
Mike menatap Diana dengan pandangan yang tidak dapat diartikan.
" Ok! And Diana!" panggil Netta.
" Ya?" jawab Diana memutar tubuhnya.
" Thank you very much!" kata Netta tersenyum.
" You welcome!" jawab Diana. Kemudian wanita hamil itu meninggalkan mereka berdua dan dia bisa menghirup aroma parfum Mike saat melewati pria itu. Mike hanya diam melihat Diana melewatinya tanpa bereaksi apapun.
" Mike?" panggil Netta.
" Ya!" jawab Ken kaget.
__ADS_1
" Thank you for all your support all this time!" kata Netta.
" I love you, Ta! That's why i always there for you!" kata Mike.