
" Katakan saja ada hal apa anda datang ke perusahaan saya? Anda bukan orang yang memiliki banyak waktu luang hanya untuk sekedar berkunjung bukan? Bahkan yang aku denger, anda tidak semudah itu untuk di temui dan kini anda malah datang dengan sendirinya ke perusahaan sederhana saya ini." Sky tersenyum simpul mendengar apa yang pria bermata tajam ini katakan.
Wajahnya terlihat sangat menyeramkan. Wajah Ars adalah wajah laki-laki macho khas keturunan timur tengah.
" Sepertinya tuan Ars begitu banyak mengetahui diri ku. Sejauh apa anda mengetahui tentang ku?" Ars mengangkat sebelah alisnya karena merasa Sky tengah bermain kata dengannya saat ini.
Dia tau bahwa pria itu tidak semudah itu untuk di kalahkan dan melihat dari cara dia melihat dan menatapnya, mencerminkan segala ketajaman instingnya.
" Bukankah sebaliknya? Aku yakin tuan Sky begitu banyak mengetahui kehidupan ku bukan?" Turing Ars.
__ADS_1
Dia yakin jika ada yang ingin dibicarakan oleh pria penguasa itu.
" Dari mana aku harus memulainya? Apa dari yang paling dasar? Tentang Anna misalnya?"
Deg!
Jantung Ars berdetak kencang saat pria itu mengatakan tentang Anna, tentang wanita yang telah begitu lama hilang dari dalam hidupnya.
" Jangan terlalu terkejut seperti itu. Ini belum seberapa. Aku bisa mengulik semua masa lalu mu sampai ke akarnya jika aku menginginkannya. Dan apa yang bisa ku lakukan juga bisa di lakukan anak-anak ku. Mereka tinggal mengatakan apa yang mereka inginkan maka semuanya sudah datang dengan sendirinya. Aku membiasakan merek dengan kemewahan, tapi ada tanggung jawab di baik semua itu. Rigel, akan ku yang kau remehkan itu bisa membalas mu berkali-kali lipat lebih dari apa yang kau pernah perbuat padanya. Rigel adalah anak ku yang paling pendendam, dia bisa melakukan hal apa pun termasuk hak nekad sekali pun. Jadi aku sarankan, untuk tidak terlalu membencinya karena bisa saja orang kau kau benci itu malah akan menjadi orang yang paling di cintai anak mu." Jantung Ars semakin di serang dengan kecemasan dengan yang luar biasa ketika pria berwajah tampan yang menyeramkan itu mengatakan hal seperti itu padanya.
Pria yang sudah tidak muda lagi namun, masih memiliki ketampanan yang luar biasa menurutnya.
__ADS_1
Apalagi rambut putihnya, sungguh sangat cocok sekali dengan tampilan mahalnya.
" Rigel, putra ku bisa melakukan apapun. Dia sudah ku ajarkan sejak kecil untuk mendapatkan apa yang dia inginkan dengan kerja kerasnya sendiri. Dan hingga saat ini dia terus memegang teguh dengan semua ajaran ku. Jadi aku harap Anda waspada, jangan sampai kesombongan anda menghancurkan anda hingga ke dasarnya." Sky bangkit dari tempat duduknya saat ini dan dia langsung pergi meninggalkan ruangan itu tanpa permisi sama sekali.
Dia benar-benar muak jika berlama-lama berada di ruangan kerja Ars yang membuatnya sesak nafas. Pria itu tidak sombong menurut Sky, hanya saja harga dirinya terlalu tinggi hingga membuatnya tidak ingin terlihat lemah dan kalah di depan banyak orang.
" Tidak, aku tidak ingin jika Belle mencintainya dan anak sombong itu yang akan menjadi kekasihnya. Aku tidak ingin." Ars mengepalkan kedua tangannya karena dia takut jika Belle benar-benar mencintai Rigel.
Itu sama saja mencoreng wajahnya dengan noda hitam.
Ars tidak ingin itu terjadi pada Belle. Dia benar-benar harus menyiapkan perjodohan untuk Belle agar putrinya tidak teru memikirkan anak muda sombong itu.
__ADS_1
...💙💙💙...