Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Bicara


__ADS_3

Rigel membiarkan saja ponselnya yang terus saja berdering sejak tadi. Bukan hanya satu orang, tapi ada beberapa orang yang menghubunginya dan tidak ada satupun panggilan yang di jawab olehnya.


" Kenapa tidak menyambut panggilan dari ku?" Tanya Acher yang tiba-tiba saja sudah duduk di samping adiknya.


Saat Acher baru saja duduk di dekatnya, Rigel langsung bangkit dan bersiap untuk meninggalkannya.


Namun, Acher langsung sigap untuk menghalanginya saat itu juga.


" Lepas!" Ucap Rigel dengan datar.


Dia tidak ingin bicara apapun dengan Acher yang akan membuatnya emosi.


" Tidak sebelum kau ingin berbicara denganku. " Rigel hanya tersenyum remeh pada kakaknya.


Dia tau bahwa Acher adalah orang yang sangat gigih, tapi membiarkan Acher memohon seperti ini pun membuatnya tidak nyaman.


" Jangan pernah memancing emosiku jika tidak ingin kembali babak belur. Itu hanya wajahmu saja jika aku ingin aku bisa meremukkan semua tulang-tulang mu. "


" Aku kan itu jika memang bisa membuatmu tidak marah hari padaku. Aku siap untuk menjadi bahan amukanmu. "


" Keegoisanmu inilah yang membuatku benci. kau selalu bersikap seolah apa yang kau lakukan adalah kebenaran. Seharusnya kau tahu tidak semua pemikiran benar mu itu memang benar untuk orang lain. Kau, kau tidak tahu bagaimana perasaanku merasa dibohongi oleh saudaraku sendiri. "


" Maaf, " Hanya itu yang bisa keluar dari bibir Acher saat ini.


Dia tidak tahu lagi bagaimana caranya bicara bersama Rigel. Karena jika sudah membuatnya, kecewa maka akan sangat sulit untuk berbicara dengannya.


Dan terbukti saat ini bahwa Acher sangat susah hanya untuk bicara bersama Rigel saja.

__ADS_1


" Aku mohon berikan aku waktu 10 menit saja. "


" Tidakkah kau merasa itu waktu terlalu banyak? apa kau ingin aku harus mendengarkan omong kosong mu itu?"


" Rigel please..." Karena tidak tahan karena asar terus memohon kepadanya akhirnya Rigel mau duduk bersama saudaranya lagi.


" Jelaskan lebih cepat. Aku tidak ingin berlama-lama mendengarkan omong kosong. " Acher, menarik nafas dalam dalam sebelum mengatakan semua itu.


Dari mana dia harus mulai menjelaskannya? dia tidak tahu dari mana dia harus memulainya karena awal dari semua ini adalah malam di mana dia setelah melakukan dinner bersama Aurin.


" Malam itu, saat aku baru pulang dinner bersama Aurin sewaktu kita pergi kunjungan bisnis, aku melihat ponselmu bergetar dan itu ada direct message dari Aurin. Dan saat aku membacanya itu adalah pesan terakhir yang dikirimkan Aurin padamu. Pesan itu berisikan kata-kata bahwa jangan pernah mengganggunya lagi karena dia telah menjaga hati seseorang. Dan aku membaca seluruh pesan-pesan yang kau kirimkan padanya, sumpah demi Tuhan aku tidak tahu bahwa kau menyukainya. Jika aku kau lebih dulu bahwa kau mencintainya aku tidak akan melanjutkan perasaanku terhadapnya. " Ini yang tidak disukai Rigel dari kakaknya. Dia tidak salah jika mengatakan Acher itu egois karena memang itu kenyataannya.


" Kau terlalu naif dengan dirimu sendiri dan itu yang membuatku benci padamu. Kau selalu berpikir apa yang kau lakukan itu baik untuk diriku dan yang lainnya, kau mengorbankan perasaanmu sendiri demi aku. Apa kau pikir itu baik? itu salah Acher itu sangat salah!" Suara Rigel mulai meninggi.


Dia ingin sekali meluapkan kekesalan hatinya saat ini pada kakaknya.


Dia tidak menyangka jika masalah ini juga pernah terjadi di masa lalu juga. Antara Mom Starla, Dad Sky dan juga Uncle Julio.


" Walau berbeda konteksnya, tapi kesalahan bodoh mu ini sama dengan yang pernah Daddy alami. " Acher terdiam.


Dia benar-benar tidak menyangka jika semua ini pernah terjadi dan membuat hubungan di antar Daddy-nya dan juga Uncle Jupiter pernah memburuk.


" Bahkan hubungan Uncle Jupiter dan Daddy pernah memburuk hingga Daddy mengusir uncle Jupiter, dan saat ini kau mengingatkan Daddy dengan apa yang pernah diperbuatnya terhadap uncle Jupiter. "


" Aku tidak tau dengan soal ini. "


" Kau memang tidak tahu tentang soal ini karena kau terlalu mementingkan perasaanku saat itu. Kau berpikir jika aku akan bahagia karena rasa mengalah-mu ini terhadapku, Tidak! Kau salah besar jika merasa aku bahagia dengan semua ini. Kau salah jika beranggapan bahwa aku akan berterima kasih kepadamu karena kau telah mengalah untukku. Malah sebaliknya, aku merasa diriku ini adalah saudara yang sangat buruk karena memikirkan perasaanku saudaraku sendiri merelakan kebahagiaanya. Seharusnya kau bisa bersikap egois untuk dirimu sendiri. Kebahagiaan itu kita yang cari bukan orang yang cari. Jadi untuk itu, pergilah, aku akan datang di saat hari pernikahan mu nanti. "

__ADS_1


" Giel..." Panggil Acher lagi, berharap bahwa adiknya memaafkan dirinya.


" Berhenti memanggilku seperti itu. Dan pergilah, aku akan menemui mu saat hari pernikahan mu nanti. "


" Aku tidak akan menikah dengannya. Aku lebih baik kehilangan cinta dari pada saudara ku sendiri. " Ucap Acher dengan yakin.


Namun apa yang di ucapkannya hanya menjadi bahan tertawa saja oleh Rigel.


" Kau terlalu naif, dan itu yang membuat mu merasa muak dengan mu. " Rigel langsung meninggalkan saudaranya.


Dia sudah tidak ingin membicarakan hal apapun lagi dengan Acher karena menurutnya semua sudah selesai.


Tidak ad ayang perlu merek bicarakan lagi. Baik antara dirinya dan juga Acher maupun Aurin, semua sudah selesai.


Semua selesai cukup sampai disini saja. Setelah ini, mereka akan kembali fokus dengan hidupnya masing-masing dan Rigel akan mulai menyibukkan dirinya dengan semua pekerjaan.


Setelah ini, dia akan memfokuskan dirinya dengan pekerjaan dan tidak akan banyak membuang waktu lagi karena menurutnya selama ini sudah terlalu banyak waktu yang di buang olehnya dengan percuma.


" Aku hanya ingin bahwa kau tidak terus memikirkan perasaan orang lain. Aku hanya ingin kau memfokuskan dirimu untuk kebahagiaan mu lebih dulu baru memikirkan kebahagiaan ku. Aku ingin melihat mu bahagia tanpa harus memikirkan perasaan ku saja. " Ucap Rigel dalam hatinya.


Dia meninggalkan saudaranya yang masih duduk di taman markas besar klan Alexander.


Sementara Acher sendiri, dia merasa tertampar dengan apa yang di katakan adiknya tadi .


Dia merasa, bahwa Rigel sangat kecewa dengan dirinya.


...💙💙💙...

__ADS_1


__ADS_2