
" Bee, kamu selalu saja membawa ku tanpa alasan seperti ini." Ucap Belle yang merasa heran dengan kekasihnya ini.
Rigel suka sekali membawanya seperti ini tanpa kejelasan.
Ya, pria itu sudah meminta izin pada kedua orang tuanya tapi tetap saja bila merasa takut setiap kali Rigel mengajaknya pergi seperti ini.
" Apa yang kau takutkan? aku tidak akan menculik mu dan aku tidak akan mencelakai mu lalu masalahnya di mana?" Tanya Rigel pada kekasihnya itu.
" Tapi kan aku juga ingin tahu kemana kamu akan membawaku. Bagaimana jika aku salah outfit dan mempermalukan kamu? aku tidak ingin kamu dipermalukan di depan banyak orang Bee." Rigel hanya bisa menghela nafasnya frustasi.
Kekasihnya ini benar-benar sangat menyebalkan sekali. Rigel sudah sering mengatakannya bahwa dia tidak peduli dengan apa yang orang lain pikirkan tentang Belle. Apapun yang mereka katakan tidak berpengaruh apapun baginya. Intinya jangan pernah menyakiti hati gadis menyebalkannya jika tidak ingin Rigel menghancurkannya sampai ke akarnya.
" Diam dan jangan banyak bicara!" Jika sudah begini, Belle hanya bisa diam.
Dia tidak berani menjawab dan mendapat kekasihnya lagi karena jika sudah mode seperti itu Rigel akan sangat sulit untuk dikritik.
Terpaksa Belle diam dan tidak menjawab apapun lagi.
Jika tadinya Belle merasa khawatir, maka saat ini dia merasa terkejut dengan apa yang dilihatnya.
Rigel membawanya pergi ke atap gedung dan saat sampai di sana dia melihat sebuah helikopter sudah terparkir di tempatnya.
__ADS_1
" Bee, apa ini?"
" Roket!"
" Is...aku bertanya serius Bee, ini semua apa?" Tanya Belle yang masih menatap tidak percaya dengan apa yang dilihat di depan matanya saat ini.
" Kau ini, sudah jelas di depan matamu itu namanya helikopter lalu kenapa bisa kau bertanya lagi. Kau tidak sebodoh itu untuk tidak bisa membedakan yang mana helikopter yang mana roket."
" Kan bukan aku yang mengatakan bahwa itu roket. Kamu sendiri yang mengatakannya." Jawabnya lagi.
Tidak tahan dengan Belle yang terus saja menjawabnya membuat Rigel langsung maju menghampiri gadis menembakkannya itu. Sadar akan Rigel yang maju membuat Belle langsung menutup mulutnya begitu saja karena dia tau pasti kekasihnya itu akan melakukan sesuatu nantinya.
" Sekarang ayo masuk!" Perintah Rigel pada kekasihnya.
Belle sendiri masih merasa bingung saat ini. Dia kaget saat Rigel ke helikopter tersebut dan duduk di mana biasa pilot duduk.
Melihat Belle yang masih berdiri di tempatnya seperti itu membuat Rigel kembali kesal.
" Kau ingin ikut tidak? Jika tidak aku akan pergi sendirian dan meninggalkan mu di gedung ini. Aku dengar di gedung ini ada yang pernah bunuh diri di tempat ini. Jadi bisa saja---"
__ADS_1
" Oke aku ikut!" Potong Belle.
Dia langsung naik ke helikopter tersebut bersama Rigel walau seluruh tubuhnya merasa bergetar saat ini.
Melihat Belle yang sudah duduk di tempatnya membuat Rigel langsung mendekatkan tubuhnya pada Belle untuk memasangkan sabuk pengamannya.
" Jangan takut oke, aku akan menerbangkannya dengan baik. Percaya pada ku bahwa aku tidak akan membuat mu terluka." Belle menatap wajah tampan Rigel dan menganggukkan kepalanya.
Cup...
Rigel mengecup bibir Belle dengan lembut yang membuat Belle langsung tersipu malu.
" Aku mencintaimu Belle..." Ucap Rigel dengan penuh perasaan.
Mendapatkan pernyataan perasaan dari Rigel seperti itu membuat Belle merasa sangat terharu dan merasa sangat dicintai.
Dia benar-benar merasa dicintai oleh pria itu.
" Aku juga mencintai kamu Bee..." Jawab Belle dengan detak jantung yang berdebar kencang karena pernyataan cinta dari pria itu.
...💙💙💙...
__ADS_1