Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Sayang


__ADS_3

Rigel sudah kembali ke Paris dan Belle juga sudah memulai harinya kembali di kota mode dunia itu.


Dia benar-benar fokus untuk menyelesaikan pendidikannya dan akan segera memulai kariernya di dunia fashion setelah ini.


Belle akan mewujudkan cita-citanya untuk menjadi desainer terkenal dengan usahanya sendiri.


" What? Rigel?" Kaget Belle saat melihat ponselnya bergetar dan itu panggilan masuk dari Rigel.


" Hallo--sayang..."


" Cepat keluar dari kelas mu. Aku sudah berada di lapangan parkir saat ini. Jika dalam waktu 5 menit kau tidak datang, maka aku akan kembali ke perusahaan dan meninggalkan mu."


Tut!


Rigel langsung mematikan sambungan teleponnya begitu saja setelah menghubungi Belle.


Dia menunggu gadis menyebalkan itu di halaman parkir dan saat melihat Belle keluar dia langsung keluar dari dalam mobilnya.



" Mi Amor..." Belle berarti ke arahnya hingga membuat Rigel yang berada di depan mobilnya hanya bisa menghela nafasnya berat.


Gadis ini memang menyebalkan sekali memang.


" Ahhh ..aku merindukan mu."


Brugh...

__ADS_1


Belle memeluk tubuh Rigel, untuk mencurahkan rasa rindunya pada pria itu.


Mereka memang hidup di satu kota yang sama, tapi susah bertemu di karenakan kesibukan di antara keduanya yang jarang sekali membuat merek bertemu.


Mendapatkan pelukan seperti itu dari Belle membuatnya mau tidak mau membalas pelukan gadis itu.


Dia bahkan memberikan kecupan di bahu gadis yang tengah di peluknya saat ini. Rigel memejamkan matanya saat menghirup aroma tubuh gadis yang tengah di peluknya saat ini.


Ketenangan dan kenyamanan di dapatkannya dari Belle, walau menurutnya Belle itu menyebalkan, tapi tetap membuatnya nyaman.


" Kenapa kau lama sekali?"


" Isss...tidak kasihan pada ku apa? Aku berlari dari lantai dua untuk mengejar mu kesini dan kamu malah memarahi ku seperti ini. Dasar tidak peka."


" Telinga ku masih berfungsi dengan baik. Jadi jika kamu mengatakan aku tidak peka maka kau salah." Mendengar jawaban dari Rigel membuat Belle kesal.


Melihat Belle yang merajuk padanya membuat Rigel langsung melihat ponselnya dan mencari di pencarian mesin sejuta umat bagaimana cara meluluhkan hati seorang wanita.


" Coklat, bunga, shopping, dinner dan kata-kata cinta. Aku tidak bisa memberikan kata-kata cinta padanya. Bagaimana bisa aku mengatakan hal itu padanya."


" Aahhhkkk...aku aka menelan mu Belle." Rigel pun menyusul gadis yang sudah lebih dulu masuk ke dalam mobilnya.


Brak!


Rigel sengaja membanting pintu mobilnya dengan kasar agar Belle melihat ke arahnya. Namun, apa yang di lakukan Rigel sama sekali tidak membuat Belle melihat ke arahnya.


" Kenapa kau marah pada ku?" Tanya Rigel dengan wajah datarnya.

__ADS_1


Dia masih fokus pada kemudinya saat ini, tapi dia juga penasaran dengan semua ini.


" Aku tidak marah."


" Lalu apa ini jika tidak marah apa namanya?" Terdengar helaan nafas dari Belle yang menandakan bahwa saat ini dia berusaha untuk menenangkan dirinya.


" Aku tidak marah. Aku hanya kesal dengan kamu. Aku memanggil mu dengan panggilan sayang tapi kamu tetap saja memanggil ku dengan panggilan Kau. Bukan kah itu tidak adil namanya?" Rigel mengerti jika saat ini Belle dengan merajuk padanya.


lali panggilan apa yang akan di berikannya pada Belle?


" Chéri..."


Deg!


Belle langsung menatap pada Rigel yang memanggilnya dengan panggilan sayang bahasa Prancis yang artinya itu adalah sayang.


" Katakan sekali lagi?"...


" Tidak! Aku tidak akan mengatakannya lagi." Jawab Rigel singkat dan itu membuat Belle kembali kesal padanya.


Namun, itu hanya sebentar saja karena Belle kembali senang ketika Rigel kembali memanggilnya dengan panggilan yang sangat manis menurutnya.


" Chéri.."


" Je t'aime Rigel." Ucap Belle yang membalas panggilan sayang dari Rigel untuknya.


...💙💙💙...

__ADS_1


__ADS_2