Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Miris


__ADS_3

Mendengar kabar tentang putrinya, Ars langsung terbang dari Spanyol ke kota Paris saat itu juga.


Dia juga langsung menuju tempat dimana Felix mengirimkan alamat untuk di tujunya.


" Dimana putri ku?" Tanya Ars ketika dia sampai di rumah Rigel saat jam 4 pagi.


Felix yang melihat kedatangan Ars pun langsung kaget dan terbangun dari tidurnya.


" Nona Belle berada di dalam kamar tuan Rigel tuan--"


" Bajingan!" Umpat Ars yang sudah berpikir yang tidak-tidak dengan Rigel.


Brak!

__ADS_1


Rigel yang tertidur duduk di sofa pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu kamarnya yang terbuka.


Dia tau bahwa itu pasti Ars. Tidak mungkin itu Felix, karena Felix tidak seberani itu untuk melakukan hal itu padanya.


" Apa yang kau lakukan pada putri ku hah?" Tanya Ars dengan emosi ketika dia melihat Belle yang berada di atas tempat tidur anak muda yang paling di bencinya.


" Sebelum menyimpulkan sesuatu, pikirkan dulu apa akibatnya. Aku bisa saja mengusir anda dari sini, tapi aku tidak melakukannya. Jika aku melakukan hal buruk pada putri mu, tidak mungkin aku menghubungi mu untuk datang menjemputnya." Rigel tidak bereaksi apapun di sini.


" Lalu apa yang terjadi pada putri ku?" Tanya Ars yang mencoba untuk tenang dns menurunkan egonya.


" Seharusnya tanyakan itu pada diri anda sendiri. Bagaimana bisa seorang ayah membiarkan anak perempuannya hidup di negara orang tanpa penjagaan seperti ini. Putri mu hampir saja di lecehkan oleh para penjahat di luar sana itu semua karena ulah anda. Jika saja anda bisa lebih teliti lagi, mungkin ini tidak akan terjadi. Dan satu lagi, Aku bahkan ingin mematahkan tangan seorang pria yang tega menyakiti seorang wanita, apalagi itu anaknya sendiri. Tapi itu bukan urusan ku juga." Kedua tangan Ars terkepal erat.


Dia merasa bahwa saat ini Rigel tengah menghinanya. Pria muda itu tengah merendahkan harga dirinya.

__ADS_1


" Apa kau memata-matai ku?" Rigel tersenyum iblis untuk itu.


" Aku tidak seluang itu untuk memikirkan orang lain. Waktu ku tidak akan terbuang dengan percuma. Sejak kecil kami sudah di ajarkan untuk tidak berbuat kasar pada seorang wanita. Kami di ajarkan dan di besarkan dengan keluarga yang penuh cinta, jadi kami tidak mungkin mengkhianati janji kami pada ibu kami dengan menyakiti seorang wanita, itu artinya kami juga menyakiti hati ibu kami. Jadi, sebelum anda menilai seseorang, jangan hanya menilainya dari luar saja. Lihat isinya lebih dulu, baru anda bisa menilainya agar tidak ada kesalahan dalam penilaian anda!" Rigel berdiri dari tempatnya, dan kini dia sedang berdiri tepat di hadapan Ars.


Dengan berani menatap Ars, Rigel seperti tengah menantangnya saat ini.


" Jika aku mau, aku bisa saja mematahkan tangan anda itu. Tapi aku tidak akan melakukannya karena aku tidak memiliki hak sama sekali. Jadi, Cepat bawa putri mu dari sini dan pastikan bahwa dia akan baik-baik saja setelah ini." Rigel pergi meninggalkan Ars begitu saja.


Dia membiarkan pria itu melihat keadaan putrinya yang kini sedang tertidur lelap dalam mimpinya.


Setidaknya, Rigel sudah berhasil menenangkan wanita itu saat dia mengigau tadi dengan menggenggam tangannya dan mengatakan bahwa dia sudah baik-baik saja saat ini.


...💙💙💙...

__ADS_1


__ADS_2