Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Kencan


__ADS_3

Rigel masih menimbang apakah dia harus melakukan ini atau tidak. Dia masih tidak percaya dengan apa yang telah di jalaninya saat ini.


Benarkah dia dan Belle sudah menjadi sepasang kekasih?


Tapi kenapa dia merasa bahwa Belle yang lebih dominan di sini? sikapnya sama sekali tidak menunjukan bahwa dia adalah wanita yang harus di cintainya.


Belle juga tidak banyak menuntut ini dan itu seperti pada wanita kebanyakan di luar sana dan itu yang membuat Rigel bangga dengan gadis menyebalkan itu.


" Aku harus menghubunginya atau tidak ya? Aku free hari ini dan aku ingin mengajaknya berkencan." Ucapnya yang masih setia melihat ponselnya dan tiba-tiba saja Belle yang menghubunginya lebih dulu.


" Eghem..." Rigel berusaha mengatur dirinya karena setiap kali Belle menghubunginya maka dia akan seperti terkena serangan jantung dadakan yang hanya terjadi ketika dia berhubungan dengan Belle saja.


" Ada apa? Aku sibuk." Ucap Rigel dengan datar.


" Surprise...." Teriak Belle yang membuat Rigel langsung mencampakkan ponselnya begitu saja ke atas meja kerjanya ketika melihat Belle yang ternyata sudah berada di perusahannya saat ini.


" Kau menyebalkan..."


" I Miss you too..."

__ADS_1


" Aku bilang kau menyebalkan. Bukan aku merindukan mu."


" Iya, aku tau kalau kamu merindukan ku, maka untuk itu aku datang kesini untuk mengobati rasa rindu mu." Ucap Belle dengan senyuman yang merekah di wajahnya.



Bukannya fokus pada senyuman Belle, Rigel malah lebih fokus dengan apa yang di gunakan Belle saat ini dan membuatnya kesal.


Dia bangkit dari meja kerjanya sambil membawa jasnya dan langsung memakaikan jas itu pada Belle agar kulit wanita itu tidak terekspos seperti itu.


" Kenapa? Ini fashion ku hari ini."


" Aku tidak perduli dengan fashion mu hari ini, besok atau lusa. Tapi yang pasti aku tidak suka dengan wanita yang terlalu memamerkan tubuhnya pada banyak orang. Kau itu milikku, dan hanya boleh aku yang melihatnya. Aku tidak akan membiarkan orang lain--- kenapa kau melihat ku pergi itu?" Tanya Rigel pada Belle yang semakin maju ke arahnya.


" Kamu berdebar setiap kali aku melakukan hal ini bukan?"


" Tidak! Aku tidak berdebar di saat bersama mu."


" Aku tidak mengatakan saat bersama ku. kenapa kamu mengatakannya seperti itu?"

__ADS_1


" Aku--- emh, itu- aku ahhh...sudah ayo ikut aku." Rigel membawa Belle keluar dari ruangan kerjanya.


Di ingin mengajak wanita itu berbelanja saja dari pada berada di ruangan seperti itu membuat nafas Rigel semakin terbatas dan rasanya sesak sekali.


" Sayang, kita mau kemana?" Tanya Belle saat tangannya di tarik begitu saja oleh Rigel hingga membuatnya ikut bersama pria itu.


" Berbelanja. Jas kerja ku sudah jelek dan pakaian mu juga jelek. Aku tidak ingin di katakan pria yang pelit yang tidak membelikan pakaian untuk kekasihnya."


" Kekasih ya?"


Deg!


Rigel baru menyadari apa yang dikatakannya saat ini. Entah mengapa jika berhubungan dengan Belle semua tentang dirinya menjadi Butar dan dia tidak fokus sama sekali.


Bahkan karena hal seperti ini saja dia bisa sampai lupa hingga membuatnya keceplosan.


" Lalu kau mau apa? Kau tidak ingin jadi kekasih ku?" Tanya Rigel dengan wajah datarnya.


Sadar akan Rigel yang mulai tidak kondusif membuat Belle langsung menggenggam tangan pria itu dan mereka mulai berjalan lagi.

__ADS_1


" Kita ini kekasih bukan? Jika kekasih lakukan hal seperti ini saat kita berkencan."


...💙💙💙...


__ADS_2