
Rigel masih berdiri di tempatnya menantang Ars yang masih terlihat sombong dan angkuh di tempatnya saat ini.
Sementara Andreas, dia tidak mengetahui sama sekali siapa pria muda yang berada di depannya ini karena dia baru saja pulang dari Amerika dan suha harus di jodohkan dengan wanita cantik seperti Belle.
" Rigel..." Mendengar suara gadis menyebalkan itu membuat Rigel mengalihkan pandangannya sejenak pada gadis yang memakai gaun indah itu.
Bagian depan dadanya terekspos dengan sempurna yang membuat Rigel ingin sekali membawa Belle dan menyembunyikan gadis itu agar tidak ada siapa pun yang bisa melihat tubuh sang gadis pujaan hati.
" Bawa Belle kembali masuk ke kamarnya."
" Tidak, Belle tidak akan masuk ke dalam kamar." Belle menolak dengan apa yang Ars perintahkan padanya.
Rigel sendiri yang hendak bertarung pun tidak menginginkan Belle melihat jika nantinya dia akan bertarung dengan daddy-nya mungkin.
" Masuk ke kamar mu Belle. Jika dalam waktu setengah jam aku tidak mengetuk pintu mu, jangan keluar dari sana."
" Tapi Rigel--"
" Masuk ke kamar mu Belle. Kau itu menyebalkan sekali ya." Melihat Rigel yang mulai kesal padanya membuat Belle mau tidak mau masuk ke dalam kamarnya dan meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
Sementara Ars dan Andreas, mereka berdua merasa di permalukan disini dengan Belle yang menurut pada Rigel seperti itu.
" Ingin membubarkan acara ini atau aku yang membubarkannya?" Tanya Rigel dengan wajah sombongnya.
Dia tidak gentar sedikit pun untuk berhadapan dengan mereka semua walau di hanya sendirian berdiri disini.
" Kau seharusnya sadar di mana posisi mu berada saat ini. Kau bisa saja babak belur disini." Rigel menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman yang sangat mengerikan jika Felix berada di sini dia akan mati berdiri melihat wajah Rigel yang sudah sangat menyeramkan.
" Ku berikan kau 3 kali kesempatan untuk memukul ku. Jika dalam 3 kali pukulan kau tidak bisa menjatuhkan ku, maka aku akan membalas mu. Perjanjiannya 3 banding 1. Lakukan itu dengan benar jika kau ingin merebut Belle." Andreas yang merasa di tantang seperti itu membuat jiwanya langsung meronta-ronta untuk mengalahkan pria berwajah Asia itu.
" Kau akan jatuh hanya membutuhkan satu pukulan saja untuk membuat mu jatuh."
Bugh...
Rigel tidak bergerak sedikit pun saat mendapatkan satu pukulan yang cukup keras bagi Rigel tapi menurut Andreas itu sudah sangat kuat.
Sementara Ars yang kaget ketika melihat Andreas yang tiba-tiba saja memukul Rigel seperti itu dan yang di pukul tidak bergerak sama sekali.
__ADS_1
" Kau hanya tinggal memiliki dua kali kesempatan saja."
" Aku tidak akan kalah dari mu." Andreas kembali ingin memukul Rigel tapi dengan cepat Ars menahannya.
Dia tau bahwa Rigel tidak akan dengan mudah jatuh karena pukulan Andreas.
" Kau seharusnya mendengarkan tuan Arsya yang terhormat Andreas. Aku tidak akan jatuh hanya dengan sekali pukulan seperti itu. Apa kau ingin kau bagaimana sebuah pukulan yang benar?" Wajah Rigel sudah tersulut emosi.
" Aku tidak akan kalah dengan pria berkulit putih seperti mu. Lagi pula siapa kau berani--"
Bugh...
" Aahhhkkk..."
" Hentikan itu Rigel!" Bentak Ars yang mulai khawatir dengan keadaan Andreas yang mendapat pukulan dari Rigel hingga membuat pria yang akan di jodohkannya dengan Belle terjatuh di lantai dengan keadaan rahangnya yang seperti patah dan ada darah segar yang keluar dari mulutnya.
" Aku membiarkan mu memukul ku, bukan menghina ku. Aku bisa mematahkan tulang leher mu hanya dengan sekali pukulan saja jika aku menginginkannya. Jadi jangan membuat ku marah karena meremehkan gen Asia yang ku miliki."
Uhuk...
__ADS_1
Andreas terbatuk saat dadanya di pijak oleh Rigel dan pria itu langsung meninggalkan ya begitu saja setelah membuat pria itu jatuh tersungkur di lantai rumah mewah milik keluarga Belle.
...💙💙💙...