Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Pertunangan


__ADS_3

Sesuai dengan apa yang di perkirakan Sky, bahwa Rigel akan datang setelah mendarat di London.


Dan kini, Satria tengah menunggu anak dari teman baiknya itu. Dia sudah bersiap untuk bertemu dan menyambut kedatangan Rigel.


Satria langsung terpaku dan menatap kagum saat melihat bagaimana perawakan anak itu.


Tinggi, tampan dan juga memiliki aura pemimpin yang luar biasa. Jika bisa di bilang, pesona Rigel ini memang luar biasa.


" Maaf membuat paman terlalu lama menunggu. " Satria hanya tersenyum saja saat melihat Rigel yang bersikap sangat formal padanya.


" Apa kita akan bersikap formal seperti ini? Apa karena kamu masih menggunakan jas?" Rigel menatap Satria dan melihat penampilan dirinya sendiri saat ini dna ternyata dia memang masih menggunakan jasnya.


bahkan dia tidak sempat mandi dan bersiap karena dia akan pergi ke pesta pertunangan Acher setelah ini nanti.



" Maaf paman, aku tidak sempat membersihkan diri karena aku terburu-buru. "


" Jadi, apa yang akan kita bahas kali ini?" Rigel langsung memberikan berkas yang di bawanya untuk melakukan kerja sama dengan teman Daddy-nya ini.


Dan betapa kagetnya dia saat melihat Satria langsung menggoreskan tinta penanya di atas berkas kerja sama tersebut tanpa di bacanya sedikit pun.


" Kenapa langsung menyetujuinya paman? seharusnya paman membaca dulu prospek ke depannya akan seperti apa. bagaimana jika paman rugi?" Satria tersenyum dan menutup berkas tersebut.


Dia menyandarkan tubuhnya di kursi yang tengah di dudukinya saat ini dan menatap Rigel yang terlihat masih kaget dengan apa yang di dapatnya saat ini.


" Kau anaknya Sky bukan?" Rigel menganggukkan kepalanya karena memang dia adalah anak pria yang paling di takuti di kota ini.


Tidak ada yang berani melawan Sky, karena memang segala yang di miliki pria pemilik langit Klan Alexander itu.

__ADS_1


" Aku memang anak seorang Sky Alexander, tapi bukan berarti paman bisa langsung menyetujui berkas ini. " Rigel tidak mengerti kenapa Satria ini terus saja tersenyum seperti itu saat melihat reaksi yang di tunjukannya.


" Dan aku yakin anak dari pria yang kau sebutkan namanya tadi tidak akan menyerah semudah itu. Lagi pula aku yakin, jika darah yang mengalir dalam tubuh mu memang darah Sky. Kemampuan seorang Galaxy Sky Alexander sudah terbukti jelas. Untuk itu paman yakin bahwa kamu bisa membuat perubahan yang begitu besar. Apapun yang ingin kamu lakukan jangan lupakan Tuhan. Niat baik tidak akan mengkhianati hasil. Percayalah bahwa apa yang kita niatkan itu akan terwujud dengan kerja keras dan bersungguh-sungguh. "


" Tapi biaya yang ku butuhkan tidak sedikit paman. "


" Aku tau, dan aku apa kau tau bahwa Sky sudah datang pad aku lebih dulu dan dia mengatakan untuk tidak membantu mu tanpa melihat pasar yang akan kau jalani nanti. Tapi aku percaya padamu." Satria bersiap untuk pergi meninggalkan Rigel, tapi anak muda itu langsung mencegahnya.


" Percaya lah dengan diri mu sendiri. Jika kau percaya bahwa kau bisa melakukan itu, maka kau akan berhasil mencapai tujuanmu. Untuk berkas selanjutnya akan di kirimkan via email. Yakinlah, bahwa kau itu bisa. " Satria memberi terpulang di bahu Rigel sebagai penyemangat untuk anak muda itu.


Dia pergi meninggalkan Rigel yang kembali terduduk di kursinya bersama Felix yang juga menemaninya.


Felix juga tidak menyangka jika mengajukan kerja sama dengan orang hebat itu tidak serumit uang dia bayangkan karena tidak sedikit nominal yang mereka butuhkan.


Tapi, pria itu langsung dengan mudah menggoreskan tinta penanya di atas kertas yang bahkan tidak di bacanya sama sekali.


" Ayo pergi bersiap karena kita akan menghadiri pesta pertunangan kakak ku. Besok pagi kita akan pergi kembali ke Paris. Aku akan membuktikan pada pria sombong itu bahwa aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan. Termasuk menginginkan putrinya mungkin. " Rigel berlalu meninggalkan Felix dan berjalan lebih dulu.


Tiba-tiba saja dia memikirkan bagaimana bisa dia mengatakan menginginkan putri dari pria sombong itu.


Apa dia tau jika pria itu punya putri?


" Hah! Mungkin aku memang harus fokus saat ini. Aku tidak ingin terlibat dengan cinta mengerikan yang hanya akan membuat sakit hati ku saja. " Rigel pergi ke rumah utama bersama Felix dan dia juga memberikan pakaian yang akan di kenakan Felix bersamanya nanti.


Saat dia datang ke rumah utama sudah tidak ada seorang pun keluarnya dan hanya pelayan saja yang ada di rumah itu.


" Jangan terlalu kuno. Ini hanya rumah biasa saja. " Ucap Rigel menyindir Felix karena dia melihat asistennya yang terlihat kagum dengan bangunan mewah milik keluarganya ini.


" Bukan kuno Tuan, tapi ini memang luar biasa. Saya tidak menyangka jika keluarga anda memang sangat luar biasa. Bahkan anda memiliki lift di dalam rumah, dan lihat kendaraan mewah yang berjajar di depan rumah anda. " Felix mengucapkan kekaguman dirinya saat melihat bangunan mewah itu.

__ADS_1


" Ini bukan rumah ku, lagi pula ini rumah utama yang memang di wariskan untuk Daddy ku. Tapi Daddy ku menolak rumah ini karena kami memiliki rumah sendiri. Dan aku pun akan melakukan itu. Aku tidak akan tinggal di rumah ini. Aku akan membangun rumah impian ku sendiri. "


" Apa bersama keluarga anda nanti?" Tatapan Rigel menatap Felix dan yang di tatap seperti itu langsung menciut.


Tatapan Rigel sangat mengerikan. Bahkan rasanya tiba-tiba saja Felix seperti tinggal di kutub Selatan yang jauh lebih dingin dari kutub Utara.


" Jangan banyak bicara. Ayo pergi sekarang." Akhirnya mereka pergi ke tempat acara pertunangan Acher dan Aurin di sebuah gedung yang memang hanya di peruntukan acara keluarganya saja.


Sepanjang perjalanan menuju tempat acara, Rigel terus meyakinkan dirinya bahwa dia baik-baik saja dan dia sudah menerima semua ini.


Dia sudah berdamai dengan semua ini dan bisa menerima bahwa Acher dan Aurin memang saling mencintai. Mereka pantas dan berhak bahagia.


Untuk itu dia harus meyakinkan dirinya bahwa bisa hidup lebih baik dan lebih bahagia lagi dari ini.


Tepat saat dia sampai di tempat acara itu, Acher langsung merasa bahwa saudaranya itu akan datang dan ternyata benar.


Dari tempatnya Acher bisa melihat bahwa Rigel ada di sana dan menghadiri acara pertunangannya dengan Aurin.


" Rigel..." Aurin pun melihat ke arah tatapan Acher setelah menyebut nama saudaranya.


Mereka pun langsung di minta untuk menunjukan jari mereka yang sudah di hiasi cincin pertunangan mereka dan Rigel ikut bertepuk tangan saat melihat Acher dan Aurin yang terlihat bahagia dengan kedatangannya saat ini.


" Melihat saudara mu bahagia itu adalah obat terbaik dalam hati mu. Kau harus tau itu. "


" Paman..." Matheo tersenyum dan berdiri tepat di samping Rigel saat ini.


Rigel sendiri paham dengan apa yang di katakan Matheo karena memang benar. Bahwa melihat saudara mu bahagia itu jauh lebih baik dan lebih menenangkan bagi batinnya.


...💙💙💙...

__ADS_1


__ADS_2