Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Bayi


__ADS_3

Baru saja Rigel terpejam, dia sudah terbangun saat merasa bahwa tubuhnya susah bergerak dan ternyata Belle memeluknya dengan erat.


Ternyata setelah dia menghubungi calon ibu mertuanya itu dia kembali ke atas tempat tidur untuk menemani gadis menyebalkan itu tidur dan dia pun ikut tertidur tanpa disadarinya.


" Astaga, tubuhku sakit sekali." Ucap Rigel yang di tubuhnya saat kaki Belle menimpa bagian perutnya.


Dia berusaha untuk melepaskan diri dari gadis meninggalkan itu, namun saat dia hendak melepaskan diri dari Belle gadis itu kembali berulah hingga membuatnya bukan lagi susah bergerak tapi juga susah bernafas karena kaki Belle menimpa tepat di atas benda keramatnya.


" Oh God! Apa yang harus aku lakukan saat ini?" Tanya Rigel saat Belle memeluknya seperti itu.


Tidak hanya itu saja, tapi gadis itu terus saja menggerakkan kakinya untuk mencari kenyamanannya dan membuat Rigel panas dingin.


" Belle, hentikan itu!" Ucap Rigel yang merasa bahwa dirinya mulai tidak terkendali saat ini.


Bagaimana tidak, jika kaki Belle terus saja bergerak seperti itu dan membuat sesuatu yang berada di balik celananya mulai beraksi.


" Aaahhh...ada apa Bee?" Tanya Belle tanpa rasa bersalah sedikit pun.


Dia memang tidak merasa bersalah sama sekali dengan apa yang telah dilakukannya pada Rigel karena memang dia tidak sadar.


Namun, ketidaksadarannya membuat Rigel panas dikit dan gelisah karena ulah gadis menyebalkan itu.


" Minggir!"


" Kenapa?" Tanya Belle yang masih merasa tidak sadar dengan apa yang terjadi.


Namun, saat dia terus saja bergerak, Belle merasakan ada sesuatu yang bergerak di balik celana pria itu.


" Bee...A-apa ini?" Tanya Belle lagi.


Dia semakin menggerakkan kakinya untuk merasakan semua itu dan ternyata apa yang dirasakannya semakin mengeras dan kaku.


" Bee--"


" Aku bilang menyingkir!" Rigel langsung mendorong kaki Belle begitu saja tanpa kelembutan sedikit pun.


Katakan lah dia berbuat kasar saat ini dan Rigel tidak mengelak untuk itu.

__ADS_1


Di memang berbuat kasar pada Belle hingga membuat gadis itu langsung kaget.


" Kau itu--eeegghh...Sudah lah!" Rigel yang terlalu kesal dan malu sekaligus langsung meninggalkan Belle begitu saja.


Dia tidak lagi ingin berada di dekat gadis menyebalkan itu yang semakin menyiksa dirinya.


Brak!


Rigel membanting pintu kamar Belle karena dia sudah terlalu kesal saat ini.


Apalagi saat dia melihat ke bawah tepat di bagian senjata keramat miliknya yang masih tegang dengan sempurna itu.


" Oh ****!" Umpatnya yang mencoba menenangkan dirinya namun tidak bisa.


Di kembali ke dalam kamarnya dan mencoba untuk tidur berharap benda itu kembali tidur dan tidak berulah lagi.


Namun keinginannya hanya sebatas angin belaka karena kenyataannya dia tidak bisa tidur sama sekali karena pikirannya terus saja tertuju pada Belle.


Dia takut melakukan sesuatu terhadap Belle nantinya.


Rigel kembali bangun dan mengetikan sesuatu di ponselnya dan mengirimkan pesan tersebut pada Belle.


Belle kaget saat membaca pesan yang di kirimkan Rigel padanya.


" Tapi kenapa Bee?" Tanya Belle dengan membalas pesannya.


Tak lama pesan dari Rigel kembali masuk ke ponselnya.


Sudah aku katakan kunci saja! Jangan lagi bertanya pada ku karena aku sedang kesal dengan mu!


Belle sendiri tidak lagi membalas pesan Rigel karena dia takut pria itu akan marah padanya.


Di kembali berpikir apakah itu tadi benar bena keramat milik Rigel?


" Apa benar itu tadi? Ukurannya cukup besar dan aku rasa itu panjang. Lalu, bagaimana jika nanti kami menjadi suami istri? Apa Rigel akan melakukan itu pada ku? Bagaimana jika--?" Belle membentuk jarinya menjadi sebuah lubang yang sangat kecil hingga dia mencoba memasukan 3 jari lentiknya ke dalam lubang tersebut dan ternyata susah.


Setelah dia memikirkan hal itu lebih jauh lagi, tiba-tiba saja dia menjerit histeris.

__ADS_1


" Aaahhhkkk...Mommy..." Teriaknya setelah membayangkan hal itu kan terjadi padanya.


Dia kembali merebahkan tubuhnya dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut hingga tidak ada lagi yang terlihat.


Belle sangat ketakutan dengan pemikirannya sendiri. Dia takut dengan bayangan yang dia bayangkan sendiri.


Di saat Belle tengah ketakutan saat membayangkan bentuk milik Rigel yang panjang dan besar itu ketika memasuki inti tubuhnya nanti, lain pula dengan apa yang Rigel rasakan saat ini.


Dia terpaksa mengguyur tubuhnya dengan air dingin tapi dia tidak berani melakukannya karena air di kota Wina ini sangat luar biasa sekali dinginnya.


Sampai Rigel memilih jalan ninja dengan bermain solo karir di malam buta.


" Oh God! Aku tidak percaya bahwa aku melakukan hal ini di malam hari." Ucapnya dengan terus berusaha membuat bayi miliknya tenang.


Dia berharap bahwa bayinya bisa tenang agar dia juga bisa tidur dengan tenang setelah ini.


Entah mengapa tiba-tiba saja pikiran jorok kembali melintas di dalam pikirannya saat dia mengingat bagian tubuh telanjang Belle dari belakang waktu itu.


Dan membayangkan tubuh Belle yang seperti itu membuat Rigel semakin bersemangat untuk melakukan solo karirnya di dalam kamar mandi.


Dia mendesah sambil membayangkan tubuh Belle yang pernah di lihatnya waktu itu.


" Oh Belle...Ahhh...Ouhhh...yes ChΓ©ri...ahhh..." Desahnya dengan mata uang terpejam dan pikiran yang terus saja berselancar dengan nakal.


Imajinasinya terus saja berputar sampai entah berapa lama dia melakukan hal tersebut sampai akhirnya dia meledak juga dengan erangan yang cukup panjang di sertai dengan desahannya.


" Aahhh...Belle..." Rigel merasa puas dan tenang setelah merasa sesuatu yang meledak dari dalam dirinya.


Dia berhasil menyelesaikan itu semua hingga akhir.


" Oh God! Ini sangat memalukan sekali! Ini benar-benar sangat memalukan!" Umpatnya lagi.


Seumur hidupnya Rigel tidak pernah berpikir bahwa dia bisa melakukan hal seperti ini.


Dia tidak pernah membayangkan bahwa dia bisa bersolo karir di dalam kamar mandi sendirian hanya dengan imajinasi liarnya pada tubuh Belle yang hanya pernah di lihatnya sekali waktu itu dan itu pun juga tidak keseluruhannya.


Hanya dari belakangnya saja Rigel sudah panas dingin. Lalu bagaimana jika dia melihat dengan sangat jelas?

__ADS_1


" Aku benar-benar akan menghabisi ku nanti Belle. Aku akan membuat mi mendesah hingga pagi saat kita sudah sah nanti. Kau telah membuat ku melakukan hal ini maka aku akan membalas mu nanti! Aku benar-benar akan membalas mu!"


...πŸ’™πŸ’™πŸ’™...


__ADS_2