Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Penyakit Bulanan


__ADS_3

Brak!


" Bee.."


" Apa?" Tanya Rigel dengan emosi.


Bagaimana tidak emosi jika setelah dia tau apa yang menyebabkan kekasihnya hingga masuk rumah sakit seperti ini adalah penyakit bulanan.


" Kenapa marah?" Tanya Belle yang melihat jika kekasihnya terlihat sangat kesal seperti itu.


" Jelas aku marah. Aku sudah panik setengah mati dan aku juga sudah berdoa pada Tuhan untuk menyembuhkan penyakit mu karena aku pikir kamu mengindap penyakit berbahaya bahkan aku juga sudah berpikir untuk membawa mu berobat ke rumah sakit milik keluarga ku di London untuk mengobati penyakit mu dan ternyata kau hanya sakit bulanan biasa." Belle hanya bisa terbengong saat mendengar jawaban dari Rigel yang begitu panjang.


Apa tadi yang calon suaminya itu katakan? Penyakit berbahaya? Apa Rigel berpikir bahwa dia terkena penyakit kanker atau penyakit lainnya.


" Kamu berpikir aku memiliki penyakit mematikan seperti kanker atau yang lainnya?"


" Hah, sudah lah. Kau sangat menyebalkan sekali." Rigel lebih memilih merebahkan tubuhnya di atas sofa.


Dia sudah panik setengah mati dan ternyata Belle hanya merasakan kram di perut bagian bawahnya karena dia tengah mendapatkan tamu bulanan.


Menyebalkan sekali bukan?


Betapa malunya Rigel ketika dia mengetahui bahwa Belle hanya sakit biasa, sementara tadinya dia sudah bertanya banyak pada dokter tentang Belle tadi.


" Bee, kenapa kamu marah? Aku memang seperti ini setiap kali berhalangan. Mommy selalu memberikan ku obat pereda rasa nyeri. Tapi aku lupa membawanya saat kita pergi ke sini." Rigel tidak bereaksi apapun karena dia masih kesal.


Dia lebih memilih menutup matanya dengan sebelah tangannya karena saat ini dia tengah kesal dan dia tidak ingin membuat Belle menjadi bahan pelampiasan kekesalannya.

__ADS_1


" Bee..."


" Tidurlah. Aku juga ingin tidur. Jika kau tidak ingin tidur, biar aku yang meniduri mu hingga kau tidur." Belle pun langsung beringsut turun dan merebahkan tubuhnya.


Dia takut jika Rigel berbuat sesuatu nantinya maka dia lebih memilih tidur dan memejamkan matanya saja.


Melihat Belle yang beringsut tidur membuat Rigel bisa bernafas lega.


Untuk pertama kalinya dia merasa konyol dan itu semua karena Belle. Rigel bis menggila dan bertindak bodoh seperti itu saat bersama Belle.


Entah apa lagi yang akan terjadi padanya nanti saat hidup bersama Belle. Yang pasti Rigel merasa bahwa kehidupannya begitu berwarna setelah bersama gadis menyebabkannya itu.


" Bee..."


" Tidurlah Belle..."


Melihat kekasihnya, datang menghampirinya membuat Belle langsung ketakutan. Apalagi saat melihat Rigel yang mengelus pipinya saat ini.


" Kenapa tidak mengatakannya sejak tadi jika lapar? Kau ingin membuat cacing di dalam perut mu berdemo?" Belle menggelengkan kepalanya.


Dia sudah ketakutan tapi Rigel malah membelai pipinya seperti itu.


" Kenapa? Kau takut aku memarahi mu?" Tanya Rigel pada Belle.


Dia tau bahwa saat ini Belle tengah ketakutan padanya.


" Apa yang ingin kau makan biar aku mencarinya atau kita pesan saja?"

__ADS_1


" Apa saja. Ayam goreng crispy juga boleh." Kedu bola mata Rigel menatap tajam pada Belle yang meminta ayan goreng cepat saji seperti itu.


" Jangan macam-macam Belle. Makan bubur saja karena itu jauh lebih baik."


" Iya..." Terpaksa dia menurut karena mendebat pun percuma karena dia tidak akan menang melawannya.


" Tunggu aku, jangan turun dari tempat tidur mu sebelum aku kembali." Belle menganggukkan kepalanya.


Cup...


Rigel mengecup kening Belle sebelum dia meninggalkan gadis menyebalkan itu.


" Aku pergi..." Akhirnya Belle di tinggal oleh Rigel untuk pergi mencari makanan untuknya.


Setelah Rigel pergi, Belle terus saja tersenyum. Dia merasa sangat di cintai oleh pria sehebat Rigel.


Dia benar-benar merasa seberuntung mendapatkan cinta yang begitu luar biasa dari pria hebat itu.


" Terima kasih karena telah memberikan ku begitu banyak cinta Tuhan. Terima kasih atas cinta kasih mu yang luar biasa ini. Aku benar-benar merasa beruntung karena memiliki pria sehebat Rigel. Ku mohon, lindungi calon suami ku dalam keadaan apapun. Aku mencintainya Tuhan, dan tolong jaga dia." Doanya terdengar begitu tulus.


Dia benar-benar berdoa untuk keselamatan calon suaminya karena Belle sangat mencintai pria itu.


Apalagi saat melihat wajah kesal calon suaminya saat mengetahui bahwa dia sakit karena penyakit bulanannya (datang bulan).


" Dia bahkan bisa mengontrol dirinya untuk ku. Bukankah itu sangat luar biasa?" Ucapnya sambil tersenyum.


Dia merasa sangat bahagia sekali saat ini karena seluruh cinta yang di berikan Rigel begitu luar biasa untuknya.

__ADS_1


...💙💙💙...


__ADS_2