
" Bersihkan luka mu dan agar tidak infeksi" Ucap Sky saat melihat putranya yang baru saja masuk ke dalam rumah minimalis miliknya.
Rigel tidak kaget lagi saat melihat bahwa pria itu ada disini karena dia tau ini semua akan terjadi.
Dia juga memandangi sudut rumahnya ini, apakah ada para lansia itu di rumahnya atau tidak.
" Sepertinya ada lansia itu tidak ada disini." Ucap Rigel setelah memastikan bahwa dia tidak mendapati orang-orang yang di carinya itu.
" Mereka sudah langsung terbang ke London setelah melihat aksi mu itu. Lagi pula mana bisa lara lansia itu bertahan di luar berlama-lama. Tulang mereka saja sudah keropos." Rigel membenarkan apa yang Daddy-nya katakan karena memang para lansia itu sudah sepuh dan mungkin saj tulangnya sudah melunak seperti jelly.
" Jangan memikirkan hal konyol. Walau pun memang benar seperti itu kenyataannya." Keduanya tertawa saat menyadari pemikiran mereka berdua.
Baik Sky atu pun Rigel, mereka benar-benar sangat kompak dan mengerti satu sama lain
Sky mengerti perasaan putranya itu bahkan tanpa Rigel mengatakan apa yang terjadi pada dirinya.
Sedekat itu memang hubungan mereka berdua. Karena memang Sky selalu menyempatkan diri dan meluangkan waktunya untuk bersama anak-anaknya saat mereka masih kecil dulu.
__ADS_1
" Giel..."
" Yes Dad?" Sahut Rigel pada Daddy-nya yang terlihat ingin membicarakan sesuatu hal penting saat ini.
" Kurang dari seminggu lagi Ace akan menikah dengan Aurin, karena hal itu pula dia menginginkan kamu menjadi pendampingnya bersama ketiga adik laki-laki mu yang lain." Terdengar helaan nafas dari bibir Rigel yang menandakan bahwa saat ini dia lelah.
Dia memang sudah melupakan perasaanya dan merelakannya begitu saja dengan Acher. Tapi tetap saja rasanya berat sekali jika dia harus bertemu dengan Aurin tetap saja dia merasa aneh.
" Apa perlu Daddy mengenalkan mu dengan anak-anak rekan bisnis Daddy? Kau ingin yang berambut hitam atau berambut pirang seperti wanita kebanyakan di kota Paris ini?"
Deg!
Tapi dia juga merasa bahwa perasaannya sudah terkunci dengan wanita yang ada di dalam mobil yang dia selamatkan di jalan waktu itu?
Entahlah, Rigel benar-benar tidak mengerti dengan perasaanya saat ini.
" Giel..."
__ADS_1
" Aku bisa melakukannya sendiri Dad. Daddy sudah berjanji untuk tidak ikut campur dengan urusan pribadi kami. Jadi jangan pernah mencampuri urusan pribadi Giel termasuk soal jodoh dan pendamping karena Giel bisa mengurusnya sendiri." Sky hanya bisa mengendikkan bahunya saja mendengar jawaban dari Rigel yang tidak menginginkan adanya perjodohan tentang dirinya.
" Terserah padamu saja. Tapi mungkin pria tua itu lebih menyukai memiliki menantu bule. Dia sangat berambisi sekali memiliki keturunan bule. Karena percaya tidak percaya, hingga saat ini dia masih memendam kekesalan pada kita semua yang memiliki gen dari nai-nai mu yang memiliki kulit putih dan mata yang kecil. " Rigel hanya bisa menggelengkan kepalanya saja mendengar apa yang Daddy-nya tuturkan.
Memangnya ada masalah apa dengan gen dan keturunan bula atau pun Asia seperti mereka ini?
Toh juga mereka itu keturunan klan Alexander dan darah mereka juga mengalir darah Alexander bukan?
Lalu masalahnya dimana?
" Masalahnya ada di opa mu yang tidak menerima bahwa gen dan ras bule yang di milikinya kalah dengan kita semua."
Saat ini Alex tengah menjadi pusat perhatian dari 3 orang pria lansia di dekatnya karena dia yang terus saja mengusap telinganya sejak tadi.
Bahkan saat ini telinganya sudah memerah karena panas.
" Jika sampai mereka yang menceritakan ku, aku akan pastikan akan membalas mereka berdua!"
__ADS_1
...💙💙💙...