Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )

Terjebak Cinta Sang Pewaris ( Twins Ax )
Perampokan


__ADS_3

Rigel yang tengah menikmati hari-hari di kota Paris pun begitu menikmati hidup barunya setelah melepaskan cinta pertamanya terhadap Aurin.


Dia sudah bisa melepas semua itu karena memang dia harus melepaskannya. Dia juga sudah berjanji pada Mom Starla untuk hidup lebih bahagia lagi setelah ini semua.


Kota Paris adalah kota yang indah untuk Rigel, dimana di setiap sudut kotanya menyimpan sebuah cerita yang membuatnya kagum dengan arsitek bangunan kota.


Brak!


" What the fvck?" Umpat Rigel yang merasa marah saat mobilnya salip dengan mobil jelek di depannya.



" Turun!" Kelompok bersenjata mendatangi mobil Rigel sementara pria itu hanya memberikan senyuman remeh untuk memancing para perampok itu.


" Lest get the play." Ucap Rigel yang keluar dari dalam mobilnya untuk menghadapi ke empat orang perampok bersenjata itu.


Dia sudah menyelipkan pistol kesayangannya yang berukir nanyanya dengan tinta emas hadiah dari kakeknya saat usianya menginjak 17 tahun dan dia sudah bisa memegang senjata api dari Daddy-nya.

__ADS_1


" Serahkan seluruh harta yang kau miliki." Perampokan yang menurutnya sangat tidak bermutu sekali.


Mereka menggunakan senjata api palsu dan yang di pegang bosnya ini lah yang asli.


Maya jeli Rigel sangat ahli dalam membedakan semuanya. Dia bisa dengan mudah untuk membedakan itu hanya dengan sekali lihat saja.


" Berapa kecepatan pistol yang kau miliki?" Tanya Rigel dengan santai dan tidak memiliki rasa takut sedikit pun.


Apa yang di katakan Rigel membuat pemilik senjata api itu langsung murka dan meradang.


Dia tidak suka di remehkan seperti ini, apalagi yang meremehkannya itu anak muda seperti ini.


Namun dia kalah cepat dengan Rigel yang sudah membalik tubuhnya dan mengarahkan senjata api itu ke arah anak buahnya hingga mereka terluka karena tembakan dari tangan bosnya.


Dor...dor...dor...


" Ahhkkk..." Satu persatu anak buah nya berteriak karena tubuh mereka di tembus oleh peluru dari pria itu.

__ADS_1


" Aku sudah memberikan mu kesempatan untuk menembak ku tapi kau terlalu lambat dalam mengambil tindakan."


" Egghhh...." Pria yang menjadi pemimpin kelompok itu merasa sulit bernafas saya lehernya di cekik oleh tangan Rigel sementara sebelah tangannya lagi di arahkan ke depan untuk memegang pistonya.


" Aku tidak Setega itu untuk melenyapkan anak buah mu, aku hanya memberikan mereka luka tembakan di tempat yang tidak berbahaya. Jadi kau harus berterima kasih pada ku sebelum membuat mu menyesal nantinya."


Brugh...


" Ahkkk..." Pria itu menjerit saat lehernya di pihak oleh Rigel hingga membuatnya tidak bisa melakukan apapun lagi karena merasa tenggorokannya sakit dan dia tidak bisa bersuara lagi.


" Membuang waktu ku saja." Umpatnya lagi yang langsung meninggalkan mereka semua di jalanan dengan bersimbah darah.


Rigel langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang yang dia tau selalu berada di dekatnya saat ini.


" Bereskan mereka dan di belakang mobil ku ada dua mobil yang kau sudah tau apa yang harus kau selesaikan disini." Orang yang di hubungi oleh Rigel langsung mengerti dan melaksanakan perintah dari pemimpin kerajaan bisnis dunia gelap klan Alexander yang selanjutnya.


" Baik Tuan, saya akan bereskan." Setelah menghubungi anak buahnya Rigel pun kembali melanjutkan perjalanannya untuk menelusuri setiap kota.

__ADS_1


...💙💙💙...


__ADS_2